UNIRAYAUNIRAYA

Jurnal Panah HukumJurnal Panah Hukum

Hukuman adalah tindakan disipliner terhadap seseorang yang menurut undang-undang dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana. Pergaulan bebas adalah hubungan seksual antara seorang pria dan seorang wanita melalui penyisipan gen laki-laki ke dalam gen perempuan. Putusan Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2023/PN. Tbt merupakan putusan hakim yang menjatuhkan hukuman penjara kepada tersangka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis apakah anak dihukum karena kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur. Penelitian ini mengumpulkan data sekunder yang meliputi data hukum primer, data hukum sekunder, dan data hukum ketiga serta menggunakan metode penelitian hukum tradisional yang menggunakan pendekatan hukum, pendekatan kasus, dan pendekatan analitis. Berdasarkan hasil penyelidikan dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa karena pelaku dan korban masih berusia di bawah 18 tahun, maka pidana atau hukuman terhadap anak di bawah umur sebaiknya mengacu pada Undang-Undang Tindak Pidana Anak Nomor 11 Tahun 2012. Berdasarkan UU SPPA, pelanggar akan dimintai pertanggungjawaban atas kejahatannya. Hukumannya adalah penjara dan pelatihan kerja.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaku dan korban dalam kasus persetubuhan anak di bawah umur sebaiknya dipertimbangkan pidananya berdasarkan Undang-Undang Tindak Pidana Anak Nomor 11 Tahun 2012.Undang-undang ini mengatur pertanggungjawaban pelanggar dan memberikan hukuman berupa penjara dan pelatihan kerja.Proses hukum telah dijalankan dengan mempertimbangkan berbagai aspek hukum dan sosial untuk mencapai putusan yang adil.

Berdasarkan hasil penelitian, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai efektivitas penerapan Undang-Undang Tindak Pidana Anak dalam menangani kasus persetubuhan anak, khususnya terkait dengan proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial bagi pelaku dan korban. Selain itu, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada analisis peran keluarga dan masyarakat dalam pencegahan kejahatan seksual terhadap anak, termasuk pengembangan program edukasi yang komprehensif. Terakhir, penting untuk meneliti lebih dalam mengenai dampak psikologis jangka panjang yang dialami oleh korban persetubuhan anak dan efektivitas layanan dukungan yang tersedia, guna meningkatkan kualitas perlindungan dan pemulihan bagi mereka. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya perlindungan anak dan penegakan hukum yang lebih efektif.

  1. PUTUSAN PEMIDANAAN TINDAK PIDANA KEKERASAN YANG MENGAKIBATKAN LUKA BERAT DAN MATINYA ORANG | Jurnal Panah... doi.org/10.57094/jph.v3i2.1930PUTUSAN PEMIDANAAN TINDAK PIDANA KEKERASAN YANG MENGAKIBATKAN LUKA BERAT DAN MATINYA ORANG Jurnal Panah doi 10 57094 jph v3i2 1930
  2. PENJATUHAN HUKUMAN TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENYELUDUPAN MANUSIA DI BAWAH ANCAMAN BATAS MINIMUM... doi.org/10.57094/jph.v3i2.1353PENJATUHAN HUKUMAN TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENYELUDUPAN MANUSIA DI BAWAH ANCAMAN BATAS MINIMUM doi 10 57094 jph v3i2 1353
  3. DOI Name 10.51601 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 38z crossref email support... doi.org/10.51601DOI Name 10 51601 Values doi name values index type timestamp data hs serv 38z crossref email support doi 10 51601
  4. KEKUATAN HUKUM PENYELESAIAN TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN RINGAN SECARA HUKUM ADAT | Jurnal Panah Hukum.... doi.org/10.57094/jph.v3i2.1474KEKUATAN HUKUM PENYELESAIAN TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN RINGAN SECARA HUKUM ADAT Jurnal Panah Hukum doi 10 57094 jph v3i2 1474
Read online
File size391.09 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test