STIQ AMUNTAISTIQ AMUNTAI

Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan HaditsAl-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep waktu dalam Al-Quran dan relevansinya dalam merespons tantangan budaya scrolling yang marak di kalangan generasi muda. Dalam konteks digital saat ini, fenomena scrolling tidak hanya mencerminkan perubahan perilaku, tetapi juga menunjukkan pergeseran mendalam dalam kesadaran akan makna waktu, produktivitas, dan spiritualitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif-kritis terhadap ayat-ayat Al-Quran yang memuat konsep waktu serta dikaji secara kontekstual melalui perspektif tafsir, spiritualitas Islam, dan fenomena budaya digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu dalam Al-Quran dimaknai sebagai entitas sakral yang menuntut kesadaran, tanggung jawab moral, dan orientasi ruhani, yang sangat kontras dengan praktik scrolling yang bersifat instan, dangkal, dan melahirkan kelalaian (ghaflah). Budaya scrolling cenderung menciptakan disorientasi waktu, mengikis makna keberadaan, dan melemahkan nilai-nilai profetik. Oleh karena itu, perlu adanya rekonstruksi kesadaran waktu Qurani di era digital melalui pendidikan spiritual, pengembangan teknologi yang etis, serta keterlibatan institusional dalam menanamkan nilai waktu sebagai amanah ilahiah. Penelitian ini memberikan kontribusi awal dalam membuka wacana etika digital berbasis spiritualitas Islam dan mengusulkan arah pengembangan riset multidisipliner untuk merespons transformasi digital secara lebih komprehensif.

Penelitian ini menemukan bahwa budaya scrolling di era digital menyebabkan disorientasi waktu, fragmentasi makna, dan penurunan kesadaran spiritual pada generasi muda.Konsep waktu dalam Al-Quran, yang sakral dan menuntut tanggung jawab moral, bertentangan dengan pola konsumsi waktu instan dalam budaya scrolling yang dangkal dan berpotensi menghilangkan makna ilahiah.Rekonstruksi kesadaran waktu Qurani diperlukan melalui pendekatan spiritual, teknologi etis, dan kebijakan institusional untuk mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam konteks digital.Tantangan utama adalah mengubah waktu dari objek konsumsi menjadi ruang pertumbuhan spiritual dan tanggung jawab akhirat.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak budaya scrolling terhadap perilaku ibadah dan aktivitas produktif generasi muda secara kuantitatif di berbagai wilayah. Selain itu, perlu dikembangkan model pendidikan digital Islam yang mengintegrasikan konsep manajemen waktu Qurani untuk membentuk pola berpikir reflektif. Studi eksploratori tentang aplikasi teknologi kontemplatif berbasis dzikir juga relevan untuk menyeimbangkan ketergantungan digital dengan nilai spiritualitas.

  1. Menguak Rahasia Tafsir Falsafi: Sejarah, Metode dan Tokoh-Tokoh Berpengaruh | Dasuki | Al-Muhith: Jurnal... doi.org/10.35931/am.v4i2.5382Menguak Rahasia Tafsir Falsafi Sejarah Metode dan Tokoh Tokoh Berpengaruh Dasuki Al Muhith Jurnal doi 10 35931 am v4i2 5382
Read online
File size437.29 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test