FAPERTA UNRASFAPERTA UNRAS
Jurnal Saintifik (Multi Science Journal)Jurnal Saintifik (Multi Science Journal)Kopi mengandung nitrogen dan nutrisi penting lainnya yang berkontribusi pada kesuburan tanah. Serbuk kopi secara khusus mengandung 2,28% nitrogen, 0,06% fosfor, dan 0,6% kalium, yang bermanfaat untuk meningkatkan kandungan nutrisi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti efek serbuk kopi yang diterapkan pada media tanam terhadap pertumbuhan vegetatif cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan: P0 (kontrol), P1 (3 g), P2 (6 g), P3 (9 g), dan P4 (12 g). Parameter yang diamati meliputi jumlah daun, tinggi tanaman, luas daun, diameter batang, dan panjang akar selama 28 hari setelah tanam (HST). Perlakuan P1 (3 g serbuk kopi) menunjukkan hasil pertumbuhan terbaik secara rata-rata dalam hal jumlah daun (4,5 helai), tinggi tanaman (6,13 cm), luas daun (3,55 cm²), dan diameter batang (0,35 cm). Secara statistik, hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa aplikasi serbuk kopi tidak memiliki efek signifikan (p > 0,05) pada semua parameter pertumbuhan yang diamati. Penambahan serbuk kopi dalam dosis rendah (3 g) cenderung mendukung pertumbuhan vegetatif tanaman cabai rawit, sedangkan dosis yang lebih tinggi menunjukkan penurunan efektivitas.
Berdasarkan hasil penelitian, pemberian serbuk kopi dalam media tanam cenderung menurunkan pertumbuhan tanaman cabai rawit.Secara statistik, ditunjukkan bahwa pemberian serbuk kopi tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman cabai rawit, namun secara deskriptif terdapat kecenderungan positif pada dosis rendah.Pada konsentrasi rendah (3g) (P1) menunjukkan hasil terbaik dalam meningkatkan jumlah daun, tinggi tanaman, luas daun, dan diameter batang dibandingkan perlakuan lainnya.Panjang akar tertinggi diperoleh pada tanaman tanpa perlakuan serbuk kopi (kontrol), yang menunjukkan bahwa penambahan serbuk kopi dalam konsentrasi tinggi dapat menghambat pertumbuhan akar.Pemanfaatan serbuk kopi sebagai pupuk organik perlu disesuaikan dengan dosis yang tepat agar tidak menyebabkan efek toksik akibat akumulasi kafein atau menurunnya pH media tanam.
Saran penelitian lanjutan: 1. Mengkaji lebih lanjut tentang dosis optimal serbuk kopi untuk mendukung pertumbuhan tanaman cabai rawit secara optimal, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti jenis tanah, iklim, dan varietas tanaman. 2. Meneliti efek jangka panjang dari penambahan serbuk kopi pada media tanam, termasuk pengaruhnya terhadap kualitas buah dan rasa cabai rawit. 3. Menganalisis interaksi antara serbuk kopi dengan nutrisi lainnya dalam media tanam, untuk memahami bagaimana kombinasi nutrisi ini dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kesehatan tanaman cabai rawit.
| File size | 510.03 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
BIARJOURNALBIARJOURNAL Pendekatan kualitatif-komparatif digunakan, dengan fokus pada kerangka hukum, kesiapan teknologi, dan kapabilitas institusional di berbagai negara terpilih.Pendekatan kualitatif-komparatif digunakan, dengan fokus pada kerangka hukum, kesiapan teknologi, dan kapabilitas institusional di berbagai negara terpilih.
