STIKES YRSDSSTIKES YRSDS

Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. SoetomoJurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo

Merokok menjadi salah satu faktor penurunan fungsi paru, terutama pada remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara derajat merokok dengan hasil arus puncak ekspirasi pada remaja. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah perokok dengan tingkat ringan (97,3%), dan distribusi nilai arus puncak ekspirasi terbanyak berada di zona hijau (43,2%). Uji Chi-Square memperlihatkan adanya hubungan signifikan antara intensitas merokok dan nilai arus puncak ekspirasi (p=0,018). Penelitian ini menegaskan bahwa semakin tinggi tingkat merokok, semakin besar risiko penurunan fungsi paru pada remaja.

Penelitian menunjukkan adanya keterkaitan yang bermakna antara tingkat merokok dan aliran ekspirasi puncak pada remaja.Semakin tinggi derajat merokok, semakin besar risiko penurunan fungsi paru-paru.Sebagian besar responden adalah perokok ringan, dan mayoritas memiliki nilai APE di zona hijau.Namun, beberapa orang berada di zona kuning dan merah.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak paparan asap rokok pasif terhadap fungsi paru remaja, karena 79,7% responden dalam penelitian ini memiliki orang tua perokok. Selain itu, perlu diteliti pengaruh penggunaan rokok elektrik terhadap nilai arus puncak ekspirasi, mengingat penelitian sebelumnya sering kali tidak memasukkan kategori ini. Penelitian juga dapat mengkaji efektivitas program edukasi anti-rokok di sekolah dalam mengurangi kebiasaan merokok, terutama dengan pendekatan yang melibatkan partisipasi aktif siswa. Dengan memperluas sampel ke perempuan dan daerah lain, hasil penelitian akan lebih representatif. Penelitian lebih lanjut juga perlu menggabungkan pengukuran APE dengan indikator kesehatan mental remaja untuk memahami hubungan antara stres dan kebiasaan merokok. Penggunaan teknologi seperti aplikasi mobile untuk pemantauan rutin APE juga bisa dieksplorasi sebagai metode pengumpulan data yang lebih akurat. Penelitian tentang peran faktor sosial ekonomi dalam menentukan intensitas merokok di kalangan remaja juga relevan. Studi lanjutan dapat membandingkan efek rokok konvensional dengan rokok elektrik pada fungsi paru remaja. Perlu juga diteliti korelasi antara frekuensi merokok dan tingkat aktivitas fisik remaja, karena aktivitas fisik berpengaruh pada kapasitas paru. Terakhir, penelitian tentang efektivitas intervensi kesehatan di sekolah dalam meningkatkan kesadaran akan bahaya merokok pada remaja sangat diperlukan.

  1. Study of peak expiratory flow rate in young smokers in community | International Journal Of Community... doi.org/10.18203/2394-6040.ijcmph20220255Study of peak expiratory flow rate in young smokers in community International Journal Of Community doi 10 18203 2394 6040 ijcmph20220255
  2. Pediatric Practice and Research » Submission » Ergenlerde, aktif ve pasif sigara içiminin... doi.org/10.21765/pprjournal.886067Pediatric Practice and Research A Submission A Ergenlerde aktif ve pasif sigara iyiminin doi 10 21765 pprjournal 886067
  3. Cigarette smoke exposure and alveolar macrophages: mechanisms for lung disease | Thorax. cigarette smoke... thorax.bmj.com/content/77/1/94Cigarette smoke exposure and alveolar macrophages mechanisms for lung disease Thorax cigarette smoke thorax bmj content 77 1 94
  4. Pengetahuan dan Perilaku Merokok Pelajar Sekolah Menengah Pertama | Suhta | Jurnal Manajemen Kesehatan... doi.org/10.29241/jmk.v4i1.101Pengetahuan dan Perilaku Merokok Pelajar Sekolah Menengah Pertama Suhta Jurnal Manajemen Kesehatan doi 10 29241 jmk v4i1 101
Read online
File size938.87 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test