LAAROIBALAAROIBA

Reslaj : Religion Education Social Laa Roiba JournalReslaj : Religion Education Social Laa Roiba Journal

Sebagai suatu konsepsi bermulti-dimensi serta komprehensif, dalam pembangunan terkandung beragam permasalahan lingkup ekonomi dan bukan ekonomi. Pembangunan ekonomi dalam Islam mengorientasikan pandangan objektifnya pada keberhasilan pencapaian kebajikan manusia yang pada ekonomi konvensional, nilai moral ini diabaikan. Padahal nilai moral ini merupakan nilai yang tidak dapat diukur serta tidak pula dapat dipisahkan dalam membangun ekonomi negara. Problematika tahun ke tahun yang berkaitan dengan pembangunan di Indonesia ialah angka kemiskinan yang kian tahun kian meningkat, dengan banyak faktor yang menyebabkan peningkatan tersebut. Penelitian studi kepustakaan ini ditujukan untuk dapat diketahuinya proses pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Islam, yang mana nilai-nilai islamisasi ekonomi inilah yang merupakan solusi aktif terpaling sesuai dalam penanganan problematika perekonomian di seluruh dunia.

Sistem ekonomi bertujuan memenuhi visi pembangunan dengan memaksimalkan kesejahteraan manusia secara adil, namun masih dihadapkan pada masalah kemiskinan, pengangguran, dan distribusi pendapatan yang tidak adil, khususnya di masyarakat Muslim.Fakta empiris menunjukkan bahwa kebijakan moneter konvensional gagal menstabilkan ekonomi negara berkembang, mengulang pola krisis di masa lalu.Oleh karena itu, alternatif ekonomi Islam menawarkan solusi stabilisasi, termasuk larangan kepemilikan umum paksa, penggunaan emas dan perak sebagai mata uang, pelarangan riba, serta larangan penjualan komoditas yang belum dikuasai.

Penelitian ini secara komprehensif telah mengulas pembangunan ekonomi berlandaskan pandangan Islam, namun masih terdapat banyak ruang untuk pengembangan studi lebih lanjut yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Salah satu arah penelitian yang sangat penting adalah melakukan studi empiris untuk menguji seberapa efektif implementasi praktis dari instrumen ekonomi Islam, seperti zakat, wakaf, dan larangan riba, dalam mengatasi masalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan di berbagai wilayah di Indonesia. Pertanyaan yang bisa dieksplorasi adalah: bagaimana mekanisme spesifik dari penerapan prinsip-prinsip ini dapat secara terukur mengurangi angka kemiskinan dan menciptakan distribusi kekayaan yang lebih adil di tengah masyarakat? Selanjutnya, mengingat tantangan dalam mensintesis antara warisan Islam dan ekonomi modern yang disebutkan dalam pembahasan, penelitian di masa depan dapat berfokus pada pengembangan strategi dan kerangka kerja yang inovatif. Studi ini bisa mengidentifikasi metode paling efektif untuk meningkatkan kapasitas individu dan lembaga dalam mengintegrasikan nilai-nilai syariah ke dalam praktik bisnis dan kebijakan ekonomi kontemporer, agar tercapai pembangunan yang menyeluruh dan berkelanjutan. Terakhir, karena esensi pembangunan ekonomi Islam menekankan pada dimensi spiritual dan moral, riset lanjutan juga dapat mendalami bagaimana konsep an-nafs al-muthmainnah dan nilai-nilai akhlak lainnya secara konkret memengaruhi perilaku ekonomi individu, mulai dari pola konsumsi, investasi, hingga partisipasi dalam kegiatan filantropi Islam. Pemahaman yang lebih mendalam mengenai dampak nilai-nilai ini terhadap keputusan ekonomi dapat mengungkap jalan baru untuk mencapai kesejahteraan lahir dan batin, serta membuktikan relevansi nilai spiritual dalam membangun fondasi ekonomi yang kuat dan berkeadilan.

  1. Islamic Economics as A New Current of Economic Development in Indonesia | Iskandar | Muqtasid: Jurnal... muqtasid.iainsalatiga.ac.id/index.php/muqtasid/article/view/1942Islamic Economics as A New Current of Economic Development in Indonesia Iskandar Muqtasid Jurnal muqtasid iainsalatiga ac index php muqtasid article view 1942
Read online
File size287.88 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test