EJOURNALUNIGOROEJOURNALUNIGORO

Seminar Nasional Teknik SipilSeminar Nasional Teknik Sipil

Pengendalian Risiko keselamatan kerja dengan menggunakan metode Job Safety Analysis pada Perusahaan Beton Precast dan Ready Mix di PT.MK Beton Tuban. Menggunakan Penelitian Kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Faktor-faktor Risiko kecelakaan kerja pada tahapan pekerjaan di Perusahaan Beton Precast dan Ready Mix di PT.MK Beton Tuban didominasi oleh faktor manusia, peralatan dan lingkungan. Setelah dilakukan analisis pengendalian Risiko kecelakaan dengan menggunakan metode Job safety Analysis (JSA), maka pekerjaan yang sebelumnya tingkat Risiko kecelakaan kerjanya tinggi, berubah menjadi moderat, seperti pekerjaan loading material pasir ke hopper, dan uji kepadatan beton. Pekerjaan yang sebelumnya tingkat kecelakaan kerjanya moderat berubah menjadi rendah seperti pekerjaan loading semen ke silo, loading semen ke truck mixer, loading pasir ke pan mixer, dan loading material. Namun masih ada satu pekerjaan yang memiliki nilai masih tinggi yaitu Pengangkatan U-dicht dengan Crane. Rekomendasi pengendalian yang diterapkan yaitu menggunakan alat pelindung diri (APD).

Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor Risiko kecelakaan kerja pada tahapan pekerjaan di Perusahaan Beton Precast dan Ready Mix di PT.MK Beton Tuban yang pertama didominasi oleh faktor manusia, faktor peralatan dan faktor lingkungan.Rekomendasi pengendalian yang diterapkan yaitu menggunakan alat pelindung diri (APD).08/MEN/VII/2010) tentang Alat Pelindung Diri adalah suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi seseorang yang fungsinya mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya di tempat kerja.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana penerapan metode Job Safety Analysis (JSA) dapat diintegrasikan dengan teknologi sensor real‑time untuk memantau faktor‑faktor risiko pada pekerjaan di ketinggian di pabrik beton. Selain itu, penting untuk menguji keefektifan prosedur pengendalian risiko menggunakan pendekatan komparatif antara JSA dan metode Analisis Risiko Hierarki (HAZOP) pada berbagai unit produksi PT MK Beton Tuban. Penelitian juga perlu menelaah pengaruh kondisi lingkungan kerja, seperti pencahayaan, kebisingan, dan kualitas udara, terhadap tingkat kecelakaan, serta mengembangkan model penilaian risiko yang memasukkan variabel‑variabel tersebut. Selanjutnya, studi dapat memperluas fokus pada faktor manusia dengan melakukan analisis psikologis terhadap persepsi pekerja terhadap penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan hubungannya dengan kepatuhan keselamatan. Penelitian berikutnya dapat mengevaluasi dampak pelatihan K3 berbasis simulasi virtual terhadap penurunan insiden kerja. Akhirnya, diperlukan studi longitudinal untuk memantau perubahan tingkat risiko selama implementasi rekomendasi JSA selama beberapa tahun, guna menilai keberlanjutan perbaikan keselamatan kerja.

Read online
File size462.14 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test