WIDYAAGAPEWIDYAAGAPE

QUAERENS: Journal of Theology and Christianity StudiesQUAERENS: Journal of Theology and Christianity Studies

Pandangan Paulus tentang perempuan dalam 1 Korintus 11:2-16 telah memicu debat yang kuat di antara para ilmuwan dan teolog selama bertahun-tahun. Banyak yang telah melakukan eksesis terhadap teks ini dengan tema Agenda Feminis. Selain itu, ada banyak prasangka budaya abad ke-21 yang mengabaikan lingkungan budaya di mana Paulus menulis. Artikel ini akan mengeksplorasi 1 Korintus 11:12-16 dalam konteks Agenda Feminis yang telah memicu debat panas bahkan dari kedua jenis kelamin. Para chauvinis laki-laki selalu berargumen menentang ketidaksetaraan kedua jenis kelamin dengan perempuan yang tertindas. Hal ini menjadi lebih mengkhawatirkan jika argumen mereka dibenarkan menggunakan kitab suci. Gereja abad ini telah mencoba menyelesaikan masalah laki-laki dan perempuan melalui pelayanan yang terdiri hanya dari laki-laki. Ini tidak lagi cukup untuk menyelamatkan dunia saat ini daripada pelayanan yang sepenuhnya feminin. Suara feminis dan yang serupa akan menentukan nada presentasi ini, yang secara sederhana menunjukkan adanya permintaan untuk pendekatan perempuan terhadap urusan mereka sendiri yang harus diungkapkan, dikendalikan, dan dipertahankan oleh mereka. Saya membuat kontribusi ini dengan melihat secara mendalam teks tersebut untuk memberikan saran dan rekomendasi bagi gereja modern.

Pandangan Paulus tentang perempuan dalam 1 Korintus 11.2-16 telah memicu debat yang kuat di kalangan ilmuwan dan teolog.Banyak yang telah melakukan eksesis terhadap teks ini dengan tema Agenda Feminis.Para chauvinis laki-laki selalu berargumen menentang ketidaksetaraan kedua jenis kelamin dengan perempuan yang tertindas.Gereja abad ini telah mencoba menyelesaikan masalah laki-laki dan perempuan melalui pelayanan yang terdiri hanya dari laki-laki.Namun, hal ini tidak cukup untuk menyelamatkan dunia saat ini.Suara feminis dan yang serupa menunjukkan adanya permintaan untuk pendekatan perempuan terhadap urusan mereka sendiri.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, beberapa ide penelitian baru dapat dikembangkan. Pertama, penelitian tentang dampak konteks budaya terhadap interpretasi teks-kitab suci dalam perspektif gender. Kedua, analisis peran perempuan dalam komunitas Kristen awal untuk memahami dinamika kekuasaan dan partisipasi. Ketiga, eksplorasi peran perempuan dalam kepemimpinan gereja modern dengan fokus pada kesetaraan dan inklusivitas. Penelitian ini dapat mengembangkan pendekatan kritis terhadap teks-teks kuno dan memperluas wacana tentang gender dalam konteks kekristenan.

  1. FEMINIST AGENDA | QUAERENS: Journal of Theology and Christianity Studies. feminist agenda quaerens journal... doi.org/10.46362/quaerens.v7i1.240FEMINIST AGENDA QUAERENS Journal of Theology and Christianity Studies feminist agenda quaerens journal doi 10 46362 quaerens v7i1 240
Read online
File size314.39 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test