TSBTSB

JURNAL PENDIDIKAN BAHASAJURNAL PENDIDIKAN BAHASA

Donald Duck comics has been a popular part of Indonesian childrens media across its 44 year run which ended in 2020. However, the comic has been subjected to criticism for its depiction of race and colonialism, particularly in the popular works of Carl Barks, which often featured adventure stories set in distant, exotic locations and interaction with native people. This paper reexamined the Donald Duck comics by Carl Barks for its themes of colonialism and imperialism. It also looks at the works of Don Rosa, who often write continuation of Barkss works for similar themes. This study found that while he often featured ethnic stereotypes in his works, Barkss portrayal of Western colonialism and imperialism was often ambivalent, reflecting a pessimistic attitude towards Western modernity. This study also found that Rosa did not portray racial caricature like Barks did. He also did both works that did not challenge the assumptions of colonialism and imperialism as well as works that challenged such assumptions. This shows that the portrayal of colonialism and imperialism in Donald Duck comics is complicated and differs between authors and even within authors.

Studi ini menunjukkan bahwa pembuatan gembira Donald Duck pada tema kolonialisme dan imperialisme berubah-ubah dan responsif terhadap sikap era démungannya.Meski banyak pemakaian kenegaraan-nekara jenis dalam karya Carl Barks, ia tidak selalu menggambarkan imperialisme barat sebagai sesuatu yang baik, sering kali menghadirkannya sebagai pendorong kerusakan kepada budaya tradisional yang mereka jalar.Selain itu, Rosa telah berusaha meredam stereotip ras dan etnik dalam karya Barks.Karya aksi petualangan Rosa juga menunjukkan ambiguitas terhadap tema kolonialisme dan imperialisme.Beberapa karya menunjukkan di sisi lain ketika menyoroti bentuk tradisi baru yaitu Amerika Serikat.

Proyek lanjutnya mengenai tema kolonialisme dan imperialisme dalam komik Donald Duck komik ini harus terbuka kepada pengaruh beraneka ragam sudut pandang dari komik akan menjadi inti penting. Salah satu arah seperti mengeksplorasi bagaimana pengaruh yudol-chodet juga penerimaan DMu dk publik Indonesia, sehingga komik bukan hanya menghadap imajinasi anak-anak tetapi juga bisa berperan dalam memahami sejarah dan permasalahan sosial secara umum. Selain itu, penelitian perlu melibatkan pendekatan interdispliner yang menggabungkan sejarah, sosial budaya, dan teori media, untuk meninjau lebih dalam tentang dampak sosial budaya komik Donald Duck. Hal ini dapat memajukan penelitian tentang bagaimana media anak-anak dapat mempengaruhi persepsi dan nilai-nilai sosial, serta bagaimana tema kolonialisme dan imperialisme disampaikan dan dibangun kembali melalui zaman. Akhirnya, penelitian lanjut dapat menelitikan bagaimana penciptaan wieder komik Donald Duck juga dapat mempengaruhi cerita dan karakter mereka, mengungkapkan bagaimana perubahan di dunia nyata dapat mempengaruhi cerita yang ditulis dan digambarkan dalam komik.

  1. Reconsidering the Colonialist and Imperialist Themes of Donald Duck Comics by Carl Barks and Don Rosa... doi.org/10.37630/jpb.v15i4.3619Reconsidering the Colonialist and Imperialist Themes of Donald Duck Comics by Carl Barks and Don Rosa doi 10 37630 jpb v15i4 3619
  2. A cultural history through the comics of Donald Duck and friends - Gray - 2024 - The Journal of American... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/jacc.13556A cultural history through the comics of Donald Duck and friends Gray 2024 The Journal of American onlinelibrary wiley doi 10 1111 jacc 13556
  1. #nilai sosial#nilai sosial
  2. #donald duck#donald duck
Read online
File size471.8 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-3af
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test