STTNISTTNI
SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGISANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGIGereja adalah rumah bagi semua orang untuk dapat berpartisipasi di dalamnya. Namun kenyataan yang ada bahwa diskriminasi terhadap orang dengan disabilitas masih terjadi di dalam gereja. Hal ini dapat ditemukan dari berbagai sisi di gereja salah satunya adalah liturgi. Ibadah merupakan pengalaman bersama umat, tetapi sayangnya orang dengan disabilitas terkadang tidak difasilitasi untuk dapat berpartisipasi dan merasakan pengalaman bersama itu. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gereja seharusnya menjadi ruang pengalaman bersama untuk seluruh umat tanpa kecuali sehingga gereja terpanggil untuk melibatkan orang dengan disabilitas dalam pelayanan di gereja, salah satu bentuknya adalah berperan dalam ibadah. Gereja inklusi bukan soal akses yang cukup untuk orang dengan disabilitas, tetapi penerimaan kerapuhan dan relasi dengan mereka membuka ruang untuk orang dengan disabilitas diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam liturgi.
Gereja dipanggil untuk menjadi komunitas yang inklusif, di mana setiap umat, termasuk orang dengan disabilitas, dapat beribadah, berpartisipasi, dan melayani tanpa hambatan.Namun, dalam praktiknya, banyak gereja masih menghadapi tantangan dalam menciptakan ruang yang benar-benar inklusif, baik dalam hal akses fisik, struktur liturgi, maupun budaya jemaat.Teologi disabilitas menekankan bahwa setiap individu diciptakan menurut gambar Allah dan memiliki nilai serta peran dalam tubuh Kristus.Perspektif ini menantang gereja untuk tidak hanya sekadar menyediakan tempat bagi penyandang disabilitas, tetapi juga memberdayakan mereka sebagai bagian integral dari komunitas iman.Konsep kerapuhan dan kerentanan yang dibahas oleh Amos Yong dan para teolog lainnya mendorong gereja untuk melihat bahwa kerapuhan adalah pengalaman bersama dan dapat menjadi jembatan menuju persekutuan yang lebih dekat.Partisipasi orang dengan disabilitas dalam ibadah bukan hanya narasi, tetapi perlu tindakan nyata.Gereja yang inklusif bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang bagi persekutuan sejati, di mana semua umat dapat mengalami kehadiran Allah tanpa batas.
Untuk menciptakan gereja yang inklusif, perlu dilakukan evaluasi partisipatif terhadap praktik liturgi saat ini, dengan mengundang dan mendengarkan suara penyandang disabilitas mengenai pengalaman dan kebutuhan mereka. Gereja dapat membentuk tim kerja inklusif untuk merancang adaptasi liturgis, mengidentifikasi dan melatih individu dengan beragam kemampuan untuk mengambil peran dalam ibadah, serta melakukan edukasi kepada seluruh jemaat mengenai teologi inklusi dan pentingnya liturgi yang merayakan seluruh kepelbagaian umat Allah. Selain itu, gereja dapat belajar dari komunitas seperti LArche dan First Presbyterian Church of Jackson yang telah mengintegrasikan program ibadah dengan layanan bahasa isyarat, akses kursi roda, dan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk aktif melayani sebagai pemimpin ibadah dan anggota dewan gereja. Dengan demikian, gereja dapat menjadi tubuh Kristus yang utuh dan mencerminkan kasih-Nya yang merangkul semua.
| File size | 399.76 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
STT KADESISTT KADESI Penelitian ini menggunakan paradigma naturalistik dengan pendekatan kualitatif yang dimodifikasi, agar cocok dengan penelitian theologia. Teknik pengumpulanPenelitian ini menggunakan paradigma naturalistik dengan pendekatan kualitatif yang dimodifikasi, agar cocok dengan penelitian theologia. Teknik pengumpulan
STT KADESISTT KADESI Salah satu yang tidak terhindarkan adalah sekularisme. Artikel ini mengarahkan pembaca untuk berkewajiban menceritakan perbuatan Allah yang meluas dariSalah satu yang tidak terhindarkan adalah sekularisme. Artikel ini mengarahkan pembaca untuk berkewajiban menceritakan perbuatan Allah yang meluas dari
PBSI UPRPBSI UPR Krisis ekologi yang semakin parah, seperti banjir yang melanda Parapat, menuntut respons serius dari berbagai elemen masyarakat, termasuk lembaga keagamaan.Krisis ekologi yang semakin parah, seperti banjir yang melanda Parapat, menuntut respons serius dari berbagai elemen masyarakat, termasuk lembaga keagamaan.
