POLNAMPOLNAM

Scholars: Jurnal Sosial Humaniora dan PendidikanScholars: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan

Makalah ini menyajikan sebuah studi yang secara sistematis mempertimbangkan dampak fitur linguistik terhadap keterbacaan teks berbahasa Vietnam. Penelitian ini menggunakan sekumpulan teks terpilih dari buku pelajaran tingkat sekolah dasar, menengah pertama, dan menengah atas sebagai data masukan. Set fitur linguistik mencakup berbagai aspek, antara lain fitur morfologi, fitur bagian‑kata, fitur sintaksis, dan fitur wacana. Studi ini bertujuan mengembangkan skala keterbacaan secara kualitatif dan kuantitatif bagi pembaca yang ingin mengukur teks mereka sesuai dengan pembaca yang dituju. Aplikasi dan implikasi hasil studi ini dapat memberi manfaat bagi penyusun buku teks yang sedang mengembangkan buku K‑12 baru, termasuk siswa, guru, dan penerbit.

Penelitian ini secara sistematis mempertimbangkan dampak fitur linguistik terhadap keterbacaan teks berbahasa Vietnam dengan menggunakan teks dari buku pelajaran SD, SMP, dan SMA.Meskipun studi percontohan belum mengidentifikasi model terbaik, fase berikutnya akan melibatkan seluruh teks beranotasi dari kelas 1 hingga 12 untuk membangun model yang lebih prediktif dan akurat.Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat diperluas untuk menilai keterbacaan berbagai teks Vietnam di bidang lain dengan beragam implikasi.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki apakah integrasi fitur semantik, seperti hubungan antar entitas dan koherensi wacana, dapat meningkatkan akurasi model keterbacaan pada teks pendidikan K‑12. Selanjutnya, diperlukan perbandingan kinerja antara model regresi logistik tradisional dengan model jaringan saraf tiruan dalam memprediksi tingkat kesulitan teks berbahasa Vietnam, sehingga dapat menentukan pendekatan yang paling efektif. Selain itu, penting untuk membangun korpus anotasi keterbacaan yang mencakup tidak hanya buku teks, tetapi juga teks non‑pendidikan seperti artikel berita, materi ilmiah, dan konten digital, guna menguji sejauh mana model dapat digeneralisasikan ke domain lain. Penelitian juga harus mengevaluasi pengaruh ukuran data pelatihan dengan melakukan eksperimen pembelajaran bertahap, mulai dari kelas 1 hingga kelas 12, untuk mengidentifikasi titik optimal jumlah data yang diperlukan. Terakhir, studi longitudinal dapat dilakukan untuk memantau perubahan keterbacaan teks seiring dengan revisi kurikulum nasional, sehingga model dapat terus diperbarui sesuai kebutuhan pendidikan. Selain itu, pendekatan transfer learning dengan memanfaatkan model bahasa multibahasa dapat diteliti untuk mempercepat adaptasi model keterbacaan pada bahasa daerah Indonesia yang memiliki struktur serupa dengan bahasa Vietnam.

Read online
File size475.26 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test