INSPIRAINSPIRA
INDOGENIUSINDOGENIUSTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Range Of Motion (ROM) terhadap kekuatan otot pada pasien stroke di daerah Ciamis. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis metode kuantitatif, dan desain penelitian Pre Experimental dengan pendekatan one group pre test – post test. Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu variabel bebas (independen) berupa Range Of Motion (ROM) dan variabel terikat (dependen) berupa peningkatan otot. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah penderita stroke yang berada di Daerah Ciamis yaitu sebanyak 44 orang. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 November 2021. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sample “acciedental sampling yaitu pengambilan sampel yang dilakukan dengan cara kebetulan bertemu langsung di jadikan sample, dan tidak ada pemaksaan dalam penetapan sample. Berdasarkan kriteria inklusi dan kriteria ekslusi maka sampel dalam penelitian ini ditetapkan sebanyak 44 orang. Hasil: Berdasarkan tabel.7 yang terlampir diketahui bahwa nilai signifikan kekuatan otot sebelum dan sesudah diberikannya intervensi Range Of Motion (ROM) sebesar 0.000. Hal ini membuktikan bahwa ROM berpengaruh dalam meningkatkan kekuatan otot.
Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa latihan ROM dapat mempengaruhi peningkatan kekuatan otot pada pasien stroke.Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa nilai signifikan kekuatan otot sebelum dan sesudah ROM adalah 0,000.Hal ini membuktikan bahwa ROM berpengaruh terhadap peningkatan kekuatan otot.
Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi perbandingan efektivitas antara latihan Range of Motion (ROM) pasif dan aktif terhadap peningkatan kekuatan otot pada pasien stroke, dengan mengukur perubahan skor otot selama periode tiga bulan. Selain itu, studi longitudinal yang memantau dampak jangka panjang penggunaan ROM pada fungsi motorik dan kualitas hidup pasien selama satu tahun dapat memberikan gambaran tentang keberlanjutan manfaat terapi ini. Selanjutnya, penelitian dapat menyelidiki pengaruh variasi frekuensi dan durasi sesi ROM, misalnya dua kali versus empat kali sehari, serta durasi masing‑masing 10‑15 menit, untuk menentukan protokol optimal yang dapat diimplementasikan di rumah maupun fasilitas rehabilitasi. Penelitian juga dapat meneliti perbedaan respons ROM berdasarkan tingkat keparahan stroke, seperti hemiparesis ringan versus berat, untuk mengetahui apakah intensitas latihan harus disesuaikan dengan kondisi klinis masing‑masing pasien. Selain itu, penggunaan teknologi seperti sensor gerak atau aplikasi mobile untuk memantau kepatuhan latihan ROM di rumah dapat diuji efektivitasnya dalam meningkatkan kepatuhan dan hasil rehabilitasi. Ketiga arah studi tersebut diharapkan dapat memperkaya bukti ilmiah dan membantu perawat serta keluarga dalam merancang program rehabilitasi yang lebih efektif.
| File size | 636.93 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR Diharapkan, temuan ini dapat memberikan wawasan lebih dalam mengenai tantangan dan upaya yang diperlukan untuk melindungi hak-hak anak di tengah perangDiharapkan, temuan ini dapat memberikan wawasan lebih dalam mengenai tantangan dan upaya yang diperlukan untuk melindungi hak-hak anak di tengah perang
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Dari segi kualitas hidup, mayoritas pasien berada pada kategori tingkat sedang, baik dalam komponen fisik maupun mental. Terdapat korelasi signifikan yangDari segi kualitas hidup, mayoritas pasien berada pada kategori tingkat sedang, baik dalam komponen fisik maupun mental. Terdapat korelasi signifikan yang
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Dengan pendekatan analitis–kritis, penulis membahas bagaimana tasawuf memurnikan orientasi batin, sementara akhlak membentuk praksis moral yang terukurDengan pendekatan analitis–kritis, penulis membahas bagaimana tasawuf memurnikan orientasi batin, sementara akhlak membentuk praksis moral yang terukur
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Penyusunan asuhan keperawatan berdasarkan model teori self-care Orem. Setelah 5 hari dilakukan asuhan keperawatan didapatkan hasil pasien mampu mengontrolPenyusunan asuhan keperawatan berdasarkan model teori self-care Orem. Setelah 5 hari dilakukan asuhan keperawatan didapatkan hasil pasien mampu mengontrol
MARANATHAMARANATHA Presbikusis didefinisikan sebagai penurunan pendengaran yang berhubungan dengan proses penuaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristikPresbikusis didefinisikan sebagai penurunan pendengaran yang berhubungan dengan proses penuaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik
INSPIRAINSPIRA Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan pengetahuan tentang hipertensi mayoritas dengan kategori pengetahuan bai sebanyak 35 orang (64,8%), Sikap pasienBerdasarkan hasil penelitian menunjukkan pengetahuan tentang hipertensi mayoritas dengan kategori pengetahuan bai sebanyak 35 orang (64,8%), Sikap pasien
INSPIRAINSPIRA Pengkajian dilakukan dengan cara anamnesis dan observasi. Diagnosa Keperawatan ditentukan dengan Standar Diagnosa Keeperawatan Indonesia (SDKI), sedangkanPengkajian dilakukan dengan cara anamnesis dan observasi. Diagnosa Keperawatan ditentukan dengan Standar Diagnosa Keeperawatan Indonesia (SDKI), sedangkan
INSPIRAINSPIRA Studi ini menyimpulkan bahwa tindakan relaksasi otot progresif lebih signifikan dalam menurunkan gula darah dibandingkan dzikir al-matsurat. Hal ini disebabkanStudi ini menyimpulkan bahwa tindakan relaksasi otot progresif lebih signifikan dalam menurunkan gula darah dibandingkan dzikir al-matsurat. Hal ini disebabkan
Useful /
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Kehamilan merupakan salah satu faktor risiko terkait nyeri kepala dan harus dilakukan identifikasi tanda bahaya terhadap memutuskan apakah akan segeraKehamilan merupakan salah satu faktor risiko terkait nyeri kepala dan harus dilakukan identifikasi tanda bahaya terhadap memutuskan apakah akan segera
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Pola asuh otoriter dan permisif berkontribusi terhadap meningkatnya sibling rivalry. Dengan demikian, orang tua perlu menerapkan pola asuh yang responsifPola asuh otoriter dan permisif berkontribusi terhadap meningkatnya sibling rivalry. Dengan demikian, orang tua perlu menerapkan pola asuh yang responsif
MARANATHAMARANATHA Studi ini merupakan pengalaman pertama dalam mendeteksi amiloidosis jantung menggunakan pencitraan sidik jantung. Penggunaan bone seeking agents dapatStudi ini merupakan pengalaman pertama dalam mendeteksi amiloidosis jantung menggunakan pencitraan sidik jantung. Penggunaan bone seeking agents dapat
MARANATHAMARANATHA Didapatkan 933 data yang masuk ke dalam kriteria inklusi. Jumlah pasien paling banyak terjadi pada tahun 2018 sebanyak 283 orang, penderita paling banyakDidapatkan 933 data yang masuk ke dalam kriteria inklusi. Jumlah pasien paling banyak terjadi pada tahun 2018 sebanyak 283 orang, penderita paling banyak