UMJ PremiumUMJ Premium

KonstruksiaKonstruksia

Beton merupakan material yang umum digunakan untuk Struktur. Hal ini disebabkan karena Beton mempunyai banyak keunggulan jika dibandingkan dengan bahan bangunan lainnya. Namun demikian beton memiliki salah satu kelemahan yaitu berat jenisnya cukup tinggi sehingga beban mati pada suatu struktur menjadi besar. Beberapa metode dapat digunakan untuk mengurangi berat jenis beton ini, diantaranya adalah dengan memakai agregat ringan. Salah satu metode untuk menjadikan Beton ringan adalah dengan penambahan bahan limbah Styrofoam. Namun pengurangan berat jenis ini tidak diikuti dengan penambahan kuat tekan Beton, sehingga sampai saat ini beton ringan dengan menggunakan styrofoam hanya dipakai untuk bagian non Struktur. Untuk maksud tersebut, maka penelitian ini dibuat untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Styrofoam sebagai pengganti agregat kasar pada Beton Normal dengan persentase penambahan Styrofoam sebesar 1%, 2% dan 3% dari berat campuran Beton Normal. Hasil penelitian yang dilakukan didapat bahwa pada penambahan 1% stryofoam akan menurunkan berat volume beton rata-rata sebesar 12% dengan rincian campuran 1% (turun 13%) , 2% (turun 22%) , 3% (turun 32%). Selain hal tersebut penambahan stryofoam pada beton menurunkan kuat tekan beton normal. Untuk penambahan Styrofoamsebesar 1% terjadi penurunan 54%, 2% sebesar 57% dan 3% sebesar 87%.

Penambahan Styrofoam sebagai pengganti agregat kasar pada beton secara konsisten menurunkan kuat tekan dan berat volume beton.Semakin besar persentase Styrofoam yang ditambahkan, semakin signifikan penurunan kedua properti tersebut.Menariknya, penurunan kuat tekan beton normal akibat penambahan Styrofoam tidak bersifat linier, melainkan mengikuti pola persamaan garis lengkung tertentu.

Meskipun penelitian ini telah menunjukkan potensi Styrofoam dalam mengurangi berat beton, tantangan utama adalah penurunan signifikan pada kuat tekannya. Oleh karena itu, salah satu arah penelitian lanjutan yang sangat penting adalah mencari cara untuk meningkatkan kekuatan beton Styrofoam tanpa mengorbankan sifat ringannya secara berlebihan. Misalnya, bisa dipertimbangkan untuk menguji berbagai jenis bahan tambahan penguat, seperti serat baja, serat polipropilena, atau serat alami, yang mungkin dapat membantu meningkatkan ikatan internal dalam matriks beton dan mengurangi efek negatif Styrofoam terhadap kuat tekan, atau mengeksplorasi metode perlakuan awal pada Styrofoam, seperti pelapisan permukaannya dengan bahan tertentu, untuk memperbaiki daya rekatnya dengan pasta semen dan meminimalkan pembentukan rongga udara. Selain itu, karena Styrofoam adalah limbah yang memiliki banyak variasi bentuk dan kepadatan, penelitian di masa depan dapat menyelidiki pengaruh penggunaan Styrofoam dalam bentuk atau ukuran yang berbeda dari yang diuji saat ini, misalnya butiran yang lebih seragam atau Styrofoam yang telah diproses ulang menjadi bentuk tertentu, untuk memahami apakah ini akan memberikan karakteristik beton yang berbeda, terutama dalam hal distribusi tegangan dan kuat tekan. Memahami variasi ini bisa membuka potensi baru dalam pemanfaatan limbah Styrofoam. Terakhir, karena studi ini berfokus pada sifat fisik dan kuat tekan awal, untuk pemanfaatan praktis dalam konstruksi, sangat krusial untuk memahami sifat jangka panjang dari beton Styrofoam. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dapat diarahkan pada pengujian durabilitas, misalnya ketahanan terhadap siklus pembasahan-pengeringan, beku-leleh, serta sifat insulasi termal dan akustik, dan juga evaluasi mengenai ketahanan api. Dengan demikian, kita bisa mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif tentang kelayakan beton Styrofoam untuk aplikasi struktural atau non-struktural yang lebih luas, memberikan solusi inovatif untuk masalah limbah dan kebutuhan material bangunan ringan.

Read online
File size316.24 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test