UnimorUnimor

JASJAS

Antibiotik seperti tetrasiklin dalam industri peternakan menghadapi pembatasan yang ketat akibat meningkatnya resistensi antimikroba. Fermentasi tibicos sebagai probiotik alami, memiliki potensi sebagai alternatif yang memadai dan aman untuk mengatur keseimbangan mikrobiota di usus. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas fermentasi tibicos dan tetrasiklin dalam mengatur populasi tiga bakteri utama (Escherichia coli, Lactobacillus, dan Salmonella spp.) di usus halus ayam broiler. Sembilan puluh ayam broiler strain Indian River dibagi menjadi tiga perlakuan dengan tiga ulangan (n=10 per ulangan): kontrol dengan air murni (KN), 45 ppm tetrasiklin (KP), dan 5% fermentasi tibicos (FT). Perlakuan diberikan melalui air minum ad libitum dari usia 8 hingga 35 hari. Populasi bakteri dianalisis menggunakan metode Total Plate Count (TPC) pada sampel ileum berusia 35 hari. Analisis data menggunakan pendekatan multivariat termasuk Bray-Curtis dissimilarity, PERMANOVA, Principal Coordinates Analysis (PCoA), dan Similarity of Percentage Analysis (SIMPER). Analisis dissimilaritas Bray-Curtis menunjukkan perbedaan moderat dalam komposisi mikrobiota antara perlakuan dengan nilai 0,064854 (FT vs KN), 0,069687 (FT vs KP), dan 0,07451 (KN vs KP). Analisis SIMPER mengidentifikasi Escherichia coli sebagai kontributor utama perbedaan antara perlakuan, dengan kontribusi sebesar 39,50% (KP vs KN, p=0,005), 65,70% (KP vs FT, p=0,001), dan 41,10% (KN vs FT, p=0,001). Analisis Koordinat Utama menunjukkan pengelompokan yang jelas antara perlakuan dengan fermentasi tibicos menghasilkan profil mikrobiota yang berbeda dari kontrol dan tetrasiklin. Fermentasi tibicos menunjukkan efektivitas yang sebanding dengan tetrasiklin dalam memodulasi komposisi bakteri ileum terutama dalam mengendalikan populasi patogen sambil mempertahankan stabilitas Lactobacillus.

Tibicos fermentation 5% exhibited antimicrobial selectivity towards Salmonella spp.and Escherichia coli while concurrently enhancing Lactobacillus proliferation.Although effective in pathogen control, Tetracycline demonstrated an 18.

Berdasarkan hasil penelitian ini, studi lanjutan dapat difokuskan pada pemahaman lebih mendalam tentang mekanisme spesifik yang digunakan oleh fermentasi tibicos untuk mengendalikan populasi bakteri ileum. Penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa aktif dalam fermentasi tibicos yang bertanggung jawab atas efek antimikroba terhadap Escherichia coli dan Salmonella spp. Selain itu, studi komparatif lebih lanjut dapat dilakukan untuk membandingkan efek fermentasi tibicos dengan antibiotik lain yang umum digunakan dalam industri peternakan. Penelitian ini dapat membantu menentukan apakah fermentasi tibicos dapat menjadi alternatif yang efektif dan aman untuk mengatur keseimbangan mikrobiota usus tanpa menyebabkan resistensi antimikroba. Selain itu, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi potensi fermentasi tibicos dalam meningkatkan kesehatan usus dan produktivitas ayam broiler secara keseluruhan. Dengan memahami efek jangka panjang dan manfaat kesehatan yang terkait dengan fermentasi tibicos, industri peternakan dapat mengembangkan strategi nutrisi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Read online
File size412.48 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test