UTUUTU

International Conference of Public HealthInternational Conference of Public Health

Menopause normal menurut WHO terjadi antara usia 45‑55 tahun dengan variasi usia onset antar negara. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada tahun 2021 terdapat 32,4 juta wanita menopause di Indonesia dan jumlahnya terus meningkat setiap tahun. Menopause diikuti oleh perubahan fisik dan psikologis yang signifikan, sehingga pengukuran kualitas hidup wanita menopause menjadi penting untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. WHO mengembangkan instrumen WHOQOL‑BREF yang menilai kualitas hidup melalui empat domain: kesehatan fisik, kesehatan psikologis, hubungan sosial, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran tentang kualitas hidup wanita menopause di Kota Padang dengan menggunakan desain studi deskriptif kuantitatif terhadap 302 responden yang dipilih secara acak dari enam kecamatan. Metode yang digunakan adalah studi deskriptif dengan analisis univariat. Hasil menunjukkan bahwa 20 % responden menilai kualitas hidup mereka buruk, 64,6 % berada pada kategori sedang, 26,2 % baik, dan 7 % sangat baik. Kesimpulannya, kualitas hidup wanita menopause di Padang secara keseluruhan berada pada kategori baik, meskipun terdapat sebagian kecil yang belum dapat menerima dan menikmati usia lanjut mereka.

Menurut hasil penelitian, kualitas hidup wanita menopause di Kota Padang mayoritas berada pada kategori sedang (64,6%) dan baik (26,2%), namun masih terdapat sebagian kecil yang belum dapat menerima dan menikmati masa tua mereka.Sekitar 42,1% wanita melaporkan kepuasan kesehatan, sementara 19,9% mengalami kecemasan atau perasaan negatif secara cukup sering, dan 46,7% memiliki hubungan sosial yang baik.kondisi lingkungan hidup mereka dinilai nyaman oleh 42,7% responden.Diperlukan dukungan dari keluarga, komunitas, dan sektor terkait serta peningkatan edukasi oleh petugas kesehatan untuk membantu wanita menopause mengatasi perubahan fisik dan psikologis serta meningkatkan produktivitas mereka.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana kualitas hidup wanita menopause berubah seiring waktu dengan melakukan studi longitudinal yang mengikuti kelompok wanita berusia pra‑menopause hingga pasca‑menopause selama minimal lima tahun, sehingga dapat mengidentifikasi faktor‑faktor prediktif penurunan atau peningkatan kualitas hidup. Selanjutnya, diperlukan penelitian komparatif antara wanita menopause yang tinggal di wilayah perkotaan seperti Padang dengan wanita yang berada di daerah pedesaan Sumatera Barat, untuk menilai perbedaan dampak lingkungan, akses layanan kesehatan, dan dukungan sosial terhadap kualitas hidup mereka. Terakhir, sebuah intervensi berbasis komunitas yang memberikan edukasi psikososial, pelatihan relaksasi, dan kelompok dukungan dapat diuji melalui uji coba terkontrol acak untuk menentukan sejauh mana program tersebut meningkatkan skor WHOQOL‑BREF pada wanita menopause dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak menerima intervensi. Hasil dari ketiga penelitian ini diharapkan memberikan bukti ilmiah yang lebih komprehensif untuk merumuskan kebijakan kesehatan publik yang efektif dalam meningkatkan kesejahteraan wanita menopause di Indonesia. Selain itu, penelitian ini dapat mengidentifikasi faktor‑faktor budaya yang mempengaruhi penerimaan perubahan menopause, sehingga strategi intervensi dapat disesuaikan dengan konteks lokal.

Read online
File size212.88 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test