POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG
Journal of Complementary in HealthJournal of Complementary in HealthPerawat sebagai profesional kesehatan dapat berpartisipasi dalam terapi komplementer yang dapat dilakukan pasien secara mandiri, di mana perawat berperan sebagai edukator. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsep keperawatan komplementer alternatif dengan pendekatan teori Dorothea Orem. Metode penelitian adalah studi literatur dengan meninjau dan menganalisis berbagai sumber artikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan asuhan keperawatan komplementer alternatif pada pasien dapat dilakukan secara mandiri sesuai dengan konsep teori Dorothea Orem, dibuktikan dengan adanya terapi akupresur, hipnoterapi, herbal, dan lain sebagainya.
Kualitas asuhan keperawatan sangat dipengaruhi oleh pelayanan yang diberikan perawat dan penerimaan klien.Perawat dapat berpartisipasi dalam terapi komplementer, yang dapat dilakukan pasien secara mandiri tanpa bantuan perawat, dengan peran perawat sebagai edukator dan motivator.Terapi komplementer alternatif yang sesuai dengan konsep teori Dorothea Orem meliputi terapi akupresur (self care deficit), hipnoterapi (nursing system), dan terapi herbal (self care).
Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas berbagai modalitas terapi komplementer secara spesifik pada kondisi penyakit tertentu, dengan mempertimbangkan faktor-faktor individual pasien seperti usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan. Selain itu, perlu dilakukan studi untuk mengembangkan protokol standar penerapan terapi komplementer dalam praktik keperawatan, termasuk panduan edukasi pasien yang komprehensif dan mudah dipahami. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada evaluasi dampak penerapan terapi komplementer terhadap biaya perawatan kesehatan dan kualitas hidup pasien, untuk memberikan bukti ilmiah yang kuat bagi integrasi terapi komplementer ke dalam sistem pelayanan kesehatan yang lebih luas.
| File size | 205.75 KB |
| Pages | 3 |
| DMCA | Report |
Related /
ORLIORLI 9. Sebagian besar pasien adalah rinosinusitis kronis tanpa polip (81%) dengan rerata uji sakarin adalah 7. 1±5. 87, dan mayoritas adalah non polip dan9. Sebagian besar pasien adalah rinosinusitis kronis tanpa polip (81%) dengan rerata uji sakarin adalah 7. 1±5. 87, dan mayoritas adalah non polip dan
OJSSTIKESBANYUWANGIOJSSTIKESBANYUWANGI Salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup, motivasi dan harga diri pasien adalah melalui okupasi terapi berbasis kewirausahaan.Salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup, motivasi dan harga diri pasien adalah melalui okupasi terapi berbasis kewirausahaan.
JURNALBIKESJURNALBIKES Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalahPenelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah
ITSPKUITSPKU Edukasi, Kecemasan, pre operasi. Sectio caesarea (SC), merupakan salah satu jenis pembedahan mayor dimana biasanya membawa beberapa derajat risiko bagiEdukasi, Kecemasan, pre operasi. Sectio caesarea (SC), merupakan salah satu jenis pembedahan mayor dimana biasanya membawa beberapa derajat risiko bagi
POLTEKKESBENGKULUPOLTEKKESBENGKULU Jenis kelamin berhubungan terhadap kualitas hidup pasien Diabetes Mellitus. Oleh karena itu, pihak Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu diharapkan dapatJenis kelamin berhubungan terhadap kualitas hidup pasien Diabetes Mellitus. Oleh karena itu, pihak Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu diharapkan dapat
POLITEKNIKYAKPERMASPOLITEKNIKYAKPERMAS Ditemukan dua tema utama yaitu; (1) Risiko dislokasi setelah operasi patah tulang pinggul Lansia; a) penyebab terjadinya dislokasi patah tulang pinggulDitemukan dua tema utama yaitu; (1) Risiko dislokasi setelah operasi patah tulang pinggul Lansia; a) penyebab terjadinya dislokasi patah tulang pinggul
INDOJOURNALPMRINDOJOURNALPMR 600 hingga 6. 000 kelahiran laki-laki hidup, disebabkan oleh mutasi pada gen dystrophin. Tahap ambulatori awal DMD biasanya ditandai dengan kesulitan berdiri,600 hingga 6. 000 kelahiran laki-laki hidup, disebabkan oleh mutasi pada gen dystrophin. Tahap ambulatori awal DMD biasanya ditandai dengan kesulitan berdiri,
POLTEKKES MATARAMPOLTEKKES MATARAM Kesimpulan menunjukkan bahwa pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi mengalami gangguan nafsu makan, muntah, dan mual yang menyebabkan ketidakseimbanganKesimpulan menunjukkan bahwa pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi mengalami gangguan nafsu makan, muntah, dan mual yang menyebabkan ketidakseimbangan
Useful /
OPENGLOBALSCIOPENGLOBALSCI The results showed that all soap formulas were solid, homogeneous, and organoleptically stable. The pH values of formulas F1, F2, and F3 were within theThe results showed that all soap formulas were solid, homogeneous, and organoleptically stable. The pH values of formulas F1, F2, and F3 were within the
UNAMAUNAMA Pada sebuah perguruan tinggi seperti STIKOM Dinamika Bangsa Jambi yang memang bergerak di bidang pendidikan ilmu komputer, sangat diperlukan untuk mengenalPada sebuah perguruan tinggi seperti STIKOM Dinamika Bangsa Jambi yang memang bergerak di bidang pendidikan ilmu komputer, sangat diperlukan untuk mengenal
ITSPKUITSPKU Hati ayam merupakan salah satu by product yang memiliki kandungan zat gizi yang tinggi. Pada penelitian ini karakteristik mutu tepung hati ayam dipengaruhiHati ayam merupakan salah satu by product yang memiliki kandungan zat gizi yang tinggi. Pada penelitian ini karakteristik mutu tepung hati ayam dipengaruhi
ITSPKUITSPKU Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi kecemasan pre-operasi pada anak usia sekolah. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectionalPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi kecemasan pre-operasi pada anak usia sekolah. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional