UM SURABAYAUM SURABAYA

Jurnal Justisia Ekonomika: Magister Hukum Ekonomi SyariahJurnal Justisia Ekonomika: Magister Hukum Ekonomi Syariah

Post-merger integration will definitely bring up new dynamics or problems in aspects of corporate culture and human resources. The clash of organizational culture conflicts is a critical factor that determines the success or failure of a merger process, therefore, the topic of organizational culture is an important one to study because, from here, the identity of a business organization will be revealed. Implementation of a good organizational culture will definitely be directly proportional to sharia compliance. Two years after the merger, Bank Sharia Indonesia has shown a positive trend towards the companys performance. The problem of this research can be formulated as follows: how is the strategy of Bank Sharia Indonesia in harmonizing organizational culture clashes during mergers, how is the implementation of sharia values (sharia compliance), and how is the review of maqâsid al-syarîah in both of these? This study aims to determine the strategy of Bank Sharia Indonesia in harmonizing organizational culture clashes that arise during a merger and how it is implemented in adherence to sharia values. The method used in this research is descriptive-qualitative with a case study approach. The results of this study found BSI strategies for harmonizing organizational culture. First, the BSI founder created the “AKHLAK work culture, called trustworthy, competent, harmonious, loyal, adaptive, and collaborative, which was applied to all BSI personnel. Secondly, they consolidated before the merger the legal action of the three banks in the merger process; BSI did not lay off any of the HR of the banks participating in the merger.

Dalam mengharmonisasikan budaya organisasi latar belakang berbeda pasca merger, Bank Syariah Indonesia menerapkan strategi sebagai berikut.Pertama, Founder BSI menciptakan budaya organisasi baru dengan menetapkan budaya kerja “AKHLAK, yaitu Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif yang berlaku untuk seluruh Insan BSI.Kedua, Mengkonsolidasikan budaya organisasi baru kepada tiga bank peserta merger sebelum terjadi legal merger sehingga budaya organisasi telah terinternalisasikan baik sebelum merger terjadi.Ketiga, dalam proses merger BSI tidak melakukan PHK terhadap SDM bank peserta merger, seluruh karyawan diintegrasikan untuk membangun budaya organisasi BSI yang baru sehingga meminimalisir potensi terjadinya konflik SDM.Strategi BSI dalam mengintegrasikan budaya organisasi pada saat merger telah sesuai dengan tujuan maqâsid al-syarîah, melindungi agama (hifzu al-dîn) dan melindungi martabat kemanusiaan (hifzu an-nafs).

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat meneliti lebih dalam mengenai efektivitas program AKHLAK dalam meningkatkan kinerja karyawan BSI, dengan mengukur indikator kinerja yang lebih spesifik dan terukur. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi budaya organisasi baru pasca merger, termasuk peran kepemimpinan, komunikasi internal, dan pelatihan. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana penerapan prinsip-prinsip maqâsid al-syarîah dapat lebih diintegrasikan dalam pengambilan keputusan strategis di BSI, khususnya dalam pengembangan produk dan layanan keuangan syariah yang inovatif dan inklusif. Dengan menggali lebih dalam faktor-faktor ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika budaya organisasi di BSI dan memberikan rekomendasi yang lebih relevan untuk meningkatkan kinerja dan mencapai tujuan strategis perusahaan.

Read online
File size375.42 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test