RADEN WIJAYARADEN WIJAYA

Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan BudayaSabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan Budaya

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan sistem Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) dalam pengolahan menu salad untuk menjamin keamanan pangan di Messhall Townsite PT. Amman Mineral Nusa Tenggara. Salad dipilih sebagai objek penelitian karena menggunakan bahan baku berupa sayuran segar tanpa proses pemasakan, sehingga berisiko tinggi terhadap kontaminasi mikrobiologis, kimia, dan fisik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validitas data diperkuat menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya potensi bahaya pada setiap tahapan proses, mulai dari penerimaan bahan, pencucian, pemotongan, sanitasi peralatan, higiene pekerja, penyimpanan, hingga penyajian. Titik Kendali Kritis (CCP) yang ditetapkan meliputi pencucian bahan, sanitasi peralatan, penerapan higiene personal, serta penyimpanan produk jadi pada suhu ≤5°C. Pemantauan dilakukan menggunakan formulir harian dan evaluasi rutin oleh tim Quality Assurance (QA) serta Health, Safety, and Environment (HSE). Penerapan HACCP terbukti efektif dalam menekan risiko kontaminasi, menjaga kualitas produk, dan meningkatkan kepuasan konsumen. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan HACCP pada pengolahan makanan berbasis bahan segar untuk menjamin keamanan pangan di fasilitas layanan makanan berskala industri.

Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan sistem Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) di Messhall Townsite PT.Amman Mineral Nusa Tenggara telah berjalan secara terstruktur dan efektif dalam menekan risiko kontaminasi pangan.Penerapan HACCP terbukti mampu meningkatkan standar keamanan pangan pada menu salad, serta memperkuat budaya higiene dan sanitasi di lingkungan kerja.Meskipun demikian, konsistensi pelaksanaan, kedisiplinan dalam dokumentasi, dan kebutuhan pelatihan berkelanjutan tetap menjadi aspek penting yang perlu ditingkatkan.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif mengenai efektivitas penerapan HACCP pada berbagai jenis menu makanan di fasilitas industri pertambangan, dengan mempertimbangkan variasi bahan baku dan metode pengolahan yang berbeda. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan sistem pemantauan dan evaluasi HACCP yang lebih otomatis dan terintegrasi, misalnya dengan memanfaatkan teknologi sensor dan analisis data untuk mendeteksi potensi bahaya secara real-time. Ketiga, penting untuk menginvestigasi pengaruh pelatihan higiene dan sanitasi yang berkelanjutan terhadap perilaku pekerja dalam menerapkan prosedur HACCP, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan kepatuhan dan kesadaran akan pentingnya keamanan pangan. Dengan demikian, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai tantangan dan peluang dalam penerapan HACCP di lingkungan industri pertambangan, sehingga dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas dan keamanan pangan bagi para pekerja.

Read online
File size353.5 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test