TRISAKTITRISAKTI

International Journal on Livable SpaceInternational Journal on Livable Space

Studi ini menunjukkan cara penggunaan metode evaluasi sistematis berbasis Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan prioritas konservasi di Pecinan Semarang, sebuah situs warisan budaya nasional. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu pemetaan spasial karakteristik fisik yang berkontribusi pada signifikansi budaya, kemudian penerapan AHP untuk menilai dan memeringkat atribut-atribut tersebut. Hasilnya mengidentifikasi tiga faktor utama sebagai prioritas: gaya arsitektur yang dipengaruhi budaya Tionghoa, keberadaan serta konfigurasi ruang kuil Tionghoa, dan pola penggunaan lahan yang selaras dengan integritas historis, yang paling terkonsentrasi di koridor Gang Warung dan sekitar kuil Tay Kak Sie serta Hoo Hok Bio.

AHP terbukti efektif untuk menentukan area prioritas dan mengurutkan kriteria signifikansi budaya di kawasan Pecinan Semarang, dengan tiga kriteria utama yaitu gaya arsitektur berpengaruh Cina, keberadaan serta konfigurasi ruang kuil Cina, dan pola penggunaan lahan yang selaras dengan integritas historis.Analisis mengidentifikasi bahwa zona dengan peringkat tertinggi terpusat di koridor Gang Warung serta sekitar kuil Tay Kak Sie dan Hoo Hok Bio.Namun, studi ini terbatas pada proses penilaian tunggal tanpa umpan balik iteratif, sehingga penelitian selanjutnya sebaiknya melibatkan partisipasi multi-tahap stakeholder untuk meningkatkan validitas dan inklusivitas penilaian signifikansi.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana proses partisipasi multi‑tahap stakeholder memengaruhi stabilitas bobot kriteria dalam Analytic Hierarchy Process (AHP) pada penilaian nilai budaya Pecinan Semarang, dengan mengadakan serangkaian lokakarya iteratif antara ahli, warga, dan pihak pemerintah. Selanjutnya, studi komparatif antara AHP dan metode pengambilan keputusan multikriteria lain seperti Delphi atau TOPSIS dapat dilakukan untuk menguji kelebihan dan keterbatasan masing‑masing pendekatan dalam menentukan prioritas konservasi kawasan warisan urban. Selain itu, pengembangan sistem pemantauan berbasis GIS yang dapat menangkap perubahan spasial dan temporal nilai budaya setelah penerapan strategi konservasi akan membantu menilai efektivitas intervensi dan menyediakan data umpan balik bagi perencanaan berkelanjutan. Penelitian-penelitian tersebut diharapkan dapat memperkaya metodologi penilaian nilai budaya, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta menghasilkan strategi pelestarian yang lebih adaptif dan berdampak positif bagi keberlanjutan Pecinan Semarang.

  1. Evaluating Urban Industrial Heritage Value using Industrial Heritage Matrix Analytic Hierarchy Process... doi.org/10.14246/irspsd.12.2_99Evaluating Urban Industrial Heritage Value using Industrial Heritage Matrix Analytic Hierarchy Process doi 10 14246 irspsd 12 2 99
  2. Renovation priority ranking by multi-criteria assessment of architectural heritage: the case of castles... doi.org/10.3846/1648715X.2014.889771Renovation priority ranking by multi criteria assessment of architectural heritage the case of castles doi 10 3846 1648715X 2014 889771
  3. Research on conservation planning strategy of historic and cultural site islands in Shanghai based on... doi.org/10.1504/IJWMC.2018.093860Research on conservation planning strategy of historic and cultural site islands in Shanghai based on doi 10 1504 IJWMC 2018 093860
Read online
File size713.33 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test