STIE MUTTAQIENSTIE MUTTAQIEN

Eqien - Jurnal Ekonomi dan BisnisEqien - Jurnal Ekonomi dan Bisnis

Dalam kegiatan distribusi, keputusan dalam memilih rute kendaraan mempengaruhi efektifitas jarak, biaya perjalanan, jumlah kendaraan yang harus digunakan serta faktor-faktor lain sehingga didapatkan keuntungan yang optimal sekaligus mengurangi biaya pendistribusian. Masalah ini menjadi permasalahan bagi setiap perusahaan semakin luas wilayah pemasaran yang dimiliki perusahaan maka semakin banyak permasalahan yang timbul. Penempatan persediaan pada setiap lokasi perlu diperhatikan dan ditangani dengan baik agar persediaan dapat optimal atau melakukan penyimpanan yang terlalu besar. (Ong, J O. & Saraka, A., 2013). Salah satu permasalahan transportasi adalah Vehicle Routing Problem (VRP) yang diperkenalkan pertama kali oleh Dantzig dan Ramzer pada tahun 1959 yang memegang peranan penting dalam pengaturan distribusi dan menjadi salah satu masalah yang dipelajari secara luas. VRP merupakan permasalahan distribusi yang mencari sejumlah kendaraan dengan kapasitas tertentu dari satu atau lebih depot untuk melayani konsumen.( Aliyuddin A. et al, 2017). Penggunaan VRP meningkat sebagai inti masalah dalam bidang transportasi, distribusi dan logistik. Dalam beberapa sektor pasar, transportasi sangat berpengaruh pada harga barang yang ditetapkan. Oleh karena itu, penggunaan metode transportasi umumnya menghaslkan kontribusi yang siginifkan terhadap totla biaya, mulai dari 5% sampai 20%. (Prana, AR. 2007).

Total jarak rute transpostasi pendistribusian pada rute awal perusahaan sebesar 2233.Dengan metode Saving Matriks yang dilanjutkan dengan sub metode Nearest Insert, meminimalkan rute distribusi dari 19 sub rute menjadi 15 sub rute.Dengan menggunakan sub metode Nearest Insert diperoleh jarak paling minimum yaitu 431.42 % jarak rute awal dan lebih hemat Rp 689.

Berdasarkan penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: . . 1. Mengembangkan metode Saving Matrix dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain selain jarak, seperti waktu tempuh dan kapasitas kendaraan, untuk mendapatkan solusi yang lebih optimal dalam merancang rute distribusi.. . 2. Menganalisis dampak penggunaan metode Saving Matrix terhadap efisiensi biaya transportasi secara keseluruhan, termasuk biaya bahan bakar, biaya operasional kendaraan, dan biaya tenaga kerja, serta membandingkan hasilnya dengan metode-metode alternatif.. . 3. Melakukan studi kasus lebih lanjut pada perusahaan-perusahaan dengan karakteristik distribusi yang berbeda, seperti perusahaan dengan wilayah distribusi yang lebih luas atau perusahaan dengan produk yang memiliki karakteristik khusus (misalnya produk yang membutuhkan pengiriman cepat atau produk yang rentan terhadap kerusakan), untuk mengeksplorasi efektivitas metode Saving Matrix dalam berbagai skenario.

Read online
File size562.01 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test