FAPERTA UNRASFAPERTA UNRAS Oleh karena itu, disarankan agar guru meningkatkan kemampuan pedagogis mereka melalui pengembangan diri dan pelatihan berkelanjutan, serta mendorong hubunganOleh karena itu, disarankan agar guru meningkatkan kemampuan pedagogis mereka melalui pengembangan diri dan pelatihan berkelanjutan, serta mendorong hubungan
FAPERTA UNRASFAPERTA UNRAS Keterbatasan penelitian terletak pada lokasi pasar yang spesifik dan jumlah sampel yang terbatas. Rekomendasi untuk penelitian lanjutan meliputi studiKeterbatasan penelitian terletak pada lokasi pasar yang spesifik dan jumlah sampel yang terbatas. Rekomendasi untuk penelitian lanjutan meliputi studi
BIARJOURNALBIARJOURNAL Populasi penelitian adalah 55 pekerja dan Koefisien Korelasi Pearson Moment digunakan untuk menganalisis data. Temuan menunjukkan bahwa ada hubungan yangPopulasi penelitian adalah 55 pekerja dan Koefisien Korelasi Pearson Moment digunakan untuk menganalisis data. Temuan menunjukkan bahwa ada hubungan yang
UNUDUNUD Karya-karya tersebut tidak hanya menjadi ekspresi budaya, tetapi juga media penyampaian nilai-nilai kebangsaan, menginspirasi seniman kontemporer untukKarya-karya tersebut tidak hanya menjadi ekspresi budaya, tetapi juga media penyampaian nilai-nilai kebangsaan, menginspirasi seniman kontemporer untuk
ISI YogyakartaISI Yogyakarta Tanpa adanya repetisi dalam musik suatu karya tidak akan terdengar musikal, sedangkan dalam konteks kehidupan repetisi adalah hal yang selalu ada dalamTanpa adanya repetisi dalam musik suatu karya tidak akan terdengar musikal, sedangkan dalam konteks kehidupan repetisi adalah hal yang selalu ada dalam
ISI YogyakartaISI Yogyakarta Secara musikologis data dipisahkan menjadi dua aspek yaitu aspek musikal dan aspek sosial atau tekstual dan kontekstual. Secara tekstual data dianalisisSecara musikologis data dipisahkan menjadi dua aspek yaitu aspek musikal dan aspek sosial atau tekstual dan kontekstual. Secara tekstual data dianalisis
ISI YogyakartaISI Yogyakarta Penelitian ini bertujuan untuk memahami persebaran kesenian rapai dan langkah-langkah strategis yang ditempuh oleh seniman, budayawan, dan pemerintah daerahPenelitian ini bertujuan untuk memahami persebaran kesenian rapai dan langkah-langkah strategis yang ditempuh oleh seniman, budayawan, dan pemerintah daerah
Useful /
FAPERTA UNRASFAPERTA UNRAS Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa digitalisasi dalam kurikulum Teknik Elektro Politeknik Raflesia merupakan langkah pentingBerdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa digitalisasi dalam kurikulum Teknik Elektro Politeknik Raflesia merupakan langkah penting
BIARJOURNALBIARJOURNAL Penelitian ini telah mengisi kesenjangan pengetahuan dengan mengungkapkan bahwa meskipun operator UKM di Negara Bagian Lagos menyadari strategi pemasaranPenelitian ini telah mengisi kesenjangan pengetahuan dengan mengungkapkan bahwa meskipun operator UKM di Negara Bagian Lagos menyadari strategi pemasaran
BIARJOURNALBIARJOURNAL The 48. 1% explanatory power suggests that enhancing green product development will likely lead to notable improvements in SME performance and sustainability.The 48. 1% explanatory power suggests that enhancing green product development will likely lead to notable improvements in SME performance and sustainability.
ISI YogyakartaISI Yogyakarta Kedua, ditemukan 7 jenis ritme khas seperti nguluin dan ngambang yang memperkaya musikalitas. Ketiga, teknik interlocking figuration pada gêndér wayangKedua, ditemukan 7 jenis ritme khas seperti nguluin dan ngambang yang memperkaya musikalitas. Ketiga, teknik interlocking figuration pada gêndér wayang