UMJ PremiumUMJ Premium

KonstruksiaKonstruksia

Candi Siwa merupakan salah satu candi yang terdapat di kompleks Candi Prambanan yang terletak di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah. Candi Siwa mengalami kerusakan akibat gempa pada tahun 2006, setelahnya dilakukan kegiatan rehabilitasi pada Candi Siwa berupa perkuatan kolom, balok dan pelat beton bertulang. Adanya perkuatan yang diberikan pada Candi Siwa, maka perlu diketahui bagaimana kekuatan struktur tersebut apabila diberi beban gempa. Pada penelitian ini menggunakan analisis response spectrum dan analisis time history. Pembebanan yang diberikan dalam analisis mengacu pada SNI 1726:2019 dan SNI 1727:2013. Berdasarkan hasil analisis menggunakan program bantu, didapatkan nilai base shear adalah 38213,296 ton. Displacement arah X terbesar terjadi pada Undak IV sebesar 39,54 mm dan displacement terbesar arah Y terjadi pada Undak IV sebesar 25,6 mm. Nilai drift maksimum yang terjadi pada Candi Siwa, pada arah X sebesar 0,00459 m pada Kaki I, sedangkan pada arah Y sebesar 0,00551 m terjadi pada Kaki I. Untuk level kinerja struktur Candi Siwa berdasarkan nilai drift ratio pada arah X dan arah Y masing-masing bernilai 0,0011 m dan 0,0007 m, nilai tersebut masuk ke dalam kategori Immediate Occupancy, yaitu kinerja yang umum digunakan dengan tingkat kerusakan yang sangat minim, risiko korban jiwa manusia yang sangat kecil, dan bangunan diharapkan mampu digunakan kembali.

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa.Nilai base shear yang didapat dari hasil analisis metode time history adalah 38213,296 ton.Nilai base shear metode statik ekivalen sebesar 33727,375 ton.Jadi, nilai base shear dari hasil analisis lebih besar dibanding nilai base shear metode statik ekivalen sudah sesuai dengan yang disyaratkan pada SNI Pasal 7.Displacement arah X terbesar terjadi pada Undak IV sebesar 39,54 mm dan displacement terbesar arah Y terjadi pada Undak IV sebesar 25,6 mm.Nilai drift maksimum yang terjadi pada Candi Siwa, pada arah X sebesar 0,00459 m pada Kaki I, sedangkan pada arah Y sebesar 0,00551 m terjadi pada Kaki I.Berdasarkan hasil analisis, level kinerja struktur Candi Siwa berdasarkan nilai drift ratio pada arah X dan arah Y masuk ke kategori Immediate Occupancy.Artinya, struktur bangunan aman, bangunan tidak mengalami kerusakan berarti dan bangunan dapat segera difungsikan/beroperasi kembali.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan analisis sensitivitas terhadap variasi material, terutama pada batuan candi, untuk memahami pengaruh perubahan kekuatan material terhadap kinerja struktur. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pemodelan yang lebih detail terhadap interaksi antara struktur candi dengan tanah fondasinya, dengan mempertimbangkan karakteristik tanah lokal dan potensi likuifaksi. Ketiga, pengembangan metode pemantauan struktural secara real-time menggunakan sensor-sensor yang terintegrasi dapat memberikan informasi penting tentang perilaku candi selama gempa, sehingga dapat digunakan untuk validasi model dan pengambilan keputusan terkait mitigasi bencana.

Read online
File size607.1 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test