LAAROIBALAAROIBA

Reslaj : Religion Education Social Laa Roiba JournalReslaj : Religion Education Social Laa Roiba Journal

Membentuk karakter mandiri pada santri merupakan tugas yang menantang karena mereka terbiasa menerima perhatian dan bergantung pada orang tua, yang dapat mengakibatkan mereka menjadi manja dan malas ketika memasuki lingkungan pesantren. Oleh karena itu, sangat penting untuk memiliki manajemen kurikulum yang efektif untuk mendorong pengembangan karakter mandiri siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji implementasi manajemen kurikulum di Pondok Pesantren Modern Primago dan strategi yang digunakan untuk membentuk karakter kemandirian santri. Pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif digunakan, dan data dikumpulkan melalui deskripsi dan ilustrasi. Temuan mengungkapkan bahwa manajemen kurikulum pesantren sangat terkait dengan fungsi manajemen yang dikenal sebagai POAC: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Fungsi-fungsi tersebut telah berhasil diimplementasikan di Pondok Pesantren Modern Primago. Selain itu, upaya untuk menumbuhkan karakter kemandirian siswa di sekolah meliputi program-program seperti budidaya ikan dan kewirausahaan, serta penanaman kebiasaan yang mendorong siswa untuk melakukan berbagai kegiatan secara mandiri sambil diawasi secara ketat oleh pengasuh pondok. Implikasinya, pengembangan karakter mandiri ini akan membekali santri dengan keterampilan dan kualitas yang berharga untuk kehidupannya di masa mendatang di luar lingkungan pesantren, sehingga menjadi pribadi yang mandiri.

Kesimpulan dari tulisan ini adalah bahwa manajemen kurikulum memiliki peran yang tak terpisahkan, terutama dalam konteks manajemen kurikulum pesantren.Manajemen kurikulum pesantren melibatkan fungsi-fungsi manajemen yang dikenal sebagai POAC, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi.Dalam pelaksanaan manajemen kurikulum, perlu adanya perencanaan yang matang yang didukung oleh pengorganisasian yang tepat.Prioritas ditetapkan dalam implementasi kurikulum, sumber daya di pondok pesantren dimanfaatkan secara efektif, dan evaluasi dilakukan untuk memastikan pencapaian tujuan kurikulum.Selain itu, dalam usaha membentuk karakter mandiri santri, penting untuk melibatkan mereka dalam melakukan aktivitas sendiri dengan pengawasan yang ketat dari pengasuh pondok pesantren.Karakter mandiri ini sangat penting bagi santri ketika mereka menghadapi situasi di luar pondok pesantren dan tidak lagi bergantung pada keluarga ketika mereka dewasa.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada pengembangan model manajemen kurikulum pesantren yang lebih komprehensif dan sistematis. Model ini dapat mencakup aspek-aspek seperti perencanaan strategis, pengorganisasian sumber daya, implementasi kurikulum yang efektif, dan evaluasi berkelanjutan. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi strategi-strategi inovatif dalam membentuk karakter mandiri santri, seperti program-program kewirausahaan dan budidaya ikan yang telah diterapkan di Pondok Pesantren Modern Primago. Studi lanjutan juga dapat menyelidiki dampak jangka panjang dari manajemen kurikulum pesantren terhadap perkembangan karakter santri dan keberhasilan mereka dalam kehidupan pasca-pesantren. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada perbaikan manajemen kurikulum pesantren dan pembentukan karakter santri yang mandiri dan bertanggung jawab.

Read online
File size140.3 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test