UNSULTRAUNSULTRA

Sultra Civil Engineering Journal (SCiEJ)Sultra Civil Engineering Journal (SCiEJ)

Jalan Kl. Yos Sudarso di Medan merupakan jalan arteri dengan volume kendaraan yang relatif tinggi serta dipadati oleh berbagai usaha dan rumah tinggal, yang mengakibatkan penumpukan kendaraan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kapasitas jalan tersebut dengan menggunakan metode MKJI 1997 dan PKJI 2023. Berdasarkan metode MKJI 1997, nilai kapasitas tiap segmen adalah 1698,84 pcu/jam, kecepatan arus bebas 57,57 km/jam, dan derajat kejenuhan 6,867; sedangkan dengan PKJI 2023 diperoleh kapasitas 1750,32 pcu/jam, kecepatan arus bebas 59,59 km/jam, dan derajat kejenuhan 8,844. Hasil menunjukkan perbedaan nilai kapasitas, kecepatan, dan derajat kejenuhan serta perbedaan notasi dan satuan pada faktor penyesuaian antara kedua metode.

Analisis data lapangan menggunakan metode MKJI 1997 menghasilkan kapasitas 1698,84 smp/jam, kecepatan arus bebas 57,57 km/jam, dan derajat kejenuhan 6,867.Analisis menggunakan metode PKJI 2023 menghasilkan kapasitas 1750,32 smp/jam, kecepatan arus bebas 59,59 km/jam, dan derajat kejenuhan 8,844.Kedua metode memberikan nilai yang berbeda serta terdapat perbedaan notasi dan satuan pada faktor penyesuaian.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana optimasi sinyal lalu lintas mempengaruhi kapasitas jalan Kl. Yos Sudarso dengan menerapkan metode MKJI 1997 dan PKJI 2023 secara bersamaan, sehingga dapat menilai apakah penyesuaian faktor‑faktor sinyal dapat mengurangi derajat kejenuhan. Selain itu, diperlukan studi komparatif pada beberapa ruas arteri di Kota Medan untuk menguji konsistensi hasil kedua metode pada kondisi geometrik dan volume yang beragam, dengan tujuan merumuskan faktor penyesuaian yang lebih universal. Selanjutnya, integrasi model simulasi dinamis trafik dan proyeksi pertumbuhan volume kendaraan selama dekade berikutnya dapat memberikan gambaran tentang kapasitas masa depan serta membantu merencanakan peningkatan infrastruktur yang tepat. Analisis sensitivitas terhadap variabel‑variabel seperti lebar jalur, kepadatan bangunan di sepanjang jalan, dan proporsi kendaraan berat juga dapat memberikan insight tambahan mengenai faktor‑faktor yang paling berpengaruh terhadap kapasitas. Penelitian tersebut sebaiknya menggunakan data observasi selama setidaknya tiga bulan untuk menangkap variasi musiman, sehingga hasilnya lebih representatif dan dapat mendukung perencanaan transportasi yang lebih efektif.

Read online
File size384.16 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test