STTSAPPISTTSAPPI Penelitian ini mendorong komunitas Kristen untuk terlibat aktif dalam upaya pelestarian lingkungan dan mengembangkan strategi pengelolaan yang berlandaskanPenelitian ini mendorong komunitas Kristen untuk terlibat aktif dalam upaya pelestarian lingkungan dan mengembangkan strategi pengelolaan yang berlandaskan
STTNISTTNI 6 harus menekankan pendidikan iman yang berkesinambungan sejak masa muda dan perlunya pendekatan yang kontekstual sesuai dengan karakteristik generasi6 harus menekankan pendidikan iman yang berkesinambungan sejak masa muda dan perlunya pendekatan yang kontekstual sesuai dengan karakteristik generasi
UBUB Mekanisme pelaksanaannya meliputi ceramah interaktif oleh narasumber ahli dan sesi diskusi serta berbagi pengalaman untuk memfasilitasi pemahaman dan penerapanMekanisme pelaksanaannya meliputi ceramah interaktif oleh narasumber ahli dan sesi diskusi serta berbagi pengalaman untuk memfasilitasi pemahaman dan penerapan
STAK PESATSTAK PESAT Berdasarkan observasi, persekutuan kaum wanita GSJA Gracious Agape Jambe sudah rutin tetapi dilaksanakan secara monoton hanya berbentuk ibadah dengan kegiatanBerdasarkan observasi, persekutuan kaum wanita GSJA Gracious Agape Jambe sudah rutin tetapi dilaksanakan secara monoton hanya berbentuk ibadah dengan kegiatan
OJSOJS Dengan demikian penulis memiliki tujuan yaitu: Memberikan pandangan kepada pemuda/pemudi Kristen tentang makna ibadah, Agar pemuda-pemudi meningkatkanDengan demikian penulis memiliki tujuan yaitu: Memberikan pandangan kepada pemuda/pemudi Kristen tentang makna ibadah, Agar pemuda-pemudi meningkatkan
Useful /
FORMOSAPUBLISHERFORMOSAPUBLISHER Kurangnya informasi yang tepat, sistem birokrasi yang tidak ramah, serta persepsi negatif terhadap pemerintah memperkuat eksklusi mereka dalam sistem perlindunganKurangnya informasi yang tepat, sistem birokrasi yang tidak ramah, serta persepsi negatif terhadap pemerintah memperkuat eksklusi mereka dalam sistem perlindungan
FORMOSAPUBLISHERFORMOSAPUBLISHER Kelompok musik tradisional di Indonesia masih mengalami marginalisasi sosial yang signifikan dalam mengakses BPJS Ketenagakerjaan. Marginalisasi ini terjadiKelompok musik tradisional di Indonesia masih mengalami marginalisasi sosial yang signifikan dalam mengakses BPJS Ketenagakerjaan. Marginalisasi ini terjadi
UBUB Lihai Islamic Preschool, sebagai institusi yang menawarkan program kelompok bermain bagi anak usia 2 sampai 6 tahun dengan pendekatan Ihsan, Aktif, danLihai Islamic Preschool, sebagai institusi yang menawarkan program kelompok bermain bagi anak usia 2 sampai 6 tahun dengan pendekatan Ihsan, Aktif, dan
DINASTIREVDINASTIREV Penelitian ini menggunakan pendekatan statuta approach. Hasil temuan penelitian ini ialah menolak hasil gugatan dengan berpendapat rumah tangga penggugatPenelitian ini menggunakan pendekatan statuta approach. Hasil temuan penelitian ini ialah menolak hasil gugatan dengan berpendapat rumah tangga penggugat