IAISUMBARIAISUMBAR
International Journal of ResearchInternational Journal of ResearchPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis unsur rasional-sekular dalam penafsiran ayat-ayat khamar oleh Muhammad Said Al-Asymawy, serta mengevaluasi implikasi metodologis dan teologisnya dalam kerangka kajian ad-dakhil fi al-tafsir. Dalam karya-karyanya, Al-Asymawy menafsirkan larangan khamar dengan pendekatan kontekstual dan rasional yang cenderung memisahkan antara syariah sebagai nilai moral-transendental dan fiqh sebagai produk pemikiran manusia. Ia menekankan bahwa larangan khamar bersifat bertahap dan tidak mutlak secara hukum melainkan terkait dengan kondisi sosial-moral masyarakat. Penafsiran ini mencerminkan secular rationale, yakni masuknya logika pemikiran modern sekuler ke dalam tafsir Al-Quran seperti rasionalisasi hukum syarI, penolakan terhadap otoritas ijma dan hadits ahad, serta interpretasi berbasis nilai-nilai modernisme Barat.
Penelitian ini menunjukkan bahwa penafsiran Al-Asymawy tentang larangan khamar mengandung unsur rasional-sekular yang menyimpang dari tradisi tafsir klasik dan metode metodologis tafsir Islam.Penolakan Al-Asymawy terhadap larangan mutlak khamar, serta fokusnya pada aspek sosial-moral berdasarkan alasan rasional modern, mencerminkan pergeseran epistemologi dalam pendekatan teks Quran.Pendekatannya menandai pengaruh paradigma liberal Barat yang berpotensi menodai tafsir dengan ideologi eksternal.
Studi lanjutan dapat mengeksplorasi pengaruh pendekatan sekuler dalam tafsir al-Quran terhadap pemahaman generasi muda mengenai hukum Islam. Penelitian juga perlu membandingkan metode tafsir Al-Asymawy dengan tokoh reformis lain untuk mengidentifikasi pola umum dalam reinterpretasi syariah kontemporer. Selain itu, kajian tentang interaksi antara prinsip maqashid ash-sharia dan pembaruan tafsir dalam konteks modern akan memberikan wawasan tentang keseimbangan antara kekakuan hukum dan kontekstualisasi sosial.
| File size | 813.58 KB |
| Pages | 20 |
| DMCA | Report |
Related /
STIQ AMUNTAISTIQ AMUNTAI Pendidik dalam Islam memiliki peran yang luas, mencakup guru, orang tua, ulama, dan siapa saja yang berkontribusi dalam pembentukan karakter. PendidikanPendidik dalam Islam memiliki peran yang luas, mencakup guru, orang tua, ulama, dan siapa saja yang berkontribusi dalam pembentukan karakter. Pendidikan
STIQ AMUNTAISTIQ AMUNTAI Penelitian ini menyimpulkan bahwa materi pendidikan Islam yang baik tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga menjadi panduan praktis bagiPenelitian ini menyimpulkan bahwa materi pendidikan Islam yang baik tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga menjadi panduan praktis bagi
STIQ AMUNTAISTIQ AMUNTAI Kebijakan gerak sosial di koloni semut menegaskan sistem egaliter, di mana pemimpin bukan ditentukan oleh gender melainkan oleh kapasitas. 18 menegaskanKebijakan gerak sosial di koloni semut menegaskan sistem egaliter, di mana pemimpin bukan ditentukan oleh gender melainkan oleh kapasitas. 18 menegaskan
STIQ AMUNTAISTIQ AMUNTAI Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tafsir tematik dan tafsir ilmiah, serta analisis data geologi terkini mengenai struktur danPenelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tafsir tematik dan tafsir ilmiah, serta analisis data geologi terkini mengenai struktur dan
STIQ AMUNTAISTIQ AMUNTAI Penelitian kualitatif deskriptif ini mengkaji hadis-hadis shahih dari kitab-kitab induk seperti Shahih Bukhari, Muslim, dan Sunan Abu Dawud, dengan fokusPenelitian kualitatif deskriptif ini mengkaji hadis-hadis shahih dari kitab-kitab induk seperti Shahih Bukhari, Muslim, dan Sunan Abu Dawud, dengan fokus
STIQ AMUNTAISTIQ AMUNTAI Hasil Analisis tematik ayat-ayat terkait, menunjukkan bahwa self-healing Islami berakar pada maqāşid asy-syariah, khususnya ḥifẓ al-nafs and ḥifẓHasil Analisis tematik ayat-ayat terkait, menunjukkan bahwa self-healing Islami berakar pada maqāşid asy-syariah, khususnya ḥifẓ al-nafs and ḥifẓ
STIQ AMUNTAISTIQ AMUNTAI Penelitian ini menganalisis nilai‑nilai pendidikan dalam sejarah pewahyuan Al‑Quran melalui perspektif tafsir tarbawi. Fokus utama kajian adalah bagaimanaPenelitian ini menganalisis nilai‑nilai pendidikan dalam sejarah pewahyuan Al‑Quran melalui perspektif tafsir tarbawi. Fokus utama kajian adalah bagaimana
DINIYAHDINIYAH Multikulturalisme menjadi paradigma yang mendorong kesetaraan dan masyarakat yang saling menghargai. Dakwah memiliki peran penting dalam membimbing umatMultikulturalisme menjadi paradigma yang mendorong kesetaraan dan masyarakat yang saling menghargai. Dakwah memiliki peran penting dalam membimbing umat
Useful /
UNISAPUNISAP Integrasi ketiga pendekatan tersebut menghasilkan pengalaman belajar yang lebih mendalam, relevan, dan holistik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaranIntegrasi ketiga pendekatan tersebut menghasilkan pengalaman belajar yang lebih mendalam, relevan, dan holistik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran
LITERASISAINSLITERASISAINS Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode penyuluhan dan edukasi tentang pengelolaan sampah yang mencakup pengurangan dan penanganan sampah, dilanjutkanKegiatan dilaksanakan menggunakan metode penyuluhan dan edukasi tentang pengelolaan sampah yang mencakup pengurangan dan penanganan sampah, dilanjutkan
UTUUTU Teknik pengambilan sampel kepiting bakau dilakukan dengan sampling acak menggunakan perangkap dari tiga stasiun, dengan tiga pengulangan pada setiap stasiun.Teknik pengambilan sampel kepiting bakau dilakukan dengan sampling acak menggunakan perangkap dari tiga stasiun, dengan tiga pengulangan pada setiap stasiun.
STIQ AMUNTAISTIQ AMUNTAI Latar belakang penelitian ini yaitu pentingnya pemahaman terhadap nasikh-mansukh guna menghindari kekeliruan dalam penetapan hukum serta menjaga konsistensiLatar belakang penelitian ini yaitu pentingnya pemahaman terhadap nasikh-mansukh guna menghindari kekeliruan dalam penetapan hukum serta menjaga konsistensi