UNIK KEDIRIUNIK KEDIRI

Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan AgribisnisJurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik peternak sapi perah dan menganalisis inovasi adopsi teknologi inovatif berupa reagent masofilm sebagai teat dipping pada peternakan sapi perah di Desa Kemiri, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Data diperoleh melalui observasi partisipatif dan wawancara langsung dengan 39 peternak anggota KAN Jabung pada Februari–Maret 2020. Penelitian menggunakan data primer dan sekunder, dengan metode observasi partisipatif, wawancara terstruktur menggunakan skala Likert (skor 1‑3), serta dokumentasi. Analisis data menggunakan statistik sederhana dan analisis deskriptif. Hasil menunjukkan mayoritas peternak berusia produktif 25‑38 tahun, lulusan SD, memiliki pengalaman peternakan sekitar 21 tahun, memiliki 11‑15 ekor ternak, dan menggunakan lebih dari dua media untuk memperoleh informasi tentang reagent masofilm. Tingkat adopsi reagent masofilm sebagai teat dipping di desa tersebut sebesar 76,92% dalam kategori cepat, 15,39% sedang, dan 7,69% lambat.

Mayoritas peternak sapi perah berusia 25‑38 tahun, lulusan SD, memiliki pengalaman sekitar 21 tahun, memiliki 11‑15 ekor ternak, dan menggunakan lebih dari dua media untuk memperoleh informasi tentang inovasi reagent masofilm.Tingkat adopsi inovasi tersebut tinggi, dengan 76,92% masuk kategori cepat, 15,39% sedang, dan 7,69% lambat.Diperlukan peningkatan kesadaran dan rasa ingin tahu yang didukung oleh berbagai media informasi, penyuluhan, serta diskusi rutin antar peternak, khususnya melalui KAN Jabung.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji (1) bagaimana variasi saluran komunikasi, seperti media sosial, radio, dan kelompok WhatsApp, memengaruhi percepatan adopsi inovasi reagent masofilm di kalangan peternak; pertanyaan penelitian: saluran komunikasi mana yang paling efektif meningkatkan tingkat adopsi cepat? (2) melakukan studi longitudinal untuk menilai dampak jangka panjang penggunaan reagent masofilm terhadap kualitas susu dan frekuensi kambuh mastitis selama beberapa siklus laktasi; pertanyaan: apakah penggunaan berkelanjutan reagent masofilm dapat menurunkan tingkat mastitis dan meningkatkan kandungan protein serta lemak susu? (3) melakukan analisis biaya‑manfaat komparatif antara reagent masofilm dan bahan tradisional (iodin, klorheksidin) dengan memperhitungkan biaya produksi, pendapatan peternak, dan keberlanjutan lingkungan; pertanyaan: sejauh mana reagent masofilm memberikan keuntungan ekonomi dan ekologis dibandingkan alternatif konvensional? Ketiga arah studi ini diharapkan memberikan wawasan lebih mendalam bagi pembuat kebijakan dan penyuluh untuk mengoptimalkan strategi penyebaran teknologi dan meningkatkan kesejahteraan peternak.

  1. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT ADOPSI PETERNAK TERHADAP POLA KEMITRAAN AYAM RAS PEDAGING DI... doi.org/10.24843/MIP.2019.v22.i01.p06FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT ADOPSI PETERNAK TERHADAP POLA KEMITRAAN AYAM RAS PEDAGING DI doi 10 24843 MIP 2019 v22 i01 p06
  2. Pengaruh Teat Dip dan Suplemen Temulawak terhadap Tingkat Peradangan Ambing Sapi Mastitis Subklinis |... doi.org/10.29244/avi.8.2.65-70Pengaruh Teat Dip dan Suplemen Temulawak terhadap Tingkat Peradangan Ambing Sapi Mastitis Subklinis doi 10 29244 avi 8 2 65 70
  3. PENGARUH SUHU AIR PENCUCIAN AMBING DAN TEAT DIPPING TERHADAP JUMLAH PRODUKSI, KUALITAS DAN JUMLAH SEL... journal.ugm.ac.id/buletinpeternakan/article/view/8785PENGARUH SUHU AIR PENCUCIAN AMBING DAN TEAT DIPPING TERHADAP JUMLAH PRODUKSI KUALITAS DAN JUMLAH SEL journal ugm ac buletinpeternakan article view 8785
Read online
File size264.52 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test