PRADITAPRADITA

Review of Management, Accounting and Tourism StudiesReview of Management, Accounting and Tourism Studies

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ukuran perusahaan dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap manajemen laba pada perusahaan sub-sektor Heavy Constructions and Civil Engineering yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan sebanyak 95 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan uji asumsi klasik, uji t, dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen laba (t = 2,951; p = 0,007), sedangkan DER juga berpengaruh positif signifikan (t = 2,803; p = 0,062). Secara simultan, kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba (F = 10,028; p = 0,001). Temuan ini mendukung teori keagenan (Jensen & Meckling, 1976) dan teori akuntansi positif (Watts & Zimmerman, 1986), yang menjelaskan bahwa tekanan eksternal dari utang serta ekspektasi pasar terhadap perusahaan besar mendorong perilaku oportunistik manajer melalui praktik manajemen laba. Hasil penelitian memberikan kontribusi bagi perusahaan untuk memperkuat kontrol internal aktual, menetapkan kebijakan batas aman DER.

Ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen laba, sehingga perusahaan besar lebih cenderung melakukan manajemen laba demi menjaga reputasi.Debt to Equity Ratio (DER) juga berpengaruh positif dan signifikan, yang berarti perusahaan dengan tingkat utang tinggi meningkatkan laba untuk mempertahankan kepercayaan kreditor.Kedua faktor tersebut secara simultan memperkuat kecenderungan manajer melakukan praktik manajemen laba strategis.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana kualitas tata kelola perusahaan, khususnya independensi dewan direksi dan keberadaan komite audit, memoderasi pengaruh ukuran perusahaan dan DER terhadap praktik manajemen laba pada perusahaan konstruksi berat, sehingga dapat menjawab pertanyaan: apakah perusahaan dengan tata kelola yang kuat mampu menekan kecenderungan manipulasi laba? Selanjutnya, penelitian dapat menguji pengaruh kondisi makroekonomi, seperti tingkat suku bunga dan pertumbuhan Produk Domestik Bruto, terhadap kekuatan hubungan antara ukuran perusahaan, DER, dan manajemen laba, untuk mengetahui apakah tekanan eksternal ekonomi memperkuat atau melemahkan praktik tersebut. Terakhir, studi longitudinal yang membandingkan periode sebelum dan sesudah penerapan standar akuntansi keuangan terbaru di Indonesia, misalnya IFRS 9, dapat mengidentifikasi perubahan pola manajemen laba di sektor konstruksi, serta menilai efektivitas regulasi baru dalam mengurangi opportunistik manajer. Dengan pendekatan kuantitatif dan data panel yang mencakup beberapa tahun, ketiga arah penelitian ini diharapkan memberikan wawasan lebih komprehensif bagi akademisi, regulator, dan praktisi dalam meningkatkan transparansi laporan keuangan.

Read online
File size231.55 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test