STISIPWIDYAPURI SMISTISIPWIDYAPURI SMI

Jurnal Dialektika PolitikJurnal Dialektika Politik

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 23 Tahun 2014 bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan fokus pada perbaikan gizi individu dan komunitas. Stunting, masalah gizi kronis yang menyebabkan gangguan pertumbuhan linear pada balita, menjadi perhatian utama. Di Kabupaten Bandung pada tahun 2019, 5,75% dari 261.419 balita, atau sekitar 15.020 anak, dikategorikan stunting. Di Kecamatan Pacet, dari 10.999 balita, 227 anak (2,1%) mengalami stunting. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui pengamatan, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan penurunan stunting di Kecamatan Pacet berjalan dengan baik, terbukti dari penurunan jumlah kasus stunting setiap tahun. Penanggulangan stunting dilakukan melalui intervensi gizi spesifik yang berkontribusi 30%, ditargetkan pada anak dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan dilaksanakan oleh sektor kesehatan. Selain itu, 70% penurunan stunting berasal dari intervensi gizi sensitif, melalui berbagai kegiatan pembangunan di luar sektor kesehatan, seperti penyuluhan di desa-desa yang menjadi lokasi intervensi stunting di Kabupaten Bandung.

Implementasi kebijakan penurunan stunting di Kecamatan Pacet sesuai dengan Permenkes No.23/2014 telah menurunkan prevalensi stunting melalui intervensi gizi spesifik (30%) dan gizi sensitif (70%).Namun, sosialisasi kepada masyarakat masih kurang sehingga pemahaman tentang pencegahan stunting belum optimal.Untuk meningkatkan hasil, perlu diperkuat edukasi masyarakat serta integrasi lintas sektor dalam program intervensi.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas program edukasi gizi berbasis komunitas dalam menurunkan prevalensi stunting dengan desain quasi‑eksperimental yang membandingkan desa yang menerima intervensi dengan desa kontrol. Selanjutnya, studi kualitatif dapat mengeksplorasi hambatan sosial‑kultural dan struktural yang menghalangi sosialisasi kebijakan di desa‑desa dengan peningkatan kasus stunting, sehingga dapat merumuskan strategi komunikasi yang lebih tepat. Akhirnya, penelitian dapat menilai dampak penerapan teknologi digital (misalnya aplikasi monitoring 1000 Hari Pertama Kehidupan) pada pemantauan pertumbuhan anak dan kepatuhan intervensi, serta hubungannya dengan penurunan angka stunting di wilayah tersebut.

Read online
File size275.33 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test