UNSRATUNSRAT

SSJSSJ

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang diakibatkan oleh infeksi virus dengue yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Demam berdarah dengue menjadi masalah yang erat kaitannya dengan masalah perilaku. Tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat memegang peranan penting dalam pencegahan dan penurunan kasus DBD. Siswa SD merupakan bagian dari kelompok masyarakat yang sedari dini perlu dipupuk perilakunya untuk menerapkan PHBS. Mitra pada kegiatan ini adalah siswa SD Negeri 36 dan SD Negeri 126 Manado. Permasalahan yang dijumpai pada mitra antara lain tingkat pengetahuan yang rendah tentang DBD dan upaya pencegahannya, serta belum pernah mendapatkan pelatihan tentang Jumantik. Kegiatan ini bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan DBD melalui pelatihan kader Jumantik dengan harapan mereka akan membantu pemantauan jentik nyamuk baik di lingkungan sekolah maupun tempat tinggalnya. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah dan mencapai tujuan yaitu memberikan pelatihan kader jumantik dan mempraktekan secara langsung langkah-langkah pemantauan jentik nyamuk. Adapun metode pelaksanaan kegiatan ini antara lain (1) Pemaparan materi; (2) Pelatihan; dan (3) Evaluasi. Luaran yang dicapai pada kegiatan ini yaitu publikasi artikel ilmiah pada jurnal pengabdian masyarakat ber-ISSN (The Studies of Social Sciences) dan publikasi pada media massa online (YouTube).

Kegiatan ini telah terlaksana dengan baik sesuai dengan perencanaan.Adapun target kegiatan telah tercapai berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam memahami penyakit DBD, cara pencegahan dan penganggulangannya secara khusus di lingkungan sekolah.Kegiatan ini telah berkontribusi bagi mitra karena sejalan dengan upaya sekolah dalam menjaga kesehatan siswa dan lingkungannya.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pertanyaan: bagaimana dampak jangka panjang pelatihan kader Jumantik terhadap penurunan insiden Demam Berdarah Dengue bila dipantau selama tiga tahun pada beberapa sekolah dasar dengan karakteristik demografis berbeda? Selanjutnya, studi komparatif dapat membandingkan efektivitas metode pelatihan tradisional tatap muka dengan modul pembelajaran daring interaktif dalam meningkatkan retensi pengetahuan dan keterampilan pemantauan jentik pada siswa. Selain itu, diperlukan penyelidikan tentang sinergi antara program Jumantik sekolah dengan intervensi pengendalian vektor berbasis komunitas, seperti penggunaan larvasida biologis di area rumah tangga, untuk menilai pengaruh gabungan terhadap indeks larva Aedes aegypti. Penelitian-penelitian ini sebaiknya melibatkan sampel yang lebih luas, mengintegrasikan pengukuran biologis (misalnya survei entomologi) serta data klinis DBD, dan mengaplikasikan desain eksperimental berulang untuk memastikan validitas temuan. Hasilnya diharapkan dapat memberikan bukti ilmiah yang kuat bagi kebijakan kesehatan publik dalam skala regional.

  1. Pelatihan Kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) Sebagai Upaya Preventif Demam Berdarah Dengue (DBD) di... ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/ssj/article/view/64993Pelatihan Kader Juru Pemantau Jentik Jumantik Sebagai Upaya Preventif Demam Berdarah Dengue DBD di ejournal unsrat ac v3 index php ssj article view 64993
Read online
File size707.79 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-3pz
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test