AKRABJUARAAKRABJUARA
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu SosialAkrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu SosialTradisi karapan sapi merupakan warisan budaya masyarakat Madura yang memiliki nilai sosial dan ekonomi tinggi. Namun, dalam pelaksanaannya terjadi tindakan kekerasan terhadap sapi yang merupakan pelanggaran hukum yang masih berlangsung hingga kini. Penelitian ini membahas pertanggungjawaban pidana atas tindakan kekerasan dan penganiayaan hewan dalam karapan sapi untuk mengetahui upaya pemerintah dan bentuk perlindungan terhadap hewan dalam pelaksanaan karapan sapi. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan konseptual serta perundang-undangan untuk menganalisis peraturan hukum yang relevan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum belum terlaksana meskipun telah ada peraturan yang melarang kekerasan terhadap hewan, seperti Instruksi Gubernur Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2012 tentang Karapan Sapi Tanpa Kekerasan, Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014, dan Peraturan Pemerintah Nomor 95 Tahun 2012 tentang Kesejahteraan Hewan. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat serta mendorong reformasi hukum untuk menjamin perlindungan hewan dari praktik kekerasan dan penganiayaan.
Berdasarkan hasil penelitian, jelas bahwa karapan sapi memang merupakan bagian penting dari budaya Madura.Namun, pelaksanaannya saat ini menimbulkan masalah hukum karena masih terjadi penganiayaan hewan.Berbagai praktik seperti pemukulan dengan paku, penggunaan cairan korosif, dan penggunaan alat yang menyakitkan telah terbukti melanggar prinsip-prinsip kesejahteraan hewan yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Undang-Undang tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta berbagai peraturan pendukung lainnya.Dari perspektif hukum pidana, unsur niat dalam tindakan para pembalap sapi jelas terpenuhi karena penganiayaan dilakukan secara sadar untuk meningkatkan kinerja sapi selama balapan.Meskipun diklaim sebagai bagian dari tradisi, tindakan-tindakan tersebut tetap tidak dapat dibenarkan karena sistem hukum Indonesia mensyaratkan agar hewan diperlakukan dengan layak dan tidak boleh dianiaya tanpa alasan yang jelas.Penegakan hukum yang lemah, kurangnya pengawasan oleh pemerintah daerah, dan persepsi publik yang kuat bahwa kekerasan adalah bagian dari tradisi menjadi faktor kunci mengapa peraturan perlindungan hewan belum diterapkan secara efektif.Selain itu, motif ekonomi dan prestise pemilik sapi juga memperkuat praktik penganiayaan.Oleh karena itu, penegakan hukum yang lebih ketat, disertai dengan peningkatan kesadaran masyarakat, sangat diperlukan agar tradisi karapan sapi dapat dipertahankan tanpa mengabaikan aspek kesejahteraan hewan dan tradisi dapat dilestarikan tanpa melanggar peraturan.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara tradisi karapan sapi dengan tradisi serupa di negara lain, seperti corrida di Spanyol atau rodeo di Amerika Serikat, untuk memahami bagaimana negara-negara tersebut menangani konflik antara tradisi dan perlindungan hewan. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi-strategi inovatif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesejahteraan hewan dalam tradisi, serta cara-cara efektif untuk mengintegrasikan nilai-nilai kesejahteraan hewan dalam tradisi tanpa mengorbankan aspek-aspek budaya yang berharga. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak ekonomi dari tradisi karapan sapi, termasuk manfaat ekonomi yang diperoleh oleh komunitas lokal, dan bagaimana manfaat tersebut dapat dioptimalkan tanpa mengorbankan kesejahteraan hewan.
