UM SURABAYAUM SURABAYA

Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan SastraStilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra

Novel Habibie & Ainun merupakan karya sastra non-imajinatif yang menonjolkan unsur kefaktualan dan didukung oleh penggunaan bahasa denotatif. Penelitian ini menggunakan metode analisis wacana kritis untuk mengkaji makna interpersonal dan negosiasi dalam komunikasi. Fokus penelitian ini adalah pada bab 12 novel yang menggambarkan negosiasi intensif antara Soeharto dan Habibie. Analisis wacana kritis ini dilakukan dengan melihat modalitas kalimat, penggunaan sapaan, dan peristiwa gilir-tutur antara kedua tokoh tersebut.

Soeharto lebih berkuasa atas Habibie dalam negosiasi, seperti terlihat dari penggunaan sapaan yang hangat dan penggunaan informasi tentang Habibie untuk meyakinkan Habibie.Habibie tidak kuasa menolak permintaan atau perintah dari Soeharto.Bentuk sapaan dan kekerabatan yang dekat antara kedua tokoh tersebut mempengaruhi relasi sosial dalam negosiasi.Soeharto menggunakan strategi negosiasi dengan pendekatan kepemilikan bersama atas keluarga Habibie.Habibie tidak dapat mengungkapkan kejanggalan di hatinya atas permintaan Soeharto yang terlalu tinggi.Bentuk gilir tutur Habibie lemah ketika menjawab bahwa ia hanya seorang teknisi pesawat terbang.

Saran penelitian lanjutan yang baru adalah mengkaji lebih lanjut pengaruh sosial budaya dan teori-teori sosial terhadap pemosisian tokoh dalam wacana. Penelitian selanjutnya dapat menggunakan pendekatan kritis untuk melihat pengalaman makna interpersonal tokoh utama dalam novel dan menganalisis pemosisian tokoh Habibie dalam negosiasi antara Habibie dan Soeharto. Selain itu, penelitian dapat dikembangkan untuk melihat bagaimana negosiasi timbal balik antara kedua tokoh tersebut mempengaruhi hubungan kekuasaan antar-partisipan dan bagaimana hal ini berdampak pada pembangunan Indonesia pada masa orde baru.

Read online
File size339.52 KB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test