PAYUNGIPAYUNGI

International Journal of Community Engagement PayungiInternational Journal of Community Engagement Payungi

TPQ (Taman Pendidikan Al‑Quran) merupakan lembaga pendidikan non‑formal Islam yang bertujuan mengajarkan membaca Al‑Quran serta dasar‑dasar agama kepada anak‑anak. Pada TPQ An‑Nuriyah, siswa menunjukkan energi positif yang tinggi namun kemampuan menghafal dan kepercayaan diri masih perlu ditingkatkan. Kekurangan saluran yang tepat untuk menyalurkan energi tersebut dapat menyebabkan perilaku kurang produktif. Untuk mengatasi hal ini dan mengembangkan bakat serta meningkatkan kepercayaan diri anak, pelatihan Master of Ceremony (MC) dan Dai dianggap efektif. MC melatih kemampuan berbicara di depan umum dan keterampilan mental, sedangkan Dai mengajarkan cara menyampaikan kebaikan dan memahami ajaran Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan Service‑Learning (SLA) yang mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan kontribusi praktis kepada masyarakat. Hasil menunjukkan bahwa pelatihan MC dan Dai dapat mengembangkan bakat, meningkatkan kepercayaan diri, dan memperbaiki karakter siswa TPQ An‑Nuriyah.

Pelatihan MC dan Dai terbukti dapat mengembangkan bakat serta meningkatkan kepercayaan diri siswa TPQ An‑Nuriyah.Selain menguasai materi, peserta juga memperoleh strategi mengatasi rasa gugup saat berbicara di depan umum, yang berkontribusi pada perbaikan karakter mereka.Pelatihan ini mendapat respons positif dari guru, orang tua, dan masyarakat sekitar, menegaskan dampak positifnya.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki efektivitas jangka panjang pelatihan MC dan Dai terhadap perkembangan akademik dan sosial anak, dengan mengukur perubahan prestasi belajar serta keterlibatan komunitas selama satu hingga dua tahun pasca‑intervensi. Penelitian lain dapat membandingkan pendekatan Service‑Learning dengan model pelatihan tradisional dalam konteks TPQ, untuk mengevaluasi perbedaan kontribusi terhadap motivasi sukarela dan rasa memiliki di antara peserta. Selain itu, studi kualitatif dapat mengeksplorasi persepsi orang tua dan guru terhadap perubahan karakter anak setelah pelatihan, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung atau penghalang dalam penerapan strategi mengatasi gugup dalam situasi publik. Penelitian juga dapat menguji integrasi teknologi digital, seperti aplikasi pembelajaran berbasis video, dalam meningkatkan keterampilan MC dan Dai, sehingga memperluas akses bagi TPQ di daerah terpencil. Akhirnya, penelitian lintas‑kultural dapat menilai adaptasi modul pelatihan ini pada konteks pendidikan non‑Islam di lingkungan multikultural, untuk memahami transferabilitas metodologi dalam meningkatkan kepercayaan diri remaja secara umum.

  1. Implementasi Tata Laksana Pedoman Master of Ceremony (MC) bagi siswa-siswi Sekolah Dasar: Pelatihan MC... doi.org/10.36085/jams.v3i2.5290Implementasi Tata Laksana Pedoman Master of Ceremony MC bagi siswa siswi Sekolah Dasar Pelatihan MC doi 10 36085 jams v3i2 5290
  2. Pendampingan Pelatihan Speakerpreneur dan MC | Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas... doi.org/10.33479/senampengmas.2021.1.1.98-105Pendampingan Pelatihan Speakerpreneur dan MC Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas doi 10 33479 senampengmas 2021 1 1 98 105
Read online
File size365.29 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test