| File size | 550.25 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
ASIANPUBLISHERASIANPUBLISHER Penelitian ini merekomendasikan perlunya reformulasi kebijakan manajemen SDI berbasis syariah yang tidak hanya berorientasi pada efisiensi, tetapi jugaPenelitian ini merekomendasikan perlunya reformulasi kebijakan manajemen SDI berbasis syariah yang tidak hanya berorientasi pada efisiensi, tetapi juga
JURNALASPIKOMJURNALASPIKOM Berdasarkan analisis isi kuantitatif terhadap 72 artikel berita yang diterbitkan selama periode puncak kasus (31 Juli–7 Agustus 2022), temuan menunjukkanBerdasarkan analisis isi kuantitatif terhadap 72 artikel berita yang diterbitkan selama periode puncak kasus (31 Juli–7 Agustus 2022), temuan menunjukkan
UMTSUMTS Sebagian besar komentar mendukung stigma negatif, memperkuat stereotip kriminalitas terhadap desa tersebut. Penelitian ini mengacu pada teori kultivasiSebagian besar komentar mendukung stigma negatif, memperkuat stereotip kriminalitas terhadap desa tersebut. Penelitian ini mengacu pada teori kultivasi
UMMUMM Metode kualitatif yang digunakan mencakup analisis dokumen, wawancara pakar, dan studi kasus, guna mengkaji pola keberfungsian koeksistensi antara SyariahMetode kualitatif yang digunakan mencakup analisis dokumen, wawancara pakar, dan studi kasus, guna mengkaji pola keberfungsian koeksistensi antara Syariah
UIN SUSKAUIN SUSKA Penelitian ini mengkaji fenomena selebriti yang telah menjalani hijrah (migrasi spiritual) dan kemudian mengambil peran sebagai pengkhotbah agama. KebangkitanPenelitian ini mengkaji fenomena selebriti yang telah menjalani hijrah (migrasi spiritual) dan kemudian mengambil peran sebagai pengkhotbah agama. Kebangkitan
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Temuan penelitian menunjukkan bahwa perempuan single parent menganggap status mereka sebagai bentuk pembelajaran tentang kemandirian, yang memungkinkanTemuan penelitian menunjukkan bahwa perempuan single parent menganggap status mereka sebagai bentuk pembelajaran tentang kemandirian, yang memungkinkan
UMMUMM Otonomi daerah memberikan pemerintah lokal wewenang untuk mengelola sumber daya mereka, namun terdapat ambiguitas yang terus-menerus mengenai peran DewanOtonomi daerah memberikan pemerintah lokal wewenang untuk mengelola sumber daya mereka, namun terdapat ambiguitas yang terus-menerus mengenai peran Dewan
169169 Generasi muda mulai menunjukkan kesadaran dengan melakukan penelitian dan kajian untuk melestarikan seni ini. Sinden seperti Masyuning menjadi inspirasiGenerasi muda mulai menunjukkan kesadaran dengan melakukan penelitian dan kajian untuk melestarikan seni ini. Sinden seperti Masyuning menjadi inspirasi
Useful /
UIN SUSKAUIN SUSKA Sebaliknya, Malaysia menunjukkan pendekatan yang lebih sentralistik dan terinstitusionalisasi, di mana dawa secara sistematis diatur di bawah otoritasSebaliknya, Malaysia menunjukkan pendekatan yang lebih sentralistik dan terinstitusionalisasi, di mana dawa secara sistematis diatur di bawah otoritas
STIKESADVAITAMEDIKASTIKESADVAITAMEDIKA The expected outcomes of this program include increased family knowledge of adolescent mental and reproductive health, improved quality of parent–adolescentThe expected outcomes of this program include increased family knowledge of adolescent mental and reproductive health, improved quality of parent–adolescent
AKRABJUARAAKRABJUARA 1) Peraturan UUCK dan PP 35/2021 menjadikan pekerja PKWT rentan terhadap hak-haknya yang tidak diakui dari segi kompensasi saat PHK. 2) Konflik antinomik1) Peraturan UUCK dan PP 35/2021 menjadikan pekerja PKWT rentan terhadap hak-haknya yang tidak diakui dari segi kompensasi saat PHK. 2) Konflik antinomik
AKRABJUARAAKRABJUARA Studi ini menemukan bahwa perbedaan mendasar antara kedua corak terletak pada orientasi penafsiran: tafsir klasik bersifat tekstual dan tradisional, sedangkanStudi ini menemukan bahwa perbedaan mendasar antara kedua corak terletak pada orientasi penafsiran: tafsir klasik bersifat tekstual dan tradisional, sedangkan