RCIPUBLISHERRCIPUBLISHER

Indonesian Journal of Health and MedicalIndonesian Journal of Health and Medical

Latar Belakang: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran karakteristik, mengidentifikasi penerapan teknik fisioterapi dada, dan menganalisis perbedaan hasil teknik fisioterapi dada pada anak dengan bronkopneumonia. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 2 anak dengan usia berbeda, yaitu 8 bulan dan 21 bulan, yang didiagnosis dengan bronkopneumonia. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya perbedaan respon sebelum dan sesudah intervensi pada kedua subjek. Waktu pemberian intervensi berbeda antara subjek 1 (6 hari) dan subjek 2 (7 hari). Hasil rata-rata penerapan fisioterapi dada pada subjek 1 dan 2 sebelum tindakan tidak menunjukkan perbaikan pada aspek yang dinilai. Setelah tindakan, terjadi perbaikan pada aspek yang dinilai dalam batas normal, kecuali pada subjek 2 yang masih mengalami sekret dan batuk. Perubahan pada aspek yang dinilai pada subjek 1 terjadi pada hari kedua, sedangkan pada subjek 2 terjadi pada hari ketiga. Kesimpulan: Penerapan fisioterapi dada pada anak dapat memberikan perbaikan pada status suhu, nadi, respirasi, SaO2, ronkhi, sekret, dan batuk dalam batas normal. Saran: Hasil penelitian mengenai fisioterapi dada pada anak dengan gangguan sistem pernapasan, khususnya bronkopneumonia, dapat dijadikan referensi pengetahuan tindakan yang dilakukan secara mandiri.

Penerapan fisioterapi dada pada anak dengan bronkopneumonia menunjukkan adanya perbaikan pada tanda-tanda vital dan keluhan pernapasan.Kedua subjek penelitian mengalami perubahan positif setelah intervensi, meskipun terdapat perbedaan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai perbaikan.Penelitian ini mengindikasikan bahwa fisioterapi dada dapat menjadi intervensi yang efektif dalam mengatasi gangguan pernapasan pada anak dengan bronkopneumonia.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah subjek yang lebih besar dan desain penelitian yang lebih terkontrol, seperti studi kuasi-eksperimen, untuk menguji efektivitas fisioterapi dada secara lebih komprehensif. Kedua, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh kombinasi fisioterapi dada dengan modalitas terapi lain, seperti pemberian oksigen atau nebulisasi, terhadap perbaikan kondisi pasien. Ketiga, penting untuk meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi respon pasien terhadap fisioterapi dada, seperti usia, tingkat keparahan penyakit, dan tingkat partisipasi orang tua, untuk mengoptimalkan penerapan intervensi ini. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti ilmiah yang lebih kuat untuk mendukung penggunaan fisioterapi dada sebagai bagian integral dari penanganan bronkopneumonia pada anak, serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi anak-anak yang menderita gangguan pernapasan.

Read online
File size664.83 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test