STMIKPLKSTMIKPLK

SENTRA ABDIMAS: Sinergi dan Transformasi dalam Pengabdian kepada MasyarakatSENTRA ABDIMAS: Sinergi dan Transformasi dalam Pengabdian kepada Masyarakat

Perkembangan teknologi menjadikan segala sesuatu lebih mudah, terutama dalam pengolahan makanan. Meskipun demikian, masyarakat belum memahami pengolahan makanan yang tepat untuk mempertahankan kualitas gizi. Tujuan dari peningkatan kesadaran gizi dan mencegah stunting melalui sosialisasi gizi dan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita adalah meningkatnya kesadaran warga tentang pentingnya gizi seimbang, terutama di Kelurahan Kandri. Metode yang digunakan dalam sosialisasi ini adalah ceramah dan diskusi berkaitan pengolahan makanan bergizi terutama dari bahan lokal masyarakat seperti jagung dalam kegiatan Posyandu. Antusiasme warga dalam kegiatan sosialisasi ini cukup signifikan bagi yang memiliki balita, namun masih kurang bagi warga seperti orang tua maupun lansia berdasarkan data jumlah warga. Hal ini disebabkan pemahaman masyarakat bahwa posyandu hanya untuk mengukur pertumbuhan dan perkembangan balita. Simpulan kegiatan sosialisasi ini adalah adanya peningkatan kesadaran warga akan pentingnya gizi seimbang terutama dalam mengolah makanan berbahan lokal yang tersedia di lingkungan.

Tingkat kesadaran masyarakat akan gizi seimbang bagi tumbuh kembang baik untuk anak maupun lansia dapat dipahami berdasarkan hasil diskusi yang berjalan.Kekurangan sosialisasi ini adalah warga lansia yang hadir tidak sebanyak seperti data yang ada di Kelurahan Kandri, sehingga kedepan perlu sosialisasi secara menyeluruh bahwa Posyandu tidak hanya untuk balita, tapi juga untuk semua warga demi meningkatan kualitas hidup berdasarkan dari kualitas gizi yang ada.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah pertama, perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas berbagai jenis PMT berbahan lokal terhadap peningkatan status gizi balita, dengan mempertimbangkan faktor preferensi rasa dan daya terima anak. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami lebih dalam persepsi dan pengetahuan masyarakat mengenai gizi seimbang dan stunting, serta faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pemberian makan pada anak. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengukur dampak jangka panjang dari intervensi sosialisasi gizi dan pemberian PMT terhadap pertumbuhan dan perkembangan kognitif balita, serta dampaknya terhadap penurunan angka stunting di tingkat komunitas. Dengan demikian, dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai strategi pencegahan stunting yang efektif dan berkelanjutan.

  1. Deskripsi Status Gizi Anak Usia 3 Sampai 5 Tahun Pada Masa Covid-19 | Murhum : Jurnal Pendidikan Anak... murhum.ppjpaud.org/index.php/murhum/article/view/3Deskripsi Status Gizi Anak Usia 3 Sampai 5 Tahun Pada Masa Covid 19 Murhum Jurnal Pendidikan Anak murhum ppjpaud index php murhum article view 3
Read online
File size1.05 MB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test