STIKESKESDAM4DIPSTIKESKESDAM4DIP

JURNAL FISIOTERAPI DAN ILMU KESEHATAN SISTHANAJURNAL FISIOTERAPI DAN ILMU KESEHATAN SISTHANA

Resiliensi perawat merupakan kemampuan untuk bertahan, beradaptasi, dan memulihkan diri dari tekanan kerja tinggi, serta mempertahankan kualitas pelayanan dan keselamatan pasien. Namun, definisi resiliensi dalam literatur keperawatan masih bervariasi dan belum sepenuhnya konsisten. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep resiliensi perawat menggunakan metode analisis konsep Walker dan Avant. Analisis dilakukan melalui identifikasi atribut, antecedent, consequencе, serta penyusunan model case, borderline case, related case, dan contrary case. Hasil analisis menunjukkan bahwa atribut utama resiliensi perawat mencakup fleksibilitas adaptif, regulasi emosi, strategi koping efektif, efikasi diri, dan komitmen profesional. Antecedent meliputi paparan stresor klinis, dukungan sosial dan organisasi, karakteristik personal, serta pengalaman profesional. Konsekuensi resiliensi mencakup peningkatan kualitas pelayanan, penurunan burnout, peningkatan kesejahteraan psikologis, dan penguatan hubungan terapeutik dengan pasien. Temuan ini memberikan landasan teoretis bagi pengembangan intervensi resiliensi, penyusunan instrumen pengukuran, serta kebijakan peningkatan kapasitas perawat di lingkungan pelayanan kesehatan.

Analisis konsep resiliensi perawat menggunakan pendekatan Walker dan Avant menunjukkan bahwa resiliensi merupakan kemampuan multidimensional yang melibatkan aspek psikologis, emosional, kognitif, dan sosial.Konsep ini ditandai oleh sejumlah atribut utama, yaitu kemampuan adaptasi positif terhadap stres kerja, regulasi emosi yang efektif, ketekunan dalam menghadapi tantangan, kemampuan mempertahankan keseimbangan psikologis, serta penggunaan strategi koping adaptif yang konstruktif.Resiliensi berperan penting dalam menjaga stabilitas psikologis, kualitas pelayanan, dan keberlanjutan sistem kesehatan.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan, pengembangan program penguatan resiliensi perlu diintegrasikan ke dalam kegiatan rutin keperawatan melalui pelatihan manajemen stres dan supervisi klinis. Selain itu, manajemen rumah sakit perlu merancang kebijakan yang mendukung kesejahteraan perawat, seperti pengaturan beban kerja yang proporsional dan lingkungan kerja yang suportif. Terakhir, institusi pendidikan keperawatan disarankan memasukkan materi penguatan resiliensi dalam kurikulum dengan pendekatan experiential learning untuk membekali calon perawat menghadapi realitas klinis yang kompleks.

  1. The efficacy of commercial smartwatches with a blood pressure‐monitoring feature: A pilot randomized... sigmapubs.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/jnu.12740The efficacy of commercial smartwatches with a blood pressureyAAAamonitoring feature A pilot randomized sigmapubs onlinelibrary wiley doi 10 1111 jnu 12740
  2. Experiences of nurses diagnosed with COVID‐19 in Turkey: A qualitative study - Aydin - 2022 - International... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/inr.12735Experiences of nurses diagnosed with COVIDAa19 in Turkey A qualitative study Aydin 2022 International onlinelibrary wiley doi 10 1111 inr 12735
  3. Self‐care in migrants with type 2 diabetes, during the COVID‐19 pandemic - Pettersson... sigmapubs.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/jnu.12842SelfyAAAacare in migrants with type 2 diabetes during the COVIDyAAAa19 pandemic Pettersson sigmapubs onlinelibrary wiley doi 10 1111 jnu 12842
  4. Psychological resilience, coping behaviours and social support among health care workers during the COVID‐19... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/jonm.13336Psychological resilience coping behaviours and social support among health care workers during the COVIDyAAAa19 onlinelibrary wiley doi 10 1111 jonm 13336
Read online
File size419.47 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test