STT ABDIELSTT ABDIEL

Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik GerejaJurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja

Penelitian ini mengkaji tokoh Ratu Wasti dalam Kitab Ester sebagai simbol perlawanan terhadap dominasi patriarki, dengan menyoroti peran konstruksi sosial atas kecantikan perempuan melalui perspektif Naomi Wolf. Dalam narasi Alkitab, penolakan Wasti untuk mempertontonkan kecantikannya di depan publik menjadi titik awal pembacaan kritis terhadap relasi kuasa antara tubuh perempuan dan sistem kerajaan yang bersifat patriarkal. Menggunakan teori The Beauty Myth dari Naomi Wolf, studi ini menafsirkan kecantikan sebagai alat kontrol yang dilegitimasi oleh struktur sosial dan budaya, di mana tubuh perempuan dikomodifikasi dan dikendalikan demi kepentingan laki-laki dan kekuasaan. Wasti, yang menolak menjadi objek tontonan, muncul sebagai figur resistensi terhadap mitos kecantikan dan norma gender yang menindas. Dengan pendekatan hermeneutika feminis, artikel ini bertujuan menggugat normalisasi kontrol atas tubuh perempuan dalam teks-teks keagamaan dan budaya populer, serta mengangkat Ratu Wasti sebagai ikon pembebasan yang relevan bagi perjuangan perempuan masa kini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan Wasti merupakan bentuk dekonstruksi terhadap sistem nilai yang menempatkan kecantikan sebagai alat subordinasi perempuan. Sikapnya menegaskan bahwa tubuh perempuan memiliki otonomi dan martabat yang tidak dapat dinegosiasikan oleh kuasa patriarkal. Bagi perempuan masa kini, pelajaran dari Wasti adalah pentingnya mendefinisikan ulang makna kecantikan dan privilege yang menyertainya. Kecantikan tidak boleh menjadi alat untuk menindas, melainkan ekspresi kebebasan dan kekuatan.

Kisah Ratu Wasti menggambarkan keteguhan seorang perempuan yang memilih mempertahankan martabat dan integritas tubuhnya daripada tunduk pada sistem patriarkal yang menjadikannya objek tontonan.Sikapnya menjadi simbol perlawanan terhadap konstruksi sosial dan beauty privilege yang hingga kini masih menekan perempuan, terutama dalam budaya modern yang mengagungkan kecantikan sebagai sumber nilai dan pengakuan.Wasti mengajarkan bahwa menolak tunduk pada standar yang menindas adalah bentuk pembebasan, sekaligus afirmasi terhadap otonomi tubuh dan kebebasan perempuan.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak media sosial terhadap konstruksi standar kecantikan di era digital, khususnya bagaimana algoritma dan konten visual memperkuat mitos kecantikan yang mereduksi perempuan menjadi objek estetika. Selain itu, kajian tentang peran agama dalam membentuk persepsi kecantikan perempuan di masyarakat multikultural Indonesia bisa menjadi arah studi baru, dengan membandingkan narasi agama tradisional dan modern. Terakhir, penelitian tentang tokoh-tokoh perempuan dalam teks-teks keagamaan lain (seperti Alkitab, Koran, atau kitab suci agama lain) yang menunjukkan resistensi terhadap sistem patriarkal dapat memberikan perspektif baru dalam studi teologi dan gender.

  1. Body Perceptions and Psychological Well-Being: A Review of the Impact of Social Media and Physical Measurements... mdpi.com/2227-9032/12/14/1396Body Perceptions and Psychological Well Being A Review of the Impact of Social Media and Physical Measurements mdpi 2227 9032 12 14 1396
Read online
File size385.03 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test