STAINAASTAINAA

EDELWEIS : Jurnal Hukum Ekonomi SyariahEDELWEIS : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah

Artikel ini membahas strategi pengembangan usaha laundry di Ponpes Nurul Abror sebagai upaya diversifikasi pendapatan dan keberlanjutan finansial. Dalam konteks ini, fokus diberikan pada faktor produksi utama yang meliputi modal dan tenaga kerja. Studi kasus Laundry CV AL-MUBAROKAH digunakan sebagai acuan, yang menunjukkan bahwa modal yang relatif rendah dapat dimulai untuk memulai usaha laundry, dengan pengembangan modal tambahan seiring berjalannya waktu. Tenaga kerja, baik dari pemilik usaha maupun pekerja terlatih, menjadi kunci dalam menjaga kualitas layanan dan operasional sehari-hari. Strategi pemasaran, termasuk penggunaan media sosial, juga disorot sebagai langkah potensial untuk memperluas jangkauan pasar. Usaha ini tidak hanya memberikan pendapatan tambahan namun juga melibatkan santri-santri dalam kegiatan praktis yang mendukung pengembangan kemandirian ekonomi. Dengan implementasi strategi yang tepat, diharapkan usaha laundry ini dapat berkontribusi positif dalam mendukung keberlanjutan finansial Ponpes Nurul Abror sambil mempertahankan nilai-nilai pendidikan dan keagamaan yang menjadi ciri khas lembaga tersebut.

Pembahasan di atas menyoroti pentingnya strategi pengembangan usaha laundry di Ponpes Nurul Abror sebagai langkah diversifikasi pendapatan dan menjaga keberlanjutan finansial.Faktor-faktor kunci seperti modal yang diperlukan untuk memulai usaha, peran penting tenaga kerja dalam menjaga kualitas layanan, serta strategi pemasaran yang efektif termasuk pemanfaatan media sosial telah dibahas secara mendalam.Dengan menerapkan strategi yang tepat, diharapkan usaha ini dapat berkontribusi positif dalam mendukung keberlanjutan finansial Ponpes Nurul Abror sambil tetap mempertahankan nilai-nilai pendidikan dan keagamaan yang menjadi landasan lembaga tersebut.

Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, serta mempertimbangkan saran penelitian lanjutan yang telah diidentifikasi, beberapa arah studi lebih lanjut dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur secara empiris dampak program pelatihan keterampilan laundry terhadap peningkatan pendapatan santri, sehingga memberikan bukti yang lebih kuat mengenai efektivitas program tersebut. Kedua, studi kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut persepsi dan pengalaman santri dalam berpartisipasi dalam kegiatan usaha laundry, termasuk tantangan yang dihadapi dan manfaat yang diperoleh, dengan tujuan untuk merancang program yang lebih relevan dan adaptif. Ketiga, penelitian komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan strategi pengembangan usaha laundry di berbagai pondok pesantren, sehingga dapat diidentifikasi praktik-praktik terbaik yang dapat diadopsi dan diimplementasikan secara luas. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan usaha laundry sebagai sarana pemberdayaan ekonomi santri dan peningkatan keberlanjutan finansial pondok pesantren.

Read online
File size180.59 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test