UNIMALUNIMAL

Jurnal AgriumJurnal Agrium

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis umbi gadung terhadap kadar etanol yang dihasilkan, konsentrasi ragi roti yang sesuai untuk mendapatkan etanol yang maksimal dan mengetahui interaksi antara jenis umbi gadung dan konsentrasi ragi terhadap kadar etanol yang dihasilkan. Penelitian mengunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial terdiri atas 2 faktor yaitu jenis umbi gadung (U), sebagai faktor pertama yang terdiri dari umbi gadung putih (U1) dan umbi gandung kuning (U2) faktor kedua konsentrasi ragi yang terdiri dari 2,5% (R1), 3% (R2), 3,5% (R3). Lama fermentasi dilakukan selama 3 hari. Dan masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis proksimat pada dua jenis umbi gadung tertinggi terdapat pada umbi gadung putih. Rata‑rata luas daun umbi gadung tertinggi pada umbi gadung putih. Uji brix pada umbi gadung tertinggi pada umbi putih. Pada pengamatan rendemen etanol tertinggi terjadi pada jenis umbi gadung putih dan konsentrasi ragi 2,5%. Pengamatan massa jenis terbaik terjadi pada jenis umbi gadung kuning dan konsentrasi ragi 2,5%. Pengamatan pH awal etanol tertinggi pada jenis umbi gadung putih dan konsentrasi ragi 2,5%. Pengamatan pH setelah distilasi tertinggi pada jenis umbi gadung putih dan konsentrasi ragi 2,5%. Pengamatan kadar etanol tertinggi pada jenis umbi gadung kuning dan konsentarasi ragi 2,5%. Pengamatan kadar abu tertinggi pada jenis umbi gadung kuning dan konsentrasi ragi 3,5%.

Jenis umbi gadung dan konsentrasi ragi secara signifikan mempengaruhi kadar etanol, massa jenis, dan nilai pH pada proses fermentasi.Kondisi optimal yang menghasilkan kadar etanol tertinggi (sekitar 25 %) adalah penggunaan umbi gadung kuning dengan konsentrasi ragi roti 2,5 %.Meskipun hasil etanol cukup tinggi, kadar bioetanol yang dihasilkan masih di bawah standar SNI untuk bahan bakar, sehingga diperlukan proses pemurnian lanjutan.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi penggunaan teknik destilasi azeotrop untuk meningkatkan kemurnian bioetanol sehingga memenuhi standar SNI; selanjutnya, dapat diteliti pengaruh penambahan enzim selulase pada tahap hidrolisis umbi gadung untuk meningkatkan konversi pati menjadi gula, yang berpotensi meningkatkan hasil etanol; terakhir, studi lanjutan dapat menguji kombinasi strain ragi non‑Saccharomyces dengan ragi roti pada konsentrasi beragam untuk menilai efek sinergi pada produksi etanol dan pembentukan produk sampingan, sehingga memberikan wawasan tentang optimasi mikroba dalam fermentasi umbi gadung.

Read online
File size154.86 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test