UnbrahUnbrah

Health and Medical JournalHealth and Medical Journal

Preeklamsia merupakan kondisi terjadinya disfungsi plasenta karena adanya inflamasi yang bersifat sistemik, yang dapat ditandai secara umum dengan adanya hipertensi dan gangguan organ. Homosistein merupakan salah satu faktor yang berperan dalam terjadinya disfungsi endotel. Pada beberapa penelitian yang ada, dipercaya asam folat dapat menurunkan kejadian preeklamsia pada ibu hamil. Studi pustaka ini dibuat untuk membahas efek asam folat terhadap pencegahan terhadap kejadian preeklamsia. Penelitian ini dijalankan dengan metode literature review, artikel didapatkan melalui PubMed dengan kata kunci preeklamsia, dan asam folat. Ditemukan terdapat 6 penelitian yang membahas mengenai suplementasi asam folat terhadap pencegahan terhadap preeklamsia. Studi pustaka ini menyimpulkan bahwa pemberian asam folat dosis tinggi 4 hingga 5 mg memilki efek terhadap penurunan insidensi preeklamsia, tetapi juga terdapat penelitian yang menyatakan tidak terdapat pengaruh pemberian asam folat terhadap pencegahan preeklamsia. Waktu pemberian asam folat yang paling efektif pada usaha pencegahan preeklamsia masih perlu diteliti lebih lanjut.

Secara keseluruhan asam folat terbukti dapat menurunkan level homosistein dalam darah, kadar homosistein memiliki hubungan erat terhadap fungsi endotel, semakin tinggi homosistein semakin besar risiko untuk terjadinya disfungsi endotel.Sehingga dapat disimpulkan bahwa penurunan homosistein memiliki hubungan dengan menurunnya risiko terjadinya preeklamsia.Pada sejumlah penelitian yang sudah dianalisis, ditemukan sebagian besar bahwa pemberian asam folat sejak trimester pertama maupun awal trimester kedua kehamilan dapat menurunkan risiko terjadi preeklamsia.Disisi lain, menurut penelitian lainnya pemberian asam folat diluar trimester pertama tidak memiliki efek signifikan terhadap penurunan risiko preeklamsia.Penelitian lainnya juga didapat hanya pemberian asam folat yang diberikan pada 3 bulan sebelum kehamilan terbukti memiliki efek yang cukup terhadap pencegahan terjadinya preeklamsia berulang.Penelitian masih memiliki keterbatasan, karena dari 6 artikel yang diperoleh terdapat keragaman dosis asam folat, waktu pemberian asam folat dan desain penelitian.Pada penelitian selanjutnya, kami harap akan ada penelitian yang secara langsung meneliti perbandingan efek asam folat terhadap pencegahan preeklamsia pada saat sebelum kehamilan, trimester pertama, dan trimester kedua.

Berdasarkan penelitian sebelumnya, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan dosis optimal asam folat dan waktu pemberian yang paling efektif dalam mencegah preeklamsia, dengan mempertimbangkan faktor risiko individu seperti riwayat penyakit kronis atau obesitas. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada mekanisme molekuler yang mendasari efek protektif asam folat terhadap preeklamsia, misalnya dengan menginvestigasi pengaruh asam folat terhadap ekspresi gen atau jalur pensinyalan yang terlibat dalam inflamasi dan disfungsi endotel. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang suplementasi asam folat pada kesehatan kardiovaskular ibu dan perkembangan janin, sehingga dapat memberikan bukti yang lebih kuat mengenai manfaat asam folat dalam pencegahan preeklamsia dan komplikasi terkait.

Read online
File size774.57 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test