UNTAGUNTAG

JPAP: Jurnal Penelitian Administrasi PublikJPAP: Jurnal Penelitian Administrasi Publik

Pariwisata dapat memberdayakan masyarakat (lokal) dengan memberikan peluang untuk peningkatan pendapatan, pengembangan keterampilan, dan partisipasi. Namun, pertanyaan yang muncul adalah bagaimana pariwisata berbasis masyarakat dapat meningkatkan kearifan lokal, mengurangi kesenjangan antar generasi, dan menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan strategi dan model pemberdayaan yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kinerja sektor pariwisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam metode ini, peneliti terlibat dalam pengalaman yang berkelanjutan dan terus-menerus dengan informan. Penelitian ini menggunakan teori pemberdayaan Prasojo (2004). Strategi ini dapat diimplementasikan dalam empat langkah: Pertama, sosialisasikan peran masyarakat sebagai subjek, baik sebagai aktor utama dan/atau berpartisipasi secara aktif, dan kedua, memanfaatkan mekanisme implementasi pembangunan yang lebih demokratis melalui prinsip tata kelola dan partisipasi masyarakat. Ketiga, mobilisasi sumber daya manusia, dan terakhir, memaksimalkan peran pemerintah dalam memfasilitasi, mengatur, dan memberikan bantuan untuk memastikan iklim bisnis dan investasi pariwisata yang kondusif. Kami merekomendasikan untuk mendorong inisiatif pariwisata masyarakat di Papua dan memastikan bahwa manfaat pariwisata tetap berada di tangan mereka dan bahwa praktik budaya dilestarikan dan dihormati. Selain itu, perlu untuk membina kemitraan kolektif antara masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya. Kemitraan ini dapat membantu memanfaatkan sumber daya, berbagi pengetahuan, dan mendorong pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.

Strategi pemberdayaan dapat diimplementasikan untuk mendorong kinerja sektor pariwisata di Papua.Pertama, sosialisasikan peran masyarakat sebagai subjek, baik sebagai aktor utama dan/atau berpartisipasi secara aktif.Kedua, memanfaatkan mekanisme implementasi pembangunan yang lebih demokratis melalui prinsip tata kelola dan partisipasi masyarakat.Terakhir, peran pemerintah harus dimaksimalkan dalam memfasilitasi, mengatur, dan memberikan bantuan untuk memastikan iklim bisnis dan investasi pariwisata yang kondusif dan berkelanjutan.Saat ini, strategi pemberdayaan bagi masyarakat adat dan masyarakat lokal di Papua untuk mendukung kinerja sektor pariwisata masih belum optimal, sehingga memerlukan intervensi dan penguatan pemberdayaan masyarakat secara komprehensif dan berkelanjutan.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang menghambat partisipasi masyarakat adat dalam pengambilan keputusan terkait pengembangan pariwisata di Papua. Hal ini penting untuk merumuskan kebijakan yang lebih efektif dalam mendorong inklusi dan keadilan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model bisnis pariwisata yang berkelanjutan dan berkeadilan, yang tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi bagi masyarakat lokal, tetapi juga melestarikan budaya dan lingkungan. Model ini dapat melibatkan penerapan teknologi digital untuk pemasaran dan promosi, serta pengembangan produk wisata yang unik dan otentik. Ketiga, penting untuk meneliti peran pemerintah daerah dalam memfasilitasi kemitraan antara masyarakat adat, sektor swasta, dan lembaga non-pemerintah dalam pengembangan pariwisata. Penelitian ini dapat mengidentifikasi praktik-praktik terbaik dalam membangun kepercayaan dan kolaborasi, serta mengatasi potensi konflik kepentingan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kinerja sektor pariwisata di Papua secara berkelanjutan dan berkeadilan, serta memberdayakan masyarakat adat sebagai pelaku utama dalam pengembangan pariwisata.

Read online
File size387.18 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test