UNMERPASUNMERPAS

JMM - Jurnal Masyarakat MerdekaJMM - Jurnal Masyarakat Merdeka

Aktivitas di sektor kehutanan, termasuk pendakian gunung, merupakan jenis pekerjaan yang memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan maupun gangguan kesehatan, salah satunya kelelahan berat dan hipotermia. Bukit Cendono, yang berlokasi di Jawa Timur, menjadi salah satu lokasi favorit pendaki, terutama saat musim hujan. Pada musim tersebut, suhu rendah dan kondisi cuaca ekstrem kerap meningkatkan kemungkinan terjadinya hipotermia. Minimnya pengetahuan para pendaki terkait cara mencegah dan menangani kelelahan serta hipotermia menjadi dasar dilaksanakannya kegiatan pengabdian ini. Kegiatan dilakukan melalui pendekatan sosialisasi, observasi, dan diskusi bersama 10 orang pendaki berusia 20–40 tahun. Materi disampaikan secara langsung melalui media edukatif seperti poster serta sesi tanya jawab seputar kesiapan fisik dan perlengkapan. Hasil menunjukkan bahwa sebelum kegiatan, 60% peserta memiliki pemahaman rendah, namun setelah sosialisasi, terjadi peningkatan pemahaman secara signifikan, dengan 80% peserta masuk kategori “sangat baik. Sosialisasi ini memberikan dampak positif dalam menambah kesiapsiagaan dan pengetahuan dasar pendaki terhadap risiko hipotermia dan kelelahan. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong penerapan budaya K3 dalam aktivitas alam terbuka secara berkelanjutan.

Berdasarkan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang dilaksanakan di Bukit Cendono, dapat disimpulkan bahwa edukasi mengenai keselamatan dan kesehatan kerja, khususnya terkait pencegahan kelelahan, hipotermia, serta penanganannya sangat diperlukan dalam aktivitas pendakian.Program sosialisasi yang dilakukan melalui media poster, wawancara, dan praktik langsung terbukti cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman para pendaki dan ranger terhadap bahaya yang mungkin timbul selama kegiatan pendakian berlangsung.Penerapan prinsip K3 dalam bentuk pemberian materi pencegahan kelelahan dan hipotermia, pemasangan plakat edukatif, serta safety briefing mampu meningkatkan kesadaran pendaki untuk lebih memperhatikan kondisi fisik, perlengkapan, dan kesiapsiagaan mereka saat berada di alam terbuka.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk memperluas pemahaman dan meningkatkan efektivitas upaya pencegahan kecelakaan pendakian di Bukit Cendono. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor psikologis yang memengaruhi perilaku pendaki dalam menghadapi risiko hipotermia, seperti tingkat kepercayaan diri, persepsi risiko, dan kemampuan pengambilan keputusan di bawah tekanan. Kedua, penelitian kuantitatif dengan skala sampel yang lebih besar dapat dilakukan untuk mengukur secara akurat efektivitas berbagai metode sosialisasi dan edukasi dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan pendaki terhadap risiko hipotermia. Ketiga, penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi dapat dilakukan untuk memahami secara mendalam budaya dan praktik keselamatan pendaki di Bukit Cendono, serta mengidentifikasi potensi hambatan dan peluang dalam penerapan prinsip-prinsip K3 secara berkelanjutan. Dengan menggabungkan hasil penelitian ini, diharapkan dapat dirumuskan strategi intervensi yang lebih komprehensif dan efektif untuk meningkatkan keselamatan pendakian di Bukit Cendono dan lokasi pendakian lainnya.

Read online
File size799.52 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test