STIKESKESDAM4DIPSTIKESKESDAM4DIP

JURNAL FISIOTERAPI DAN ILMU KESEHATAN SISTHANAJURNAL FISIOTERAPI DAN ILMU KESEHATAN SISTHANA

Pasien kegawatdaruratan yang datang ke IGD perlu mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. Pelaksanaan triage yang benar akan membantu untuk keberhasilan dalam pertolongan pasien. Pengetahuan perawat sangat penting dalam menangani pasien gawat darurat, karena dari tindakan yang cepat dan akurat tergantung dari ilmu yang dikuasai oleh petugas kesehatan di IGD dalam melaksanakan tindakan triage. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan pelaksanaan triage di ruang IGD RS yang berada di wilayah Kabupaten Indramayu. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah perawat IGD di 2 (dua) Rumah sakit yang berada di wilayah Kabupaten Indramayu. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan besar sampel sebanyak 43 responden. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji Pearson Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, sebanyak 21 (48,8%) responden memiliki pengetahuan baik, dan sebanyak 33 (76,7%) responden melaksanakan triage dengan tepat. Hasil analisis menunjukan ada hubungan pengetahuan dengan pelaksanaan triage, (P-value =0,031 (α=0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan pengetahuan dengan pelaksanaan triage. Saran ditujukan kepada pihak rumah sakit untuk memberikan in house training kepada perawat untuk meningkatkan pengetahuan mengenai triage.

Berdasarkan hasil penelitian tentang hubungan pengetahuan perawat dengan pelaksanaan triage di ruang IGD RS di wilayah Kabupaten Indramayu didapatkan sebanyak 21 (48,8%) responden memiliki pengetahuan baik, sebanyak 33 (76,7%) responden melaksanakan triage dengan tepat.Dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan pelaksanaan triage di ruang IGD RS di wilayah Kabupaten Indramayu.

Beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan berdasarkan temuan penelitian ini adalah: pertama, melakukan studi banding antara pelaksanaan triase di berbagai rumah sakit di Kabupaten Indramayu untuk membandingkan efektivitas sistem triase yang digunakan; kedua, mengkaji dampak penerapan pelatihan berbasis teknologi terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan perawat dalam triase; ketiga, mengevaluasi peran manajemen rumah sakit dalam memastikan ketersediaan sumber daya dan protokol standar triase yang konsisten. Ketiga saran ini bertujuan untuk memperluas pemahaman tentang faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan triase yang optimal di lingkungan klinis.

Read online
File size399.92 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test