STKIPAHSINGARAJASTKIPAHSINGARAJA
Journal of Linguistic and Literature StudiesJournal of Linguistic and Literature StudiesPenelitian ini menganalisis frekuensi dan jenis tindak illokusi yang diucapkan oleh kontestan selama Semi-Finale Service Challenge Musim 13 MasterChef Australia, menggunakan teori Searle (1979) tentang jenis tindak illokusi. Data dikumpulkan dari ucapan kontestan di Australia MasterChef Season 13 saat melaksanakan misi, menjelaskan hidangan atau situasi, dan berbicara dengan juri atau kontestan lain. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis tindak illokusi yang diucapkan oleh kontestan selama kompetisi dan menggambarkan data dengan penjelasan literal. Hasil penelitian menemukan bahwa Tindak Illokusi Assertif adalah penggunaan yang paling dominan, terjadi 92 kali atau 54% data, tindak illokusi Directive adalah yang paling sering digunakan kedua, terjadi 35 kali atau 20% data, diikuti oleh Tindak Illokusi Komisif yang terjadi 23 kali atau 13% data, selanjutnya adalah Tindak Illokusi Ekspresif yang terjadi 19 kali atau 11% data, dan posisi terakhir adalah Tindak Illokusi Deklaratif yang terdiri dari 3 atau 2% data. Penelitian ini menyoroti penggunaan bahasa oleh kontestan untuk menggambarkan, memerintah, berjanji, mengungkapkan emosi, dan menyatakan keadaan dalam lingkungan kompetisi kuliner yang penuh tekanan. Implikasi penelitian ini memberikan pemahaman tentang tindak illokusi dalam kehidupan sehari-hari dan dampaknya terhadap percakapan.
Berdasarkan analisis data, ditemukan bahwa semua jenis tindak illokusi, yaitu Assertif, Deklaratif, Komisif, Ekspresif, dan Deklaratif, hadir dalam penelitian ini.Jenis tindak illokusi yang paling dominan adalah Assertif, yang mencerminkan penggunaan bahasa kontestan untuk menyampaikan fakta dan keyakinan mereka dalam menjelaskan hidangan atau tantangan.Penelitian ini menyoroti pentingnya tindak illokusi dalam komunikasi, khususnya dalam situasi yang dinamis dan penuh tekanan, dan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang maksud di balik ucapan seseorang.
Berdasarkan analisis dari penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana penggunaan tindak illokusi bervariasi antar budaya dalam konteks kompetisi kuliner yang serupa. Hal ini dapat memberikan wawasan tentang pengaruh budaya terhadap gaya komunikasi dan strategi persuasif yang digunakan oleh para kontestan. Kedua, penelitian dapat menyelidiki dampak dari tindak illokusi pada persepsi penonton terhadap kontestan. Apakah penggunaan bahasa tertentu oleh kontestan secara positif atau negatif memengaruhi tingkat dukungan penonton, dan bagaimana hal ini berkorelasi dengan kinerja mereka dalam kompetisi? Ketiga, penelitian dapat membandingkan penggunaan tindak illokusi antara berbagai jenis reality show, seperti kompetisi menyanyi, olahraga, atau bisnis. Apakah ada pola yang konsisten dalam jenis dan frekuensi penggunaan tindak illokusi, dan bagaimana hal ini berhubungan dengan dinamika dan tujuan dari masing-masing jenis acara tersebut. Pengembangan lebih lanjut dari penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang peran bahasa dan komunikasi dalam membentuk pengalaman kompetisi dan interaksi sosial.
