APPIHIAPPIHI
Demokrasi: Jurnal Riset Ilmu Hukum, Sosial dan PolitikDemokrasi: Jurnal Riset Ilmu Hukum, Sosial dan PolitikPenelitian ini menganalisis peran strategis Non-Governmental Intermediary (NGI) dalam menjembatani petani dan pemerintah guna mengakselerasi pelaksanaan Reforma Agraria (RA) di Indonesia. Ketimpangan agraria yang tajam, didorong oleh warisan kolonial, penguasaan lahan oleh korporasi/elit, dan lambatnya RA akibat kompleksitas birokrasi, tumpang tindih kewenangan, serta kesenjangan informasi, menimbulkan kebutuhan mendesak akan mekanisme kolaborasi baru. NGI mengisi kekosongan ini dengan menjalankan peran multidimensi: Fasilitator Dialog untuk mengurangi asimetri informasi; Pendamping Teknis melalui Pemetaan Partisipatif dan penyusunan berkas administrasi yang valid; Mediator Konflik Agraria berbasis komunitas; Pengawas Independen untuk akuntabilitas; dan Advokat Kebijakan. Diusulkan Model Kelembagaan Baru berbasis Hybrid Governance yang mengintegrasikan negara, NGI, dan komunitas petani, didukung oleh Integrasi Teknologi untuk data spasial partisipatif. Model ini harus diwujudkan melalui Institutionalized Partnership (MoU/Perpres) untuk memastikan legitimasi dan keberlanjutan. Tantangan utama mencakup resistensi birokrasi, stigma NGO, dan konflik kepentingan elite lokal, namun penguatan peran NGI membuka peluang melalui akuntabilitas publik yang meningkat dan inovasi teknis. Kesimpulannya, percepatan RA bergantung pada pengakuan legal formal dan peningkatan kapasitas NGI sebagai aktor resmi dalam kerangka kelembagaan RA.
Ketimpangan agraria dan hambatan birokrasi yang kompleks menghalangi percepatan reforma agraria, sementara Non‑Governmental Intermediary (NGI) berperan strategis sebagai perantara komunikasi, pendamping teknis, dan fasilitator kelembagaan.Model kelembagaan baru yang menggabungkan hybrid governance, pengakuan formal peran NGO, integrasi teknologi pemetaan partisipatif, dan kemitraan institusional dapat mengatasi hambatan tersebut.Keberhasilan reforma agraria pada akhirnya bergantung pada penerapan model kolaboratif ini, yang menyatukan legitimasi negara dengan kapasitas teknis dan advokasi NGI.
Penelitian pertama dapat mengevaluasi efektivitas platform digital pemetaan partisipatif dalam meningkatkan akurasi klaim lahan dan mempercepat proses verifikasi di berbagai provinsi Indonesia, dengan membandingkan waktu penyelesaian dan tingkat kepuasan petani antara wilayah yang menggunakan platform tersebut dan wilayah kontrol. Penelitian kedua dapat menyelidiki mekanisme untuk mengurangi risiko elite capture serta stigma terhadap NGO melalui model tata kelola berbasis komunitas, misalnya dengan menguji penerapan komite pengawas lokal yang melibatkan perwakilan petani, pemerintah, dan NGO dalam proses pengambilan keputusan agraria. Penelitian ketiga dapat menilai dampak model pendanaan berkelanjutan, seperti kemitraan publik‑swasta atau skema dana hibah jangka panjang, terhadap kapasitas operasional NGI dan hasil jangka panjang reforma agraria, dengan mengukur perubahan jumlah klaim yang berhasil diselesaikan dan peningkatan kualitas layanan selama periode lima tahun.
