ELTAORGANIZATIONELTAORGANIZATION
Journal of Applied LinguisticsJournal of Applied LinguisticsKomunikasi yang efektif merupakan persyaratan mendasar dalam operasi maritim, di mana kejelasan dan akurasi sangat penting untuk memastikan keselamatan di laut. Salah satu elemen kunci yang mendukung tujuan ini adalah Alfabet Maritim, juga dikenal sebagai Alfabet fonetik NATO, yang menstandarkan komunikasi lisan di antara pelaut dari berbagai latar belakang linguistik. Tinjauan literatur ini mengkaji peran Alfabet Maritim dalam pembelajaran bahasa Inggris dalam konteks pendidikan maritim. Tinjauan ini menganalisis 20 sumber terpilih, termasuk artikel jurnal peer-review, konvensi dan pedoman Organisasi Maritim Internasional (IMO), dan buku teks Bahasa Inggris Maritim yang diterbitkan antara tahun 2015 dan 2024, dengan mengacu pada kerangka pedagogis dalam Bahasa Inggris untuk Tujuan Spesifik (ESP) dan Bahasa Inggris Maritim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengintegrasikan Alfabet Maritim ke dalam instruksi mendengarkan Maritim meningkatkan akurasi pengucapan, pemahaman Bahasa Inggris, dan kepercayaan diri peserta didik dalam komunikasi lisan. Selain itu, integrasinya dengan Frasa Komunikasi Maritim Standar (SMCP) mendukung pengembangan kompetensi komunikatif internasional maritim profesional yang dibutuhkan oleh standar. Literatur ini juga menyoroti bahwa pendekatan pembelajaran berbasis simulasi, berorientasi tugas, dan blended secara signifikan meningkatkan keterlibatan dan kinerja komunikasi praktis kadet. Meskipun terdapat manfaat ini, tantangan tetap ada, termasuk kesulitan pengucapan yang persisten di kalangan penutur non-asli, paparan terbatas pada konteks komunikasi otentik, dan sumber daya instruksional yang tidak memadai. Secara keseluruhan, tinjauan ini menggarisbawahi Alfabet Maritim sebagai komponen inti pedagogi Bahasa Inggris Maritim, berkontribusi pada pengembangan kompetensi komunikatif terstandarisasi yang penting untuk keselamatan dan profesionalisme dalam pendidikan maritim.
Tinjauan ini menyoroti pentingnya Alfabet Maritim dalam pendidikan Bahasa Inggris Maritim, yang berkontribusi pada pengembangan kompetensi komunikasi terstandarisasi yang penting untuk keselamatan dan profesionalisme.Integrasi Alfabet Maritim ke dalam instruksi mendengarkan dan praktik komunikasi berbasis simulasi terbukti meningkatkan akurasi pengucapan dan kepercayaan diri peserta didik.Meskipun terdapat manfaat ini, tantangan seperti kesulitan pengucapan dan kurangnya sumber daya instruksional tetap ada, yang memerlukan pengembangan strategi pengajaran yang lebih efektif dan terstandarisasi.
Berdasarkan temuan ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur secara empiris dampak berbagai metode pengajaran Alfabet Maritim terhadap akurasi pengucapan dan pemahaman lisan peserta didik. Kedua, studi kualitatif dapat mengeksplorasi pengalaman dan persepsi peserta didik dan instruktur terkait tantangan dan manfaat integrasi Alfabet Maritim dalam kurikulum Bahasa Inggris Maritim. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan sumber daya instruksional yang inovatif dan interaktif, seperti aplikasi seluler atau platform pembelajaran daring, untuk mendukung pembelajaran Alfabet Maritim yang lebih efektif dan menarik. Pengembangan sumber daya ini dapat mencakup latihan pengucapan interaktif, simulasi radio komunikasi, dan umpan balik otomatis untuk meningkatkan akurasi dan kepercayaan diri peserta didik.
| File size | 299.51 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
LITERASIKITAINDONESIALITERASIKITAINDONESIA Selain itu, memberikan nasehat dengan singkat namun padat, serta memberikan kabar gembira dan ucapan selamat dengan kebaikan, juga merupakan bagian dariSelain itu, memberikan nasehat dengan singkat namun padat, serta memberikan kabar gembira dan ucapan selamat dengan kebaikan, juga merupakan bagian dari
JELEJELE Pengalaman belajar mata pelajaran bahasa Inggris dirasa belum cukup memadai untuk memungkinkan para pembelajar menggunakan bahasa Inggris secara lisan.Pengalaman belajar mata pelajaran bahasa Inggris dirasa belum cukup memadai untuk memungkinkan para pembelajar menggunakan bahasa Inggris secara lisan.
AFEKSIAFEKSI Namun terdapat ketidakkonsistenan, terutama pada penggunaan gaya bahasa yang terlalu santai kepada dosen serta perilaku nonverbal seperti memotong pembicaraan,Namun terdapat ketidakkonsistenan, terutama pada penggunaan gaya bahasa yang terlalu santai kepada dosen serta perilaku nonverbal seperti memotong pembicaraan,
SGTSGT Studi ini dimotivasi oleh kesenjangan penelitian yang teridentifikasi: meskipun penggunaannya meluas, masih kurang analisis mendalam tentang organisasiStudi ini dimotivasi oleh kesenjangan penelitian yang teridentifikasi: meskipun penggunaannya meluas, masih kurang analisis mendalam tentang organisasi
STIQISYKARIMASTIQISYKARIMA The concept of integration is built by combining religious education and general education in one curriculum. The subjects and coaching activities presentedThe concept of integration is built by combining religious education and general education in one curriculum. The subjects and coaching activities presented
BUMIGORABUMIGORA Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif di mana peneliti menganalisis kesalahan linguistik dalam teks bahasa IndonesiaMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif di mana peneliti menganalisis kesalahan linguistik dalam teks bahasa Indonesia
STIBAIEC JAKARTASTIBAIEC JAKARTA Karena dongeng menyediakan unsur‑unsur tersebut, dongeng sangat bermanfaat untuk digunakan dalam program pengajaran EFL, terutama bagi pembelajar muda.Karena dongeng menyediakan unsur‑unsur tersebut, dongeng sangat bermanfaat untuk digunakan dalam program pengajaran EFL, terutama bagi pembelajar muda.
STIBAIEC JAKARTASTIBAIEC JAKARTA Penelitian yang dilakukan di STIBA IEC Jakarta menyelidiki pentingnya penerapan drama dan budaya dalam Kelas Speaking bagi mahasiswa semester dua padaPenelitian yang dilakukan di STIBA IEC Jakarta menyelidiki pentingnya penerapan drama dan budaya dalam Kelas Speaking bagi mahasiswa semester dua pada
Useful /
AFEKSIAFEKSI Studi ini bertujuan menganalisis kebutuhan belajar mahasiswa bisnis dalam konteks English for Specific Purposes (ESP) dengan pendekatan deskriptif kualitatif.Studi ini bertujuan menganalisis kebutuhan belajar mahasiswa bisnis dalam konteks English for Specific Purposes (ESP) dengan pendekatan deskriptif kualitatif.
AFEKSIAFEKSI Pengembangan nilai-nilai moderasi beragama di lingkungan sekolah merupakan kebutuhan mendesak di Indonesia, yang memiliki keragaman ras, suku, budaya,Pengembangan nilai-nilai moderasi beragama di lingkungan sekolah merupakan kebutuhan mendesak di Indonesia, yang memiliki keragaman ras, suku, budaya,
BUMIGORABUMIGORA Analisis menunjukkan kehadiran empat jenis struktur kalimat: kalimat sederhana, kalimat majemuk, kalimat kompleks, dan kalimat majemuk-kompleks. Film TheAnalisis menunjukkan kehadiran empat jenis struktur kalimat: kalimat sederhana, kalimat majemuk, kalimat kompleks, dan kalimat majemuk-kompleks. Film The
BUMIGORABUMIGORA Gregor Samsas alienation is deeply rooted in his societal role and familial dynamics, exacerbated by his physical transformation. The study reveals howGregor Samsas alienation is deeply rooted in his societal role and familial dynamics, exacerbated by his physical transformation. The study reveals how