RCIPUBLISHERRCIPUBLISHER

Indonesian Journal of Health and MedicalIndonesian Journal of Health and Medical

Penyakit diare merupakan penyakit yang menyebabkan kematian kedua pada anak di bawah lima tahun. Di Indonesia, diare masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas anak. Meningkatnya jumlah kejadian diare berkaitan dengan fasilitas sanitasi yang tidak memadai, seperti jamban sehat. Tempat pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sanitasi dapat meningkatkan risiko terjadinya diare berdarah pada anak balita sebesar dua kali lipat dibandingkan keluarga yang memiliki jamban sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepemilikan jamban dengan kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Agung tahun 2022. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan desain cross sectional terhadap 93 kepala keluarga. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil analisis statistik dengan uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang bermakna (p-value < 0,05) antara kepemilikan jamban (p-value = 0,000) dengan kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Agung tahun 2022. Disarankan agar petugas kesehatan Puskesmas Tanjung Agung memberikan penyuluhan mengenai pencegahan diare terkait kepemilikan jamban untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya jamban sehat.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat hubungan yang bermakna antara kepemilikan jamban dengan kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Agung tahun 2022.Keluarga yang tidak memiliki jamban sehat memiliki risiko lebih tinggi mengalami diare.Oleh karena itu, perlu upaya peningkatan kepemilikan dan penggunaan jamban sehat melalui edukasi dan fasilitasi sanitasi yang memadai.

Pertama, perlu diteliti lebih lanjut bagaimana faktor sosial ekonomi dan tingkat pendidikan memengaruhi keputusan kepala keluarga dalam membangun atau mengakses jamban sehat, terutama di wilayah pedesaan yang minim infrastruktur. Kedua, perlu dilakukan studi lintas wilayah untuk membandingkan efektivitas program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dalam meningkatkan kepemilikan jamban dan menurunkan angka diare di berbagai daerah dengan karakteristik berbeda. Ketiga, penelitian mendalam diperlukan untuk mengevaluasi dampak perilaku mencuci tangan setelah buang air besar terhadap penularan diare, terutama dalam keluarga yang belum memiliki jamban sehat, guna mengidentifikasi intervensi perilaku yang paling efektif dalam mencegah penyebaran penyakit. Studi-studi ini dapat memberikan dasar kuat bagi kebijakan kesehatan lingkungan yang lebih terarah dan efisien.

  1. #analisis sistem#analisis sistem
  2. #pengelolaan sampah#pengelolaan sampah
Read online
File size603.25 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-2Y6
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test