- The Role Of Civil Society In Sustainable Agrarian Policy Advocacy | Journal of Social Research. role... doi.org/10.55324/josr.v3i8.2161The Role Of Civil Society In Sustainable Agrarian Policy Advocacy Journal of Social Research role doi 10 55324 josr v3i8 2161
- Civil Society Organization Participation in Comprehensive Agrarian Reform Program Implementation | Philippine... philssj.org/index.php/main/article/view/121Civil Society Organization Participation in Comprehensive Agrarian Reform Program Implementation Philippine philssj index php main article view 121
- Implementasi dan Tantangan Hukum Agraria dalam Sistem Hukum Nasional: Analisis Komprehensif Terhadap... jurnal.stikes-ibnusina.ac.id/index.php/Intellektika/article/view/1984Implementasi dan Tantangan Hukum Agraria dalam Sistem Hukum Nasional Analisis Komprehensif Terhadap jurnal stikes ibnusina ac index php Intellektika article view 1984
- Peran Non-Governmental Intermediary dalam Menjembatani Petani dan Pemerintah: Model Kelembagaan Baru... doi.org/10.62383/demokrasi.v2i4.1398Peran Non Governmental Intermediary dalam Menjembatani Petani dan Pemerintah Model Kelembagaan Baru doi 10 62383 demokrasi v2i4 1398
| File size | 517.24 KB |
| Pages | 19 |
| DMCA | Report |
Related /
APPIHIAPPIHI Temuan ini menegaskan bahwa pembagian hukum syariah tidak hanya bersifat teoretis tetapi juga relevan dalam menangani isu-isu modern, termasuk dalam praktikTemuan ini menegaskan bahwa pembagian hukum syariah tidak hanya bersifat teoretis tetapi juga relevan dalam menangani isu-isu modern, termasuk dalam praktik
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Hasil penelitian mengungkapkan peningkatan signifikan pada kemampuan siswa serta penurunan tingkat kesulitan butir. Secara khusus, 66 siswa mencapai LevelHasil penelitian mengungkapkan peningkatan signifikan pada kemampuan siswa serta penurunan tingkat kesulitan butir. Secara khusus, 66 siswa mencapai Level
UMIUMI Secara finansial, UKM mengalami penurunan 17,3% dalam biaya operasional rata-rata dan peningkatan 8,2% dalam Return on Investment (ROI). Faktor kunci untukSecara finansial, UKM mengalami penurunan 17,3% dalam biaya operasional rata-rata dan peningkatan 8,2% dalam Return on Investment (ROI). Faktor kunci untuk
UMIUMI Hasil ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengidentifikasi tanaman secara cepat dan tepat guna. Model klasifikasi yang dikembangkan menghasilkanHasil ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengidentifikasi tanaman secara cepat dan tepat guna. Model klasifikasi yang dikembangkan menghasilkan
JOURNAL GEHUJOURNAL GEHU Following the research objectives, the researchers used experimental and quantitative research methods. In this study, two sampling techniques were used,Following the research objectives, the researchers used experimental and quantitative research methods. In this study, two sampling techniques were used,
UNJUNJ Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian pra eksperimental dengan model one-group pre-test post-test design. Sampel penelitian diambil secara acakPenelitian yang dilakukan merupakan penelitian pra eksperimental dengan model one-group pre-test post-test design. Sampel penelitian diambil secara acak
UNJUNJ Metode penelitian yang diterapkan adalah R&D, namun hanya sampai tahap desain produk atau tanpa pengujian. Hasil penelitian menunjukan perancangan prototipeMetode penelitian yang diterapkan adalah R&D, namun hanya sampai tahap desain produk atau tanpa pengujian. Hasil penelitian menunjukan perancangan prototipe
UNJUNJ Uji homogenitas diperoleh hasil Fhitung 1,75 kurang dari Ftabel 1,87 maka data tersebut berdistribusi homogen. Perhitungan hipotesis statistik menggunakanUji homogenitas diperoleh hasil Fhitung 1,75 kurang dari Ftabel 1,87 maka data tersebut berdistribusi homogen. Perhitungan hipotesis statistik menggunakan
Useful /
GUNUNGSARIGUNUNGSARI Analisis data menggunakan uji paired t-test menunjukkan perbedaan signifikan antara berat badan sebelum dan sesudah pemberian Pijat Tui Na (p < 0,05).Analisis data menggunakan uji paired t-test menunjukkan perbedaan signifikan antara berat badan sebelum dan sesudah pemberian Pijat Tui Na (p < 0,05).
STIABENGKULUSTIABENGKULU Kegiatan ini dilakukan melalui identifikasi pelaku UMKM, pelatihan pemasaran digital, perbaikan desain kemasan, pembuatan konten promosi, dan pendampinganKegiatan ini dilakukan melalui identifikasi pelaku UMKM, pelatihan pemasaran digital, perbaikan desain kemasan, pembuatan konten promosi, dan pendampingan
STIABENGKULUSTIABENGKULU Sosialisasi yang dilakukan sangat berguna bagi warga Desa Kampung Dalam dalam memahami cara mengisi formulir Google Form yang telah disiapkan oleh perangkatSosialisasi yang dilakukan sangat berguna bagi warga Desa Kampung Dalam dalam memahami cara mengisi formulir Google Form yang telah disiapkan oleh perangkat
STIEKNSTIEKN This study aims to determine the bank interest margin and non-interest income in 25 countries in ASIA in the study period 1993 and 2020. This study usesThis study aims to determine the bank interest margin and non-interest income in 25 countries in ASIA in the study period 1993 and 2020. This study uses