UMKLAUMKLA
TRIAGE Jurnal Ilmu KeperawatanTRIAGE Jurnal Ilmu KeperawatanWaktu tanggap dalam penanganan gawat darurat (response time) merupakan aspek krusial di ruang IGD karena menentukan langkah penanganan selanjutnya. Response time merujuk pada kecepatan tenaga medis dalam merespons, yang dihitung sejak pasien tiba hingga menerima pelayanan dalam kurun waktu maksimal 5 menit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara karakteristik perawat dengan waktu tanggap tersebut. Desain penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 30 perawat IGD yang tidak sedang cuti panjang dan bersedia menjadi responden, menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dan lembar observasi.Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden adalah laki-laki (62,1%), dengan latar belakang pendidikan DIII Keperawatan (65,5%), masa kerja lebih dari 3 tahun (96,6%), beban kerja tergolong tinggi (51,7%), dan sebagian besar memiliki waktu tanggap cepat (75,9%). Uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara keterampilan dengan beban kerja (nilai p = 0,00) dan usia dengan beban kerja (nilai p = 0,00). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara karakteristik perawat berupa keterampilan dan usia dengan beban kerja, namun tidak ditemukan hubungan antara karakteristik perawat (seperti jenis kelamin, beban kerja, masa kerja, dan pendidikan) dengan waktu tanggap (response time).
Teori menunjukkan bahwa karakteristik perawat yang berhubungan dengan respon time antara lain adalah usia, jenis kelamin, keterampilan, pendidikan terakhir, masa kerja, beban kerja.Dari beberapa karakteristik tersebut, kemudian dilakukan uji korelasi dengan tujuan untuk mengetahui faktor karakteristik perawat yang berhubungan dengan respon time.Hasil riset menunjukkan karakteristik perawat yang berhubungan dengan respon time adalah usia dan keterampilan, sedangkan karakteristik lainnya tidak ada korelasi dengan respon time.Dan hasil riset telah menjawab tujuan riset.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara karakteristik perawat di IGD dengan respon time di berbagai rumah sakit, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti beban kerja, sistem pengawasan, dan fasilitas pendukung. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengaruh pelatihan khusus dan sistem pemantauan terhadap respon time perawat, serta bagaimana komitmen perawat terhadap pasien dapat meningkatkan respon time. Penelitian juga dapat mengeksplorasi lebih lanjut faktor-faktor eksternal yang memengaruhi respon time, seperti karakteristik pasien, penempatan staf, dan ketersediaan peralatan.
| File size | 240.85 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
JOMPARNDJOMPARND Metode meliputi penyuluhan interaktif menggunakan presentasi dan skrining individu menggunakan scoliometer. Hasil penyuluhan menunjukkan peningkatan pengetahuanMetode meliputi penyuluhan interaktif menggunakan presentasi dan skrining individu menggunakan scoliometer. Hasil penyuluhan menunjukkan peningkatan pengetahuan
JOMPARNDJOMPARND Adapun materi yang diberikan meliputi Edukasi anemia dan pencegahannya, serta perawatan kesehatan selama haid. Hasil yang didapat adalah meningkatnya pengetahuanAdapun materi yang diberikan meliputi Edukasi anemia dan pencegahannya, serta perawatan kesehatan selama haid. Hasil yang didapat adalah meningkatnya pengetahuan
JOMPARNDJOMPARND Program Praktik Kerja Lapangan (PKL) di KAP X Surabaya memberikan dampak positif signifikan bagi mahasiswa, memungkinkan penerapan ilmu perkuliahan, khususnyaProgram Praktik Kerja Lapangan (PKL) di KAP X Surabaya memberikan dampak positif signifikan bagi mahasiswa, memungkinkan penerapan ilmu perkuliahan, khususnya
GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP Dengan demikian, edukasi dan penyuluhan sangat berperan dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatanDengan demikian, edukasi dan penyuluhan sangat berperan dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan
UMKLAUMKLA Dukungan manajerial dan sumber daya memadai juga berkontribusi terhadap kinerja perawat dalam unit gawat darurat. Kesimpulannya, keperawatan gawat daruratDukungan manajerial dan sumber daya memadai juga berkontribusi terhadap kinerja perawat dalam unit gawat darurat. Kesimpulannya, keperawatan gawat darurat
UMKLAUMKLA Tingkat kepatuhan penderita Diabetes Mellitus di wilayah kerja Puskesmas Trucuk 1 pada aspek kepatuhan terhadap jumlah makanan masih rendah yaitu 35%,Tingkat kepatuhan penderita Diabetes Mellitus di wilayah kerja Puskesmas Trucuk 1 pada aspek kepatuhan terhadap jumlah makanan masih rendah yaitu 35%,
UMKLAUMKLA Perlu mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa terkait latihan fisik pada PTM sebagai bekal akademik dalam melakukan promosi kesehatan di rumah sakit atauPerlu mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa terkait latihan fisik pada PTM sebagai bekal akademik dalam melakukan promosi kesehatan di rumah sakit atau
MEDIKASUHERMANMEDIKASUHERMAN Sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan kurang baik (24,1%) dan pola asuh baik (64,3%). Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuanSebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan kurang baik (24,1%) dan pola asuh baik (64,3%). Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan
Useful /
JURNALALKHAIRATJURNALALKHAIRAT Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran guru dalam membimbing manajemen waktu siswa sebagai strategi peningkatan prestasi akademik.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran guru dalam membimbing manajemen waktu siswa sebagai strategi peningkatan prestasi akademik.
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA 1) Aksesibilitas laporan keuangan daerah memengaruhi akuntabilitas pengelolaan keuangan. 2) Sistem akuntansi keuangan daerah memberikan dampak ke akuntabilitas1) Aksesibilitas laporan keuangan daerah memengaruhi akuntabilitas pengelolaan keuangan. 2) Sistem akuntansi keuangan daerah memberikan dampak ke akuntabilitas
MEDIKASUHERMANMEDIKASUHERMAN Pada analisis bivariat didapatkan hasil usia (p=0,029; PR=2,71), jenis kelamin (p=0,000; PR=4,52), tingkat pendidikan (p=0,028; PR=6,44), dan status perkawinanPada analisis bivariat didapatkan hasil usia (p=0,029; PR=2,71), jenis kelamin (p=0,000; PR=4,52), tingkat pendidikan (p=0,028; PR=6,44), dan status perkawinan
MEDIKASUHERMANMEDIKASUHERMAN Responden lebih banyak mengalami demam dengan durasi panjang yaitu sebanyak 61 (87,1%) daripada mengalami demam dengan durasi pendek sebanyak 9 (12,9%).Responden lebih banyak mengalami demam dengan durasi panjang yaitu sebanyak 61 (87,1%) daripada mengalami demam dengan durasi pendek sebanyak 9 (12,9%).