| File size | 202.91 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
USKUSK The results revealed that (1) 51 pairs of identical words share both morphemic and phonemic similarities; (2) glottochronological estimates suggest thatThe results revealed that (1) 51 pairs of identical words share both morphemic and phonemic similarities; (2) glottochronological estimates suggest that
DIGLOSIA UNMULDIGLOSIA UNMUL Penelitian ini menggunakan pendekatan etnolinguistik dengan metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara mendalamPenelitian ini menggunakan pendekatan etnolinguistik dengan metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara mendalam
EDUPARTNEREDUPARTNER Dengan desain studi kasus kualitatif, penelitian mengeksplorasi bagaimana mahasiswa dan dosen menggunakan berbagai bahasa (Bahasa Inggris, Indonesia, Arab,Dengan desain studi kasus kualitatif, penelitian mengeksplorasi bagaimana mahasiswa dan dosen menggunakan berbagai bahasa (Bahasa Inggris, Indonesia, Arab,
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA Hal ini ditunjukkan oleh terbatasnya penggunaan materi ajar yang merepresentasikan latar belakang budaya siswa serta rendahnya pemahaman konseptual guruHal ini ditunjukkan oleh terbatasnya penggunaan materi ajar yang merepresentasikan latar belakang budaya siswa serta rendahnya pemahaman konseptual guru
UNUDUNUD Tanda atas-bawah dominan dalam kategori museum, sementara tanda bawah-atas paling dominan dalam kategori buatan manusia. Temuan ini menunjukkan peran pentingTanda atas-bawah dominan dalam kategori museum, sementara tanda bawah-atas paling dominan dalam kategori buatan manusia. Temuan ini menunjukkan peran penting
BUSTANUL ULUMBUSTANUL ULUM Dengan mensintesis temuan dari berbagai studi, artikel ini memberikan wawasan mengenai praktik terbaik serta arah pengembangan penelitian dan pedagogiDengan mensintesis temuan dari berbagai studi, artikel ini memberikan wawasan mengenai praktik terbaik serta arah pengembangan penelitian dan pedagogi
UNISMUHUNISMUH Tindakan pengakuan dalam drama bukan sekadar pengucapan kata-kata, melainkan cara untuk menyelamatkan hidup dengan mengorbankan reputasi dan harta benda.Tindakan pengakuan dalam drama bukan sekadar pengucapan kata-kata, melainkan cara untuk menyelamatkan hidup dengan mengorbankan reputasi dan harta benda.
AKRABJUARAAKRABJUARA Penggunaan bahasa selama pembelajaran merangsang siswa untuk menerapkan nilai-nilai karakter sesuai dengan contoh yang mereka dapatkan dari guru. PenggunaanPenggunaan bahasa selama pembelajaran merangsang siswa untuk menerapkan nilai-nilai karakter sesuai dengan contoh yang mereka dapatkan dari guru. Penggunaan
Useful /
UNUDUNUD Elemen seperti maṇḍala, yantra (dalam bantên), pañca makāra, akṣara, mantra, dan tubuh manusia membentuk disiplin spiritual (sādhanā) untukElemen seperti maṇḍala, yantra (dalam bantên), pañca makāra, akṣara, mantra, dan tubuh manusia membentuk disiplin spiritual (sādhanā) untuk
UNISMUHUNISMUH Satu siklus telah dilakukan, di mana siklus terdiri dari empat pertemuan. Penelitian ini menggunakan tes menulis sebagai instrumen. Jumlah subjek penelitianSatu siklus telah dilakukan, di mana siklus terdiri dari empat pertemuan. Penelitian ini menggunakan tes menulis sebagai instrumen. Jumlah subjek penelitian
UNISMUHUNISMUH Peneliti menggunakan desain kualitatif deskriptif untuk mengeksplorasi kepercayaan guru terhadap penggunaan pengajaran bahasa Inggris berbasis multiplePeneliti menggunakan desain kualitatif deskriptif untuk mengeksplorasi kepercayaan guru terhadap penggunaan pengajaran bahasa Inggris berbasis multiple
UNISMUHUNISMUH Ini mengindikasikan bahwa semakin sering siswa belajar keterampilan mendengar bahasa Inggris, semakin banyak penguasaan kosakata mereka, dan semakin baikIni mengindikasikan bahwa semakin sering siswa belajar keterampilan mendengar bahasa Inggris, semakin banyak penguasaan kosakata mereka, dan semakin baik