STIKESRSANWARMEDIKASTIKESRSANWARMEDIKA

Journal of Community Service (JCS)Journal of Community Service (JCS)

Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, salah satunya difokuskan pada perempuan yang menghadapi masa menopause. Sebagian besar wanita perimenopause tidak terpenuhi pada aspek kebutuhan seksualnya dan penanganan gejala perimenopause dalam kategori kurang baik. Oleh karena itu, wanita usia lanjut membutuhkan pelayanan kesehatan reproduksi agar bisa menghadapi masa menopause secara sehat, aktif dan produktif dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang perubahan dan kebutuhan pada masa perimenopause. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Lekor Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah pada tanggal 01-02 April 2019, dengan jumlah peserta 23 orang. Hasil pretest dan posttest peserta menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan tentang perubahan dan kebutuhan masa perimenopause. Setelah pelaksanaan kegiatan ini diharapkan wanita perimenopause dapat menerapkan semua materi yang diperoleh sebagai upaya mengurangi keluhan pada masa perimenopause.

Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk penyuluhan kesehatan kelompok perimenopause tentang perubahan masa perimenopause menghasilkan dampak positif dalam bentuk peningkatan pengetahuan wanita menopause tentang perubahan dan kebutuhan masa perimenopause.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji sejauh mana pengetahuan yang diperoleh dari program pendidikan kesehatan perimenopause tetap terjaga setelah jangka waktu enam bulan hingga satu tahun, sehingga dapat menilai keberlanjutan efek edukasi. Selain itu, diperlukan studi komparatif yang membandingkan efektivitas media edukasi berupa leaflet tradisional dengan media interaktif seperti video atau aplikasi mobile dalam meningkatkan pemahaman dan kepatuhan perempuan perimenopause terhadap perubahan fisiologis dan kebutuhan kesehatan mereka. Selanjutnya, penting juga untuk menyelidiki faktor‑faktor penghalang akses layanan kesehatan reproduksi bagi perempuan perimenopause di wilayah pedesaan dibandingkan dengan wilayah perkotaan, termasuk peran budaya, tingkat literasi, dan ketersediaan tenaga kesehatan, guna merancang intervensi yang lebih tepat sasaran. Dengan menjawab tiga pertanyaan penelitian tersebut, diharapkan dapat memperkuat strategi pendidikan kesehatan yang berkelanjutan, adaptif, dan inklusif bagi perempuan di masa transisi perimenopause. Hasil dari penelitian-penelitian ini dapat menjadi dasar kebijakan publik untuk mengintegrasikan program edukasi perimenopause ke dalam layanan kesehatan primer, sehingga meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas perempuan usia menengah di seluruh Indonesia.

Read online
File size323.16 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test