AKRABJUARAAKRABJUARA

Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu SosialAkrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial

Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Muaro Jambi yang memiliki sektor potensial yaitu sektor perkebunan khususnya komoditi kelapa sawit dan karet. Hal ini dapat dilihat pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi. Metode analisis yang digunakan Analisis Location Quotient (LQ). Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, keseluruhan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi luas kelapa sawit dan karet, produksi dan produktivitas perkebunan kelapa sawit dan karet, produksi perkebunan kelapa sawit dan karet dan data produksi selama kurun waktu enam tahun terakhir yaitu 2018 sampai dengan 2023. Hasil Analisis Location Quotient (LQ) menunjukkan bahwa di Kabupaten muaro jambi sebagai wilayah basis kelapa sawit yaitu (i) tahun 2018 dengan nilai LQ 1,13 (ii) tahun 2020 dengan nilai LQ 1,19 (iii) tahun 2021 dengan nilai LQ 1,16 (iv) tahun 2022 dengan nilai LQ 1,06 (V) tahun 2023 dengan nilai LQ 1,08. Hasil Analisis menunjukan bahwa kelapa sawit menjadi sektor basis sedangkan karet merupakan sektor non basis.

Berdasarkan analisis sektor unggulan komoditas kelapa sawit dan karet di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, untuk periode 2018–2023, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.Kelapa sawit merupakan komoditas unggulan (basis) di Kabupaten Muaro Jambi selama periode 2018–2023.Hal ini ditunjukkan oleh nilai Location Quotient (LQ) yang konsisten di atas satu, yang menunjukkan bahwa kelapa sawit memiliki keunggulan komparatif dan mampu memenuhi kebutuhan regional serta memiliki potensi untuk diekspor ke luar daerah.Karet memainkan peran yang relatif lebih kecil dibandingkan kelapa sawit, dengan nilai LQ cenderung berada di sekitar atau di bawah satu.Hal ini menunjukkan bahwa karet belum sepenuhnya menjadi komoditas basis dan masih berorientasi pada pemenuhan kebutuhan internal regional.Pengembangan keunggulan komoditas kelapa sawit dan karet di Kabupaten Muaro Jambi dipengaruhi oleh luas lahan, tingkat produktivitas, dan permintaan pasar.Kelapa sawit memiliki produktivitas dan nilai ekonomi yang lebih tinggi, sehingga berkontribusi lebih besar terhadap ekonomi regional dibandingkan karet.Keunggulan komparatif komoditas kelapa sawit menjadikannya sebagai sektor penggerak utama ekonomi regional, sedangkan komoditas karet masih memerlukan peningkatan produktivitas, perbaikan kualitas, dan dukungan kebijakan untuk dapat meningkatkan daya saingnya.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan analisis lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas dan kualitas komoditas kelapa sawit dan karet di Kabupaten Muaro Jambi. Selain itu, studi komparatif antara daerah-daerah yang memiliki sektor perkebunan serupa dapat dilakukan untuk mengidentifikasi strategi terbaik dalam meningkatkan daya saing komoditas tersebut. Terakhir, penelitian tentang dampak ekonomi dan sosial dari pengembangan sektor perkebunan kelapa sawit dan karet di daerah tersebut juga dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya.

  1. Penentuan Agribisnis Unggulan Komoditi Pertanian Berdasarkan Nilai Produksi di Kabupaten Kerinci | Rahayu... jmas.unbari.ac.id/index.php/jmas/article/view/242Penentuan Agribisnis Unggulan Komoditi Pertanian Berdasarkan Nilai Produksi di Kabupaten Kerinci Rahayu jmas unbari ac index php jmas article view 242
Read online
File size518.9 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test