UNMERPASUNMERPAS

JMM - Jurnal Masyarakat MerdekaJMM - Jurnal Masyarakat Merdeka

Kebakaran merupakan salah satu ancaman serius di lingkungan kerja yang dapat menimbulkan kerugian besar, baik terhadap keselamatan pekerja, aset usaha, maupun keberlangsungan produksi. UMKM di Desa Kemiri Mojokerto memiliki potensi bahaya kebakaran yang cukup tinggi, namun pengetahuan mengenai pencegahan masih minim dan sarana pengendalian seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR) belum tersedia. Kondisi ini berisiko menimbulkan kerugian besar apabila terjadi insiden kebakaran. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan pelaku UMKM dalam mengenali potensi bahaya kebakaran, memahami langkah-langkah pencegahannya, serta mengetahui cara penggunaan APAR secara tepat. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi menggunakan media poster yang disertai evaluasi melalui pre-test dan post-test. Metode kegiatan meliputi penyuluhan materi, diskusi interaktif, serta pengisian instrumen evaluasi oleh 27 peserta. Hasil pre-test menunjukkan sebagian besar peserta berada pada kategori pengetahuan kurang, sedangkan setelah sosialisasi terjadi peningkatan signifikan, yaitu 56% peserta masuk kategori sangat baik dan 44% kategori baik. Hal ini membuktikan bahwa metode sosialisasi sederhana menggunakan media poster efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan pelaku UMKM terhadap risiko kebakaran.

Kegiatan sosialisasi bahaya kebakaran di sektor UMKM Desa Kemiri Mojokerto menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta setelah dilakukan edukasi.Hasil kegiatan memperlihatkan bahwa sebelum sosialisasi, mayoritas peserta memiliki pengetahuan yang kurang, namun setelah sosialisasi, mayoritas peserta menunjukkan pemahaman yang baik dan sangat baik.Hal ini membuktikan efektivitas sosialisasi sederhana menggunakan media poster dalam meningkatkan kesadaran pelaku UMKM terhadap potensi bahaya kebakaran dan langkah pencegahannya.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesiapsiagaan pelaku UMKM terhadap risiko kebakaran, seperti karakteristik usaha, tingkat pendidikan, dan pengalaman kerja. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pelatihan penggunaan APAR yang lebih interaktif dan aplikatif, dengan mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik pelaku UMKM. Ketiga, penting untuk mengkaji efektivitas berbagai jenis media komunikasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya kebakaran, termasuk penggunaan media sosial, video edukasi, dan simulasi kebakaran. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran di sektor UMKM, serta meningkatkan keselamatan dan kelangsungan usaha.

  1. Sosialisasi Penanggulangan Kebakaran di Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru | Jurnal... doi.org/10.54082/jamsi.243Sosialisasi Penanggulangan Kebakaran di Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru Jurnal doi 10 54082 jamsi 243
  2. Sosialisasi Bahaya Kebakaran Dan Tata Cara Penanggulangannya | Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI. sosialisasi... ejurnal.umri.ac.id/index.php/PengabdianUMRI/article/view/7247Sosialisasi Bahaya Kebakaran Dan Tata Cara Penanggulangannya Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI sosialisasi ejurnal umri ac index php PengabdianUMRI article view 7247
  3. Promosi GeMa CerMat (Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat) dengan “Tanya 5 O” di SMP... jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/398Promosi GeMa CerMat Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat dengan AuTanya 5 OAy di SMP jurnal pharmaconmw jmpm index php jmpm article view 398
Read online
File size1.23 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test