PAEDIATRICAINDONESIANAPAEDIATRICAINDONESIANA
Paediatrica IndonesianaPaediatrica IndonesianaPeritonitis mekonium adalah peradangan perut yang jarang terjadi akibat perforasi usus janin sebelum kelahiran. Diagnosa terlambat dapat menyebabkan morbiditas berat dan sepsis. Laporan ini menggambarkan kasus bayi cukup bulan dengan berat badan sesuai usia kehamilan yang datang dengan gejala lemas dan distensi abdomen progresif. Diagnosis dibuat berdasarkan pemeriksaan fisik, foto rontgen, dan ultrasonografi. Operasi darurat menemukan perforasi usus dan dilakukan colostomi. Bayi pulih dengan baik setelah perawatan.
Peritonitis mekonium dapat terjadi pada bayi cukup bulan yang sehat.Diagnosa dini melalui riwayat medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan imaging sangat penting.Tindakan bedah segera diperlukan untuk mencegah komplikasi sepsis dan meningkatkan kelangsungan hidup.
Perlu penelitian lebih lanjut untuk menemukan metode deteksi prenatal efektif bagi peritonitis mekonium pada bayi cukup bulan. Studi banding antara hasil bedah dini dan tertunda pada kasus serupa dapat memberikan bukti kuat tentang manfaat intervensi cepat. Pendekatan bedah alternatif untuk meminimalkan komplikasi adhesi usus juga layak dieksplorasi sebagai arah penelitian baru.
- Indian Journal of Anaesthesia. indian journal anaesthesia doi.org/10.4103/0019-5049.181614Indian Journal of Anaesthesia indian journal anaesthesia doi 10 4103 0019 5049 181614
- Meconium peritonitis: an interesting entity | BMJ Case Reports. meconium peritonitis interesting entity... doi.org/10.1136/bcr-2014-203536Meconium peritonitis an interesting entity BMJ Case Reports meconium peritonitis interesting entity doi 10 1136 bcr 2014 203536
- DOI Name 10.5582 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 32z crossref desc 18z irca... doi.org/10.5582DOI Name 10 5582 Values doi name values index type timestamp data hs serv 32z crossref desc 18z irca doi 10 5582
- Early detection of meconium peritonitis in term neonate: a case report | Paediatrica Indonesiana. early... doi.org/10.14238/pi65.5.2025.443-6Early detection of meconium peritonitis in term neonate a case report Paediatrica Indonesiana early doi 10 14238 pi65 5 2025 443 6
| File size | 475.22 KB |
| Pages | 4 |
| DMCA | Report |
Related /
UNDIPUNDIP Latar belakang: Kesehatan ibu dan anak (MCH) sangat penting bagi kesehatan publik, terutama di Indonesia. Meskipun terjadi perkembangan dalam infrastrukturLatar belakang: Kesehatan ibu dan anak (MCH) sangat penting bagi kesehatan publik, terutama di Indonesia. Meskipun terjadi perkembangan dalam infrastruktur
STIKESHT TPISTIKESHT TPI Aplikasi optisizer pada smartphone digunakan untuk mengukur panjang badan dan estimasi berat badan pasien anak terutama pada kondisi darurat. BerdasarkanAplikasi optisizer pada smartphone digunakan untuk mengukur panjang badan dan estimasi berat badan pasien anak terutama pada kondisi darurat. Berdasarkan
POLTEKKES JAYAPURAPOLTEKKES JAYAPURA Selain itu, kejadian yang muncul pada bayi dalam masa gestasi dan kaitannya dengan beragam faktor, meliputi: paritas, usia ibu, kadar hemoglobin, jarakSelain itu, kejadian yang muncul pada bayi dalam masa gestasi dan kaitannya dengan beragam faktor, meliputi: paritas, usia ibu, kadar hemoglobin, jarak
STIKES MAJAPAHITSTIKES MAJAPAHIT Asuhan kebidanan yang diberikan pada ibu Ny E dapat membantu mengatasi keluhan yang dialaminya dan memperlancar proses persalinan. Ibu Ny E juga mendapatkanAsuhan kebidanan yang diberikan pada ibu Ny E dapat membantu mengatasi keluhan yang dialaminya dan memperlancar proses persalinan. Ibu Ny E juga mendapatkan
MAHARDIKAMAHARDIKA Hasil menunjukkan 93,75% bayi lahir dengan berat normal, namun ada dampak negatif dari usia kategori berisiko (35 tahun) dan jarak kehamilan kurang dariHasil menunjukkan 93,75% bayi lahir dengan berat normal, namun ada dampak negatif dari usia kategori berisiko (35 tahun) dan jarak kehamilan kurang dari
UNISAYOGYAUNISAYOGYA Hasil penelitian menunjukkan faktor Ibu mayoritas ibu berumur 20-35 tahun sebanyak 60 orang (80%), dan ibu multigravida sebanyak 41 ibu (54,7%). MayoritasHasil penelitian menunjukkan faktor Ibu mayoritas ibu berumur 20-35 tahun sebanyak 60 orang (80%), dan ibu multigravida sebanyak 41 ibu (54,7%). Mayoritas
CERICCERIC Terapi sentuhan merupakan salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat diberikan pada bayi prematur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasiTerapi sentuhan merupakan salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat diberikan pada bayi prematur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi
CERICCERIC Uji statistik menggunakan uji mann-whitney test sebagai berikut pengaruh pemijatan terhadap peningkatan berat badan adalah p= 0,033; α= 0,05. Dari hasilUji statistik menggunakan uji mann-whitney test sebagai berikut pengaruh pemijatan terhadap peningkatan berat badan adalah p= 0,033; α= 0,05. Dari hasil
Useful /
PAEDIATRICAINDONESIANAPAEDIATRICAINDONESIANA Near-infrared spectroscopy (NIRS), metode non‑invasif yang telah divalidasi untuk menentukan saturasi oksigen regional (rSO2), dapat mengidentifikasiNear-infrared spectroscopy (NIRS), metode non‑invasif yang telah divalidasi untuk menentukan saturasi oksigen regional (rSO2), dapat mengidentifikasi
PAEDIATRICAINDONESIANAPAEDIATRICAINDONESIANA 29, masing-masing; P=0,001). Demikian pula, peningkatan signifikan diamati pada residen anak (10 vs. 66, masing-masing; P=0,001). Kesimpulan: Terdapat29, masing-masing; P=0,001). Demikian pula, peningkatan signifikan diamati pada residen anak (10 vs. 66, masing-masing; P=0,001). Kesimpulan: Terdapat
PAEDIATRICAINDONESIANAPAEDIATRICAINDONESIANA Kami menilai apakah prematuritas, sepsis neonatal, dan kondisi maternal, termasuk preeklampsia, secara independen terkait dengan NEC. Prematuritas danKami menilai apakah prematuritas, sepsis neonatal, dan kondisi maternal, termasuk preeklampsia, secara independen terkait dengan NEC. Prematuritas dan
UNDIPUNDIP Metode: Penelitian sekat-tahunan dilakukan pada 462 peserta Muslim (206 laki-laki, 256 perempuan) berusia 18–22 tahun. Data demografi, praktik keagamaan,Metode: Penelitian sekat-tahunan dilakukan pada 462 peserta Muslim (206 laki-laki, 256 perempuan) berusia 18–22 tahun. Data demografi, praktik keagamaan,