IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO

Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran IslamAl-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam

Penelitian ini mengeksplorasi pergeseran spirititas Tarekat Shiddiqiyah ke arah paradigma pemberdayaan ekonomi untuk menjawab problem keislaman modern. Tarekat diklaim gambaran kemunduran Islam karena hanya mengedepankan aspek spiritualitas, sedangkan di sisi lain mengabaikan urusan duniawi. Alian tarekat hanya terfokus pada ritual keagamaan dan mistik. Mereka bersikap pasif terhadap problem dan perubahan sosial. Oleh karena itu, penelitian ini merefleksikan spiritualitas Tarekat Shiddiqiyah yang menjadikan pemberdayaan masyarakat sebagai sarana menuju manusia sempurna di hadapan Tuhan, yang selanjutnya upaya ini disebut dengan pergeseran untuk melakukan negosiasi konsep ijtihad aliran tarekat. Penelitian ini kualitatif, data primer diambil dari hasil pengolahan data wawancara kepada jemaah Tarekat Shiddiqiyah dan beberapa mursyid. Kemudian dianalisis secara triangulasi dengan melibatkan sumber-sumber autentik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pergeseran metafisik ke wilayah profanistik (pemberdayaan masyarakat) merupakan langkah spiritualitas untuk meraih ketenangan dalam beribadah kepada Tuhan. Pergeseran ini berdasar pada tiga dasar konsep ijtihad yaitu qiyas, istihsan, dan istislah yang menegaskan bahwa keberadaan tarekat bertujuan memberikan ketenangan sosial melalui spiritualitas; proses ini dinamakan negosiasi spiritualitas tarekat.

Ijtihad dalam Tarekat Shiddiqiyah tetap berpegang pada metode normative‑textual usul al‑fiqh seperti qiyas, istihsan, dan istislah, namun mengalami pergeseran menuju orientasi rasional‑kritis dan kontekstual.Krisis anomali yang dipicu oleh ketidaksesuaian paradigma lama memicu munculnya paradigma baru yang mengintegrasikan teks, konteks, dan rasionalitas praktis.Walau transformasi ini tidak sepenuhnya mengesampingkan dominasi tekstual, peran murshid dan struktur otoritas tetap pusat, sehingga model ijtihad Shiddiqiyah dapat dianggap transisional menuju paradigma hibrida yang memadukan prinsip klasik dengan realitas sosial kontemporer.

Pertama, meneliti perbandingan model ijtihad Tarekat Shiddiqiyah dengan tarekat lain di wilayah Indonesia dapat memperjelas variabilitas pendekatan spiritual‑ekonomi. Kedua, melakukan survei dampak jangka panjang program pemberdayaan ekonomi Tarekat terhadap kesejahteraan sosial dan pembangunan masyarakat lokal dapat mengukur efektivitas intervensi kurikulum spiritual. Ketiga, mengeksplorasi penerapan prinsip maqsad al‑shariah dalam teknologi blockchain dan e‑commerce akan membuka ruang inovasi hukum Islam di era digital. Penelitian‑penelitian tersebut, bila digabungkan, dapat memformulasikan kerangka metodologis holistik yang menghubungkan praktik spiritualitas, kebijakan ekonomi, dan teknologi, sehingga memperkaya kajian tentang pergeseran paradigma keislaman dalam konteks global.

  1. Kemandirian Ekonomi Melalui Pendekatan Tasawuf: Implementasi Filosofi Sirih Jamaah Tarekat Shiddiqiyah... proceedings.uinsa.ac.id/index.php/ICMUST/article/view/1738Kemandirian Ekonomi Melalui Pendekatan Tasawuf Implementasi Filosofi Sirih Jamaah Tarekat Shiddiqiyah proceedings uinsa ac index php ICMUST article view 1738
  2. The Practice of Hajj Substitution in Indonesia: The Search for Legal Certainty through Usul al-Fiqh Approach... shariajournals-uinjambi.ac.id/index.php/al-risalah/article/view/576The Practice of Hajj Substitution in Indonesia The Search for Legal Certainty through Usul al Fiqh Approach shariajournals uinjambi ac index php al risalah article view 576
  1. #pengolahan data#pengolahan data
  2. #pemberdayaan ekonomi#pemberdayaan ekonomi
Read online
File size528.32 KB
Pages20
Short Linkhttps://juris.id/p-2